
Ruangojol.com - Jakarta, dana Huawei US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp20 triliun dipindahkan dari rekening perusahaan di London hanya lima hari setelah pemerintah Amerika Serikat mengajukan dakwaan resmi terhadap raksasa teknologi asal China tersebut.
Transaksi itu berlangsung pada Sabtu, 2 Februari 2019. Sembilan petugas bank dipanggil bekerja untuk menyelesaikan pemindahan dana dalam waktu beberapa jam. Proses tersebut juga berjalan di luar jam kerja resmi dan melewati pemeriksaan keuangan yang seharusnya berlaku.
Peristiwa ini terungkap melalui penyelidikan jurnalis internasional yang diterbitkan pada Kamis (17/9/2026). Dokumen rahasia yang ditinjau oleh Konsorsium Jurnalis Penyelidikan Internasional (ICIJ) menunjukkan adanya kekhawatiran internal di Bank Industri dan Komersial China (ICBC) cabang London.
Dakwaan Amerika Serikat Mendahului Pemindahan Dana
Lima hari sebelum transaksi, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengajukan dakwaan terhadap Huawei. Perusahaan itu dituduh melakukan penipuan, melanggar sanksi internasional, serta melakukan pencucian uang.
Pada periode yang sama, Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, ditangkap di Kanada atas permintaan Amerika Serikat. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa aset Huawei dapat dibekukan oleh otoritas Amerika Serikat.
Catatan internal ICBC mencatat dugaan bahwa Huawei berusaha memindahkan dana untuk menghindari pembekuan aset. Petugas pencegahan pencucian uang bank menulis, “Ada kemungkinan Huawei berusaha memindahkan dana agar terhindar dari pembekuan aset oleh penyidik sanksi Amerika Serikat.”
Perintah dari Beijing Tetap Mengalahkan Peringatan
Petugas kepatuhan ICBC di London meminta agar transaksi ditunda sampai asal-usul dana mendapat kejelasan. Namun, permintaan itu ditolak dan kantor pusat ICBC di Beijing memerintahkan transaksi tetap berjalan.
ICBC merupakan bank milik negara terbesar di China. Dalam dokumen tersebut, Huawei disebut sebagai “klien strategis” yang memperoleh perlakuan istimewa. Pemeriksaan ketat disebut kerap dikesampingkan setelah adanya arahan dari Beijing.
Setelah pemindahan dana selesai, bank juga membuka rekening baru bagi Huawei di negara lain. Langkah itu memudahkan pergerakan keuangan perusahaan setelah seluruh simpanannya di London ditarik.
Seorang pengamat keuangan menilai bank milik China beroperasi dengan aturan yang berbeda dari bank internasional lainnya. “Jika harus memilih mengikuti peraturan pengawas negara tempat beroperasi atau perintah dari partai di Beijing, yang menang adalah Beijing,” ungkapnya.
Hubungan Pembiayaan ICBC dan Ekspansi Huawei
Hampir tujuh tahun setelah peristiwa tersebut, sidang terhadap Huawei baru dimulai di New York. Jaksa penuntut menuduh perusahaan itu menjalankan pola kebohongan dan penipuan selama puluhan tahun, bahkan menyebut Huawei sebagai organisasi kriminal.
Pihak pembela menolak tuduhan tersebut. Mereka menyatakan bahwa keberhasilan Huawei diperoleh melalui kerja keras, bukan kejahatan.
Dokumen yang sama juga mengungkap bahwa ICBC telah menyalurkan pinjaman lebih dari US$2 miliar untuk proyek Huawei di berbagai negara sejak 2003. Negara-negara yang disebut antara lain Indonesia, Nigeria, Afrika Selatan, dan India.
Dukungan pembiayaan itu membantu Huawei menawarkan perangkat jaringan dengan harga murah di berbagai pasar. Selain itu, pembiayaan tersebut memperluas pengaruh teknologi China di sejumlah benua.
Dampak terhadap Pengawasan Perbankan
Pemindahan dana dalam jumlah besar pada akhir pekan menimbulkan pertanyaan tentang penerapan aturan kepatuhan perbankan. Terlebih lagi, transaksi tetap dilakukan meski petugas internal telah mencatat risiko pembekuan aset.
Peristiwa ini juga memperlihatkan hubungan erat antara kepentingan strategis negara, dukungan bank milik pemerintah, dan aktivitas perusahaan teknologi yang menghadapi proses hukum di luar negeri. Karena itu, kasus tersebut tidak hanya berkaitan dengan perpindahan dana, tetapi juga dengan tata kelola dan pengawasan keuangan lintas negara.
Proses persidangan di New York akan menjadi bagian penting dalam menentukan bagaimana tuduhan terhadap Huawei dinilai secara hukum. Sementara itu, pemindahan dana pada 2019 tetap menjadi sorotan karena melibatkan keputusan perbankan yang dilakukan secara cepat di tengah tekanan hukum internasional.