
Ruangojol.com - Bitcoin ditarik dari Binance dalam jumlah besar ketika arus dana ETF spot Amerika Serikat bergerak berlawanan. Cadangan bursa itu berkurang lebih dari 40 ribu BTC dalam 15 hari, dengan nilai sekitar US$ 3,3 miliar atau Rp 59 triliun berdasarkan asumsi kurs Rp 17.880 per dolar AS.
Pergerakan ini memunculkan dua kemungkinan yang sama-sama perlu dicermati: investor sedang mengumpulkan Bitcoin untuk disimpan lebih lama, atau pemilik aset hanya memindahkan tempat penyimpanannya. Data penarikan bursa memberi petunjuk, tetapi belum cukup untuk memastikan alasan setiap investor.
Cadangan Bitcoin Binance turun lebih dari 40 ribu BTC
Cadangan Bitcoin Binance tercatat turun dari 704.800 BTC pada 20 September menjadi 663.100 BTC. Penurunan tersebut berlangsung di tengah perhatian pelaku pasar terhadap arus koin dari bursa dengan simpanan Bitcoin terbesar itu.
Menurut analis CryptoQuant Darkfost, pekan sebelumnya mencatat arus keluar mingguan Binance terkuat sejak Juni 2023. Sekitar 23.100 BTC meninggalkan bursa dalam periode tersebut. Ia menilai penarikan yang terjadi sejalan dengan investor yang membeli dan memindahkan aset, saat harga Bitcoin berkonsolidasi di sekitar US$ 85.000.
Perbedaan antara menyimpan aset di bursa dan di dompet pribadi ikut menjelaskan mengapa arus keluar kerap diperhatikan. Bitcoin yang tersimpan di bursa relatif mudah dijual melalui platform perdagangan. Sebaliknya, pemindahan ke penyimpanan pribadi membutuhkan langkah tambahan sebelum aset dapat diperdagangkan kembali.
Karena itu, penarikan bisa dibaca sebagai tanda bahwa sebagian pemilik memilih menahan koin, bukan langsung menjualnya. Namun, perpindahan tersebut juga dapat mencerminkan perubahan pengelolaan aset atau tempat penyimpanan. Data cadangan bursa sendiri tidak mengungkap tujuan akhir maupun niat masing-masing pemilik.
Di pasar, Bitcoin diperdagangkan mendekati US$ 86.000 atau sekitar Rp 1,5 miliar per koin. Harganya turun 0,3 persen dalam 24 jam terakhir. Angka tersebut menjadi gambaran pergerakan harga jangka pendek, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab arus keluar dari Binance.
ETF Bitcoin spot AS berbalik mencatat arus keluar
Sinyal dari produk investasi institusional bergerak berbeda. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih sekitar US$ 90 juta atau Rp 1,6 triliun pada Senin. Arus keluar itu menjadi yang pertama untuk kelompok ETF tersebut selama Oktober.
IBIT, produk milik BlackRock, menjadi satu-satunya dari 12 dana yang masih membukukan arus masuk. Sementara itu, arus masuk bersih mingguan sebelumnya telah turun 87,7 persen menjadi US$ 208,1 juta atau Rp 3,7 triliun, menurut laporan firma riset Glassnode.
Perbedaan antara penarikan dari Binance dan arus ETF membuat gambaran pasar tidak sepenuhnya satu arah. Sebagian koin keluar dari bursa, tetapi dana yang masuk ke produk ETF melemah dan kemudian berubah menjadi arus keluar harian. Kedua data itu mengukur aktivitas berbeda, sehingga tidak tepat menyimpulkan bahwa satu angka otomatis menjelaskan angka lainnya.
Glassnode juga mengukur MVRV ETF, indikator yang membandingkan nilai pasar kepemilikan ETF dengan biaya akuisisinya. Indikator tersebut naik ke 1,5, melampaui kisaran tertinggi historisnya. Menurut Glassnode, posisi itu menunjukkan rata-rata pemegang ETF memiliki keuntungan belum terealisasi yang relatif besar.
Keuntungan yang belum direalisasikan belum menjadi hasil penjualan. Meski demikian, kondisi tersebut dapat membuat sebagian pemegang mempertimbangkan aksi ambil untung. Potensi itu menjadi salah satu faktor yang bisa menambah tekanan jual, terutama ketika arus dana ETF sedang melemah.
Posisi futures masih menunjukkan leverage tinggi
Aktivitas di pasar derivatif memberi gambaran tambahan mengenai posisi trader. Data Coinglass menunjukkan nilai kontrak futures terbuka atau open interest turun 3,8 persen dalam sepekan menjadi US$ 36,6 miliar, setara Rp 654,5 triliun.
Penurunan open interest berarti nilai kontrak yang masih berjalan menyusut, tetapi belum menghapus risiko dari penggunaan leverage. Glassnode menyebut open interest masih berada dekat kisaran tertingginya. Dengan demikian, leverage dalam sistem tetap tinggi meski indikator tersebut telah turun dalam sepekan.
Pada saat yang sama, trader yang mempertahankan posisi long membayar lebih mahal untuk mempertahankan posisi bullish. Pembayaran funding harian untuk taruhan kenaikan harga meningkat 57,3 persen menjadi US$ 1,5 juta atau sekitar Rp 26,8 miliar.
Funding yang meningkat menandakan biaya posisi long bertambah dalam pengukuran tersebut. Namun, angka ini bukan kepastian bahwa harga akan naik ataupun turun. Ketika open interest masih tinggi, perubahan harga dapat berdampak lebih besar terhadap posisi berleverage dan membuat pergerakan pasar lebih sensitif.
Tekanan jual mereda, aktivitas jaringan meningkat
Di sisi lain, beberapa indikator menunjukkan tekanan jual mulai berkurang. Cumulative volume delta atau CVD Glassnode pulih 90,7 persen. Data itu menunjukkan tekanan jual besar yang muncul di balik penurunan harga pada Senin sebelumnya sebagian besar telah mereda.
Aktivitas jaringan juga meningkat selama sepekan. Jumlah alamat Bitcoin aktif bertambah 6,1 persen menjadi 675.800, melampaui kisaran tertingginya, menurut Glassnode. Kenaikan ini menggambarkan lebih banyak alamat yang beraktivitas, tetapi tidak serta-merta menunjukkan jumlah pengguna unik karena satu pihak dapat mengelola lebih dari satu alamat.
Glassnode turut mencatat kenaikan porsi modal “panas”, yaitu bagian nilai jaringan yang dipegang investor yang membeli Bitcoin dalam tiga bulan terakhir. Porsinya naik dari 18,9 persen menjadi 19,5 persen. Sementara itu, sekitar 73,6 persen pasokan Bitcoin berada dalam posisi untung.
Gabungan data tersebut memperlihatkan pasar dengan sinyal beragam. Arus keluar Binance dan pemulihan CVD dapat mendukung pandangan bahwa tekanan jual melemah, sedangkan arus keluar ETF, keuntungan belum terealisasi, dan leverage tinggi tetap menjadi faktor risiko.
Investor karena itu perlu membedakan antara perpindahan koin, arus dana produk investasi, dan transaksi derivatif. Ketiganya menggambarkan bagian pasar yang berbeda. Penarikan lebih dari 40 ribu BTC patut diperhatikan, tetapi belum cukup untuk memastikan bahwa pasar sedang memasuki fase akumulasi atau harga akan segera bergerak ke satu arah.