
Ruangojol.com - Jakarta, Volvo menyiapkan 13 model baru hingga akhir 2030. Rencana ini mencakup kendaraan listrik dan kendaraan hibrida untuk memperluas pilihan pelanggan di berbagai wilayah.
Pengumuman tersebut disampaikan setelah Volvo memperkenalkan versi terbaru XC40, EX40, EC40, dan XC60. Perusahaan juga memperkenalkan powertrain plug-in hybrid baru untuk XC60 dan XC90.
Powertrain plug-in hybrid tersebut menawarkan jangkauan hingga 124 mil atau sekitar 200 kilometer dalam mode listrik murni. Volvo menyebut langkah ini sebagai bagian dari ofensif produk untuk menghadapi perubahan kebutuhan pasar.
13 Model Baru Volvo Dibagi untuk Dua Kawasan
Dari total 13 model baru Volvo, tujuh model ditujukan untuk pasar Barat, termasuk Eropa dan Amerika Utara. Sementara itu, enam model lainnya disiapkan untuk pasar China.
Volvo belum mengungkapkan seluruh detail mengenai nama dan spesifikasi setiap model. Namun, perusahaan telah mengonfirmasi bahwa jajaran masa depannya akan mencakup kendaraan di segmen baru.
Salah satu kemungkinan yang menarik perhatian adalah kembalinya mobil station wagon. Model tersebut pernah menjadi bagian penting dari sejarah Volvo dan dikenal memiliki karakter praktis untuk kebutuhan keluarga.
EV dan Hibrida Jadi Penopang Strategi Volvo
Volvo ingin menggandakan pangsa pasarnya dengan menghadirkan lebih banyak kendaraan listrik. Di sisi lain, perusahaan tetap menyiapkan hibrida generasi ketiga bagi pelanggan yang belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa Volvo tidak hanya mengandalkan satu jenis teknologi penggerak. Perusahaan berupaya menyesuaikan produknya dengan kesiapan konsumen dan kondisi pasar di setiap wilayah.
Hakan Samuelsson, presiden dan CEO Volvo, mengatakan showroom perusahaan akan terlihat sangat berbeda pada 2030. Pernyataan itu disampaikan setelah pengumuman rencana 13 model baru tersebut, seperti dikutip Carscoops.
Empat Pilar Ofensif Produk Volvo
Volvo menyebut ada empat pilar yang mendukung rencana pengembangan produknya. Pilar pertama adalah penawaran produk yang disesuaikan dengan karakter setiap wilayah.
- Kepemimpinan dalam elektrifikasi.
- Sinergi dengan Geely.
- Penawaran pelanggan yang lengkap, melampaui sekadar mobil.
- Pengembangan produk sesuai kebutuhan pasar regional.
Selain memperluas pilihan kendaraan, Volvo juga menjanjikan pembaruan perangkat lunak melalui sistem over-the-air secara berkala. Pembaruan ini memungkinkan kendaraan menerima peningkatan perangkat lunak tanpa harus selalu melalui proses konvensional.
Volvo Ingin Mempermudah Proses Pembelian
Perusahaan juga berencana membuat pembelian kendaraan baru lebih mudah dan transparan. Upaya tersebut mencakup penawaran khusus serta varian model dengan pengiriman cepat.
Dengan kombinasi kendaraan listrik, hibrida, pembaruan perangkat lunak, dan layanan pembelian yang lebih sederhana, Volvo berharap dapat menjangkau lebih banyak pelanggan. Rangkaian model baru hingga 2030 akan menjadi bagian penting dari perubahan tersebut.
Rencana ini sekaligus memperlihatkan arah Volvo dalam menghadapi masa depan industri otomotif. Elektrifikasi tetap menjadi fokus utama, tetapi teknologi hibrida masih dipertahankan untuk menjembatani kebutuhan konsumen yang beragam.