
Ruangojol.com - Jakarta, Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 sebagai pembaruan antarmuka terbaru untuk perangkat Xiaomi, Redmi, dan POCO. Sistem operasi ini membawa perubahan besar pada tampilan, kecerdasan buatan, performa, serta konektivitas ant perangkat.
HyperOS 4 Xiaomi hadir di tengah persaingan sistem operasi seluler yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan. Selain menyegarkan tampilan, Xiaomi memperdalam fungsi AI agar mampu memahami konteks penggunaan dan menjalankan perintah yang lebih kompleks.
Pembaruan ini menawarkan lima perubahan utama. Beberapa fitur tersedia secara luas pada perangkat yang mendukung HyperOS 4, sedangkan kemampuan tertentu membutuhkan perangkat dengan spesifikasi lebih tinggi.
Soft Light Glass mengubah tampilan HyperOS 4 Xiaomi
Perubahan visual paling mencolok hadir melalui efek Soft Light Glass. Fitur ini membawa bahasa desain menyerupai kaca cair atau liquid glass ke berbagai bagian antarmuka ponsel Xiaomi.
Efek tersebut menampilkan refraksi kaca dinamis, kartu berlapis, serta material buram transparan pada navigasi sistem. Penyegaran ini mencakup layar kunci, layar utama, ikon aplikasi, Pusat Kontrol, folder, dan widget.
Namun, perangkat flagship akan menikmati integrasi visual dengan performa paling optimal. Xiaomi menyiapkan kemampuan tersebut untuk perangkat yang memakai chipset seperti Snapdragon 8 Elite, Dimensity 9500, Xring O1, atau prosesor generasi terbaru lainnya.
Super XiaoAi 2.0 membawa kemampuan AI lebih luas
Xiaomi juga memperbarui asisten digital Super XiaoAi 2.0. Asisten ini menggunakan model bahasa besar MiMo V2.5 buatan Xiaomi dan kini memiliki memori jangka panjang yang lebih baik.
Selain itu, Super XiaoAi 2.0 mampu menjalankan perintah lintas aplikasi serta memahami konteks layar. Expert Mode membuatnya dapat menangani perintah multi-langkah yang lebih kompleks.
Misalnya, sistem dapat mempelajari preferensi pengguna untuk merencanakan jadwal liburan berdasarkan agenda dalam kalender. Asisten ini juga dapat membuat laporan riset, presentasi PowerPoint, situs web, hingga video melalui satu perintah teks.
Fitur Inspiration Ball turut memperluas fungsi asisten tersebut. Fitur ini menganalisis isi layar secara real-time dan memberikan saran tindakan yang relevan, seperti petunjuk arah, pembuatan agenda kalender, atau tautan belanja.
Aplikasi bawaan dan performa ikut mendapat pembaruan
Sejumlah aplikasi bawaan Xiaomi kini memanfaatkan kemampuan AI secara lebih fungsional. Aplikasi Recorder dapat mengenali skenario rapat, mengambil poin penting, lalu membuat ringkasan secara otomatis.
Sementara itu, AI Voice Notes mampu menarik kesimpulan dan membuat daftar tugas dari gambar yang dilampirkan. Papan ketik Super XiaoAi juga memperoleh fitur penyempurna input suara.
Di balik tampilan baru, Xiaomi merombak arsitektur sistem agar perangkat terasa lebih responsif. Sistem pra-pemuatan memori berbasis AI mempelajari pola penggunaan dan memuat aset aplikasi yang sering dibuka lebih awal.
Xiaomi mengklaim teknologi tersebut meningkatkan ketersediaan memori hingga 27,2 persen dan mempercepat peluncuran aplikasi sebesar 17 persen setelah penggunaan jangka panjang. Optimasi mesin HyperCore juga menghemat instruksi CPU yang mubazir hingga 14,4 persen dibandingkan HyperOS 3.
Menurut Xiaomi, navigasi pada aplikasi Galeri terasa 90 persen lebih lancar. Waktu cold startup aplikasi Kamera berkurang 200 milidetik, sedangkan pemrosesan foto HDR berlangsung dalam 240 milidetik.
Layar kunci dan notifikasi tampil lebih fleksibel
HyperOS 4 menghadirkan perombakan menyeluruh pada layar kunci. Pengguna dapat merenggangkan, mengubah ukuran, dan memindahkan posisi angka maupun teks jam secara lebih bebas.
Selain itu, Xiaomi mengganti notifikasi yang bertumpuk dengan format vertikal yang lebih rapi. Sistem juga memakai efek kedalaman spasial untuk memisahkan subjek foto, teks, tanggal, dan jam secara mulus di sekitar objek latar depan.
Dual-Phone Syncing menghubungkan dua perangkat Xiaomi
Fitur terakhir bernama Dual-Phone Syncing. Kemampuan ini memungkinkan dua ponsel Xiaomi, Redmi, atau POCO berbagi panggilan masuk dan kode verifikasi SMS atau OTP secara real-time.
Sinkronisasi tersebut tidak membutuhkan Bluetooth atau jaringan Wi-Fi yang sama. Kedua perangkat terhubung melalui internet sehingga tetap dapat berkomunikasi meski memakai penyedia layanan seluler berbeda.
Pengguna cukup masuk ke akun Xiaomi yang sama pada kedua ponsel. Perangkat penerima harus menjalankan HyperOS 4, sedangkan perangkat pengirim minimal menggunakan HyperOS 3.
Saat ini, Dual-Phone Syncing masih terbatas untuk wilayah Tiongkok. Xiaomi berencana memperluas jangkauan fitur tersebut ke pasar global. Pengguna dapat memantau pembaruan perangkat secara berkala untuk mengetahui ketersediaan HyperOS 4.