5 Gadget yang Diprediksi Makin Mahal Menjelang 2027, Ini Penyebabnya

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

5 Gadget yang Diprediksi Makin Mahal Menjelang 2027, Ini Penyebabnya

RuangOjol.com - Jakarta, Harga gadget diprediksi semakin mahal menjelang 2027 seiring meningkatnya biaya komponen elektronik di pasar global. Krisis pasokan memori, lonjakan harga bahan baku baterai, serta regulasi baru menjadi sejumlah faktor yang berpotensi menekan harga perangkat teknologi.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi konsumen yang berencana membeli ponsel pintar, konsol game, hingga perangkat pendukung koneksi internet. Selain itu, produsen juga menghadapi tekanan untuk menjaga ketersediaan produk tanpa membebankan seluruh kenaikan biaya kepada pembeli.

Samsung bahkan memperingatkan bahwa kelangkaan komponen berpotensi berlanjut hingga 2028. Dengan demikian, tahun 2027 diperkirakan menjadi periode yang berat bagi industri teknologi, terutama jika permintaan komponen tetap tinggi.

Salah satu penyebab utamanya ialah meningkatnya kebutuhan memori DRAM dan penyimpanan NAND flash. Permintaan dari industri kecerdasan buatan atau AI serta layanan komputasi awan ikut memberikan tekanan terhadap pasokan komponen tersebut.

Dampaknya tidak hanya terasa pada ponsel kelas atas. Perangkat hiburan, pengisi daya portabel, dan router internet juga berpotensi mengalami kenaikan harga. Bahkan, sejumlah produsen telah melakukan penyesuaian harga sebelum memasuki 2027.

1. Smartphone Berpotensi Mengalami Kenaikan Harga

Ponsel pintar menjadi salah satu perangkat yang paling rentan terhadap kenaikan biaya komponen. Produsen membutuhkan memori dan penyimpanan berkapasitas besar untuk mendukung berbagai fitur modern, termasuk pemrosesan AI pada perangkat.

Apple diperkirakan menghadapi tekanan biaya untuk lini iPhone berikutnya. Meskipun perusahaan sempat mengamankan harga sejumlah komponen pada kuartal akhir 2026, kenaikan biaya DRAM dan penyimpanan dapat mendorong penyesuaian harga selanjutnya.

Produsen Android juga menghadapi tantangan serupa. Laporan Omdia memperkirakan ketersediaan ponsel pintar dengan harga di bawah USD 400 atau sekitar Rp7,1 juta dapat turun hingga 22 persen akibat kenaikan biaya memori.

Sementara itu, lini Samsung Galaxy S27 dirumorkan berpotensi mengalami kenaikan harga. Namun, besaran penyesuaian tersebut masih bergantung pada keputusan produsen dan perkembangan biaya komponen.

Analisis IDC juga mengindikasikan bahwa harga ponsel yang lebih tinggi dapat menjadi standar baru di pasar. Segmen ponsel kelas pemula berpotensi merasakan tekanan paling besar karena produsen memiliki ruang lebih terbatas untuk menyerap kenaikan biaya.

Akibatnya, konsumen mungkin perlu mengeluarkan dana lebih besar untuk mendapatkan spesifikasi yang sebelumnya tersedia dengan harga lebih terjangkau. Pilihan ponsel murah juga berpotensi semakin terbatas apabila tekanan biaya terus berlanjut.

2. Harga Powerbank Tertekan Kenaikan Biaya Baterai

Powerbank juga berpotensi mengalami kenaikan harga meskipun perangkat ini tidak terlalu bergantung pada memori DRAM. Penyebab utamanya berasal dari kenaikan harga bahan baku baterai lithium-ion yang digunakan untuk menyimpan energi.

Sepanjang 2026, harga sejumlah bahan kimia penting, termasuk lithium heksafluorofosfat dan lithium karbonat, mengalami kenaikan. Kondisi tersebut menambah beban biaya bagi produsen baterai dan perangkat pengisi daya portabel.

Selain itu, industri kendaraan listrik dan pusat data AI ikut meningkatkan persaingan untuk memperoleh pasokan baterai. Kedua sektor tersebut membutuhkan energi dalam jumlah besar, sehingga permintaan bahan baku dapat memberikan tekanan tambahan terhadap rantai pasokan.

Faktor regulasi juga berpengaruh terhadap biaya produksi powerbank. Otoritas penerbangan Tiongkok atau CAAC menerapkan persyaratan keselamatan yang mencakup sertifikasi 3C dan pengujian ketahanan terhadap suhu ekstrem.

Persyaratan tersebut dapat menambah biaya pengujian, sertifikasi, dan pengembangan produk. Produsen kemudian menghadapi pilihan untuk menyerap tambahan biaya atau menyesuaikan harga jual.

Bagi konsumen, kondisi ini menjadi alasan untuk mempertimbangkan kapasitas, kualitas baterai, serta sertifikasi keselamatan sebelum membeli powerbank. Harga murah saja tidak cukup untuk menentukan apakah sebuah perangkat layak digunakan.

3. TV Stick dan Perangkat Streaming Ikut Terdampak

Perangkat streaming seperti Roku, Amazon Fire TV Stick, dan Apple TV juga menghadapi tekanan biaya komponen. Perangkat berukuran kecil tersebut tetap membutuhkan cip, memori, serta komponen penyimpanan untuk menjalankan berbagai layanan hiburan digital.

Di Amerika Serikat, Roku dilaporkan telah menaikkan sejumlah harga produknya hingga 60 persen pada 2026. Salah satu contohnya ialah Roku Ultra, yang harganya naik dari USD 100 menjadi USD 150.

Kenaikan tersebut setara dengan perubahan harga dari sekitar Rp1,7 juta menjadi Rp2,6 juta berdasarkan perkiraan konversi dalam laporan. Sementara itu, Amazon dan Apple juga mengambil langkah penyesuaian harga pada perangkat hiburan mereka.

Tekanan pasokan komponen diperkirakan masih berlangsung hingga 2027. Karena itu, konsumen tidak sebaiknya menganggap harga perangkat streaming akan segera kembali ke tingkat sebelumnya.

Meski demikian, keputusan membeli tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan penggunaan. Jika perangkat lama masih berfungsi dengan baik, konsumen dapat menunda penggantian sampai tersedia produk baru dengan harga dan fitur yang lebih sesuai.

Menunggu juga memberikan kesempatan untuk membandingkan pilihan perangkat. Namun, waktu pembelian ideal tetap bergantung pada kondisi pasar, kebijakan produsen, dan kebutuhan masing-masing pengguna.

4. Konsol Game Menghadapi Tekanan Biaya Memori

Industri konsol game menghadapi tantangan serupa karena perangkat ini membutuhkan memori dan penyimpanan berkapasitas besar. Komponen tersebut berperan penting dalam mendukung kinerja permainan, waktu pemuatan, serta penyimpanan data.

CEO Xbox, Asha Sharma, mengungkapkan melalui memo internal pada Juni 2026 bahwa perusahaan menghadapi krisis komponen perangkat keras. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa produsen konsol juga harus beradaptasi dengan perubahan pasokan dan biaya produksi.

Menjelang musim liburan 2027, biaya penyimpanan yang ditanggung Microsoft diperkirakan meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan dua tahun sebelumnya. Sementara itu, harga Xbox Series X dilaporkan telah naik sekitar 60 persen sejak peluncuran awalnya.

Sony mengambil langkah berbeda dengan mengamankan pasokan memori untuk PS5 hingga Maret 2027. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga dalam periode tersebut.

Namun, strategi Sony setelah Maret 2027 masih menjadi perhatian. Jika tekanan biaya berlanjut setelah periode pengamanan pasokan berakhir, perusahaan mungkin perlu mengevaluasi kebijakan harga berikutnya.

Nintendo juga telah menyesuaikan harga Nintendo Switch 2. Perubahan ini menunjukkan bahwa tekanan biaya komponen tidak hanya memengaruhi satu produsen, melainkan berpotensi meluas ke berbagai segmen konsol.

Karena itu, penggemar game yang berencana membeli konsol baru perlu memperhitungkan anggaran secara lebih cermat. Selain harga perangkat utama, mereka juga sebaiknya mempertimbangkan biaya aksesori, penyimpanan tambahan, dan permainan.

5. Router Internet Berpotensi Semakin Mahal

Router internet rumah tangga juga menghadapi tekanan harga akibat kenaikan biaya memori. Perangkat ini membutuhkan komponen untuk mengelola lalu lintas data, menjaga koneksi, dan mendukung berbagai fitur jaringan.

Pada 2026, harga memori khusus untuk perangkat pita lebar atau broadband dilaporkan melonjak hingga hampir 700 persen. Kenaikan tersebut menambah tekanan terhadap produsen router yang harus menjaga biaya produksi tetap terkendali.

Persoalan pasokan semakin rumit karena produsen router sering kali memperoleh sisa pasokan memori setelah kebutuhan pembuat ponsel pintar dipenuhi. Akibatnya, produsen perangkat jaringan dapat menghadapi biaya lebih tinggi untuk mendapatkan komponen yang dibutuhkan.

Di Amerika Serikat, kebijakan baru dari Federal Communications Commission atau FCC turut menambah tantangan. Aturan tersebut membatasi penggunaan router buatan luar negeri atas dasar keamanan nasional.

Pembatasan dan persyaratan sertifikasi baru berpotensi meningkatkan biaya manufaktur. Produsen perlu menyesuaikan proses pengadaan serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Pada akhirnya, tambahan biaya tersebut dapat memengaruhi harga jual router kepada konsumen. Pengguna internet rumah tangga maupun pelaku usaha kecil perlu mempertimbangkan kondisi ini ketika merencanakan penggantian perangkat jaringan.

Mengapa Harga Gadget Bisa Terus Naik Menjelang 2027?

Kenaikan harga gadget tidak hanya bergantung pada satu komponen. Sejumlah faktor dapat bekerja secara bersamaan dan memengaruhi biaya produksi dari hulu hingga produk siap dijual.

Berikut beberapa faktor utama yang perlu diperhatikan:

  • Permintaan memori dari industri AI: pusat data dan layanan AI membutuhkan komponen dalam jumlah besar, sehingga persaingan pasokan dapat meningkat.
  • Kenaikan harga penyimpanan: biaya DRAM dan NAND flash dapat menekan margin produsen perangkat elektronik.
  • Bahan baku baterai: perubahan harga bahan kimia baterai memengaruhi biaya produksi powerbank dan perangkat portabel lainnya.
  • Regulasi keselamatan dan keamanan: kewajiban pengujian serta sertifikasi dapat meningkatkan biaya pengembangan dan manufaktur.
  • Strategi produsen: perusahaan dapat memilih menaikkan harga, mengurangi margin keuntungan, atau menyesuaikan spesifikasi produk untuk menghadapi tekanan biaya.

Meskipun demikian, kenaikan harga tidak selalu terjadi secara seragam. Setiap produsen memiliki strategi pengadaan, persediaan komponen, dan kebijakan harga yang berbeda.

Selain itu, nilai tukar mata uang, biaya distribusi, pajak, serta persaingan pasar dapat memengaruhi harga yang dibayar konsumen di Indonesia. Oleh karena itu, perubahan harga di Amerika Serikat atau pasar global tidak otomatis menghasilkan kenaikan dengan persentase yang sama di Indonesia.

Tips Membeli Gadget agar Anggaran Tetap Terkendali

Di tengah potensi kenaikan harga, konsumen tetap memiliki beberapa cara untuk mengelola anggaran. Langkah pertama ialah menentukan kebutuhan utama sebelum membeli perangkat baru.

Berikut beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan:

  • Evaluasi perangkat lama. Jika ponsel, router, atau konsol masih berfungsi dengan baik, pertimbangkan untuk menggunakannya lebih lama.
  • Bandingkan beberapa pilihan. Periksa spesifikasi, garansi, dukungan perangkat lunak, dan harga dari sejumlah produsen.
  • Utamakan fitur yang dibutuhkan. Hindari membayar lebih untuk kapasitas atau fitur yang jarang digunakan.
  • Pantau promosi resmi. Diskon musiman dan program penjualan resmi dapat membantu mengurangi biaya pembelian.
  • Periksa keamanan produk. Untuk powerbank dan perangkat jaringan, pastikan produk memenuhi persyaratan keselamatan serta memiliki dukungan garansi yang jelas.

Konsumen juga sebaiknya tidak terburu-buru membeli hanya karena khawatir harga akan naik. Bandingkan kebutuhan, kemampuan anggaran, dan manfaat perangkat sebelum mengambil keputusan.

Kesimpulan

Harga gadget menjelang 2027 berpotensi meningkat akibat tekanan pasokan memori, kenaikan biaya baterai, serta perubahan regulasi. Smartphone, powerbank, perangkat streaming, konsol game, dan router internet termasuk lima kategori yang perlu mendapat perhatian.

Namun, besaran kenaikan harga setiap perangkat masih bergantung pada kondisi pasar dan keputusan masing-masing produsen. Perkiraan tersebut juga tidak berarti semua produk pasti mengalami kenaikan dengan persentase yang sama.

Bagi konsumen Indonesia, langkah terbaik ialah merencanakan pembelian berdasarkan kebutuhan nyata, membandingkan harga, dan memanfaatkan perangkat yang masih layak digunakan. Dengan perencanaan yang tepat, pengeluaran untuk teknologi dapat tetap terkendali meskipun pasar menghadapi tekanan biaya.

FAQ: Pertanyaan Seputar Kenaikan Harga Gadget

Apakah harga gadget pasti naik pada 2027?

Tidak semua gadget pasti mengalami kenaikan harga. Namun, tekanan biaya komponen dan potensi kelangkaan pasokan dapat mendorong sejumlah produsen menyesuaikan harga jual.

Gadget apa saja yang berpotensi semakin mahal?

Lima kategori yang berpotensi terdampak ialah smartphone, powerbank, perangkat streaming, konsol game, dan router internet.

Mengapa kebutuhan AI memengaruhi harga perangkat elektronik?

Infrastruktur AI dan pusat data membutuhkan memori serta komponen penyimpanan dalam jumlah besar. Permintaan tersebut dapat meningkatkan persaingan untuk memperoleh pasokan dan menekan harga komponen.

Apakah konsumen perlu membeli gadget sekarang?

Keputusan tersebut bergantung pada kebutuhan dan anggaran. Jika perangkat lama masih berfungsi dengan baik, konsumen dapat menunda pembelian sambil memantau perkembangan harga dan membandingkan pilihan yang tersedia.

Jaya Purnama
Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan