Regulatory Sandbox OJK Menilai Kesiapan Tokenisasi Aset dan Stablecoin

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Regulatory Sandbox OJK Menilai Kesiapan Tokenisasi Aset dan Stablecoin

Ruangojol.com - Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menguji sejumlah inovasi keuangan digital melalui regulatory sandbox OJK. Pengujian itu mencakup tokenisasi emas, surat berharga negara (SBN), manfaat properti, crypto asset fund, kustodian aset keuangan digital, hingga stablecoin.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pengujian tersebut tidak hanya berfokus pada kecanggihan teknologi. OJK juga menilai dampak, kelayakan model bisnis, pengelolaan risiko, serta manfaat inovasi bagi masyarakat.

Friderica menyampaikan hal itu dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (24/9). Menurut dia, inovasi keuangan digital harus mampu memberikan dampak nyata dan ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

OJK Uji Beragam Inovasi Keuangan Digital

Melalui regulatory sandbox OJK, regulator menguji berbagai bentuk inovasi yang berpotensi memperluas akses masyarakat terhadap produk keuangan. Salah satu fokusnya ialah tokenisasi aset, yaitu pengembangan representasi digital dari aset tertentu dalam ekosistem keuangan.

Jenis inovasi yang masuk dalam pengujian cukup beragam. OJK mencakup tokenisasi emas, SBN, manfaat properti, crypto asset fund, kustodian aset keuangan digital, dan stablecoin.

Friderica menegaskan bahwa setiap inovasi perlu melalui penilaian menyeluruh. OJK menilai kesiapan teknologi, kelayakan model bisnis, pengelolaan risiko, dan pelindungan konsumen.

“Tidak hanya melihat inovasi itu canggih secara teknologi, tapi apakah teknologi itu berdampak dan terutama dalam menyejahterakan masyarakat Indonesia,” ujar Friderica.

Dengan pendekatan tersebut, proses pengujian tidak berhenti pada aspek teknis. OJK juga mempertimbangkan kesiapan inovasi untuk beroperasi secara aman dan memberikan manfaat bagi pengguna.

Kelulusan Sandbox Memerlukan Jalur Implementasi

Friderica mengatakan inovasi yang lulus regulatory sandbox belum otomatis dapat diterapkan secara luas. Inovasi tersebut masih memerlukan jalur implementasi yang jelas agar pengembangannya berjalan terarah.

OJK menyiapkan empat fondasi untuk mendukung proses itu. Fondasi tersebut meliputi roadmap sebagai arah, pengaturan sebagai landasan, infrastruktur sebagai penopang operasional, serta kerja sama lintas kementerian dan lembaga.

  • Roadmap untuk menentukan arah pengembangan inovasi.
  • Pengaturan sebagai landasan pelaksanaan.
  • Infrastruktur untuk mendukung kegiatan operasional.
  • Kerja sama lintas kementerian dan lembaga sebagai penggerak.

Menurut Friderica, keempat fondasi itu perlu berjalan selaras. Karena itu, hasil pengujian harus terhubung dengan kerangka aturan dan infrastruktur yang mendukung penerapan inovasi.

Selain itu, pelindungan konsumen tetap menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Aspek ini mencakup pengelolaan risiko dan penyediaan informasi yang transparan bagi masyarakat.

Pasar Sekunder dan Keamanan Aset Jadi Perhatian

OJK juga menilai pengembangan pasar sekunder sebagai bagian penting dari penerapan inovasi keuangan digital. Pasar sekunder dapat mendukung keberlanjutan transaksi setelah suatu inovasi memperoleh jalur implementasi.

Pengembangan itu memerlukan penyimpanan aset yang aman dan transparan. Selain itu, penyelenggara perlu menyediakan informasi transparan serta memastikan transaksi berlangsung secara andal.

Dengan demikian, ekosistem digital tidak hanya membutuhkan teknologi yang canggih. Ekosistem tersebut juga memerlukan tata kelola, infrastruktur, dan mekanisme transaksi yang dapat mendukung kepercayaan pengguna.

Dorong Akses Pembiayaan dan Investasi

Friderica menyampaikan bahwa keberhasilan regulatory sandbox OJK dapat membantu membangun ekosistem keuangan digital yang produktif. Ekosistem itu berpotensi memperluas akses pembiayaan dan investasi.

Namun, manfaat tersebut bergantung pada kesiapan setiap inovasi dalam memenuhi aspek teknologi, bisnis, risiko, dan pelindungan konsumen. Oleh karena itu, proses pengujian menjadi tahap penting sebelum inovasi berjalan lebih luas.

OJK berharap pengembangan inovasi keuangan digital dapat memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia. Penguatan kerja sama antarlembaga juga menjadi bagian penting agar implementasi berlangsung secara terarah dan bertanggung jawab.

“Dengan demikian dapat kami sampaikan bahwa keberhasilan sandbox dapat menjadi ekosistem keuangan digital yang produktif, memperluas akses pembiayaan dan investasi, serta tentunya berkontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia,” pungkas Friderica.

Jaya Purnama
Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan