Saham Apple Tembus Rekor US$345,34 Usai John Ternus Pimpin Perusahaan

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Saham Apple Tembus Rekor US$345,34 Usai John Ternus Pimpin Perusahaan

Ruangojol.com - Jakarta, saham Apple mencetak rekor tertinggi sepanjang masa sekitar tiga pekan setelah John Ternus resmi mengambil alih posisi CEO dari Tim Cook.

Saham Apple dengan kode AAPL sempat menyentuh US$345,34 per saham atau sekitar Rp6,15 juta pada Selasa, 22 September 2026. Harga tersebut muncul sesaat setelah perdagangan di bursa Amerika Serikat dibuka.

Mengutip Reuters, level itu menjadi rekor intraday baru bagi Apple. Pencapaian tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar US$344,57 yang tercatat pada 29 Juli 2026.

Dengan demikian, saham Apple kembali mencapai level tertinggi setelah sempat menghadapi tekanan dalam beberapa bulan sebelumnya. Pergerakan ini turut menarik perhatian investor terhadap arah perusahaan di bawah kepemimpinan baru.

Saham Apple Sempat Turun Sekitar 10 Persen

Sebelum John Ternus mengambil alih jabatan CEO, Apple sudah memiliki valuasi yang sangat tinggi. Namun, hasil kuartalan terakhir perusahaan membuat sahamnya turun sekitar 10 persen.

Pada hari Tim Cook menyerahkan kepemimpinan kepada Ternus, saham Apple ditutup di US$316,85. Saat itu, kapitalisasi pasar Apple berada di sekitar US$4,68 triliun.

Setelah Ternus resmi menjadi CEO, saham Apple juga sempat melemah hingga sekitar 3 persen. Penurunan tersebut terjadi menjelang acara “Surprise and Shine” pada 9 September 2026.

Meski sempat tertekan, saham Apple kemudian bergerak naik hingga menembus rekor baru. Investor melihat perkembangan produk dan strategi teknologi sebagai faktor penting dalam menilai prospek perusahaan.

Investor Menyoroti Inovasi dan Persaingan AI

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa debut Ternus sebagai CEO berlangsung pada periode penting bagi Apple. Perusahaan menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam pengembangan kecerdasan buatan atau AI.

Investor menaruh perhatian pada kemampuan Apple menghadirkan inovasi perangkat keras. Selain itu, pasar juga mencermati upaya perusahaan untuk mengejar ketertinggalan dalam persaingan teknologi AI.

Perubahan kepemimpinan tersebut membuat arah strategi Apple menjadi salah satu perhatian utama pasar. Ternus perlu melanjutkan strategi perusahaan sekaligus menjawab tantangan dari perkembangan teknologi AI.

Kenaikan saham Apple setelah pergantian CEO menunjukkan bahwa pasar terus memantau langkah awal kepemimpinan Ternus. Namun, pergerakan saham tetap berlangsung setelah Apple sebelumnya mengalami penurunan akibat hasil kuartalan terakhir.

John Ternus Menggantikan Tim Cook

John Ternus resmi menggantikan Tim Cook sebagai CEO Apple pada 1 September 2026. Sementara itu, Cook beralih ke posisi Executive Chairman.

Apple telah mengumumkan penunjukan Ternus sebagai CEO pada April 2026. Ternus bergabung dengan Apple pada 2001 dan kemudian memimpin divisi hardware engineering.

Pengalaman panjang Ternus di Apple menjadi bagian penting dari transisi kepemimpinan tersebut. Kini, ia bertugas melanjutkan strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan teknologi yang semakin intensif.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Cook meninggalkan posisi CEO setelah membawa nilai perusahaan dari sekitar US$350 miliar menjadi sekitar US$4,5 triliun. Setelah pergantian tersebut, perhatian investor beralih pada kemampuan Ternus menjaga pertumbuhan Apple.

Pencapaian saham Apple di level US$345,34 menjadi perkembangan penting pada awal masa kepemimpinan Ternus. Selanjutnya, pasar akan terus mencermati kinerja perusahaan, inovasi perangkat keras, serta strategi Apple dalam menghadapi persaingan AI.

Jaya Purnama
Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan