
Ruangojol.com - Indonesia, BYD M6 DM mencatat penjualan 4.423 unit sepanjang Juni hingga Agustus 2026. Angka tersebut membuat M6 DM menjadi mobil PHEV terlaris di Indonesia, tetapi penjualannya masih berada di bawah Toyota Veloz HEV.
BYD M6 DM menjadi salah satu model baru di segmen LMPV ramah lingkungan. Model ini menarik perhatian karena menawarkan teknologi plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV di kelas yang sebelumnya masih minim pilihan.
Sementara itu, Toyota Veloz HEV terus mencatat penjualan tinggi sejak awal 2026. Dalam tiga bulan terakhir, Veloz HEV terjual 7.105 unit, sehingga jaraknya cukup jauh dari capaian BYD M6 DM.
BYD M6 DM Terjual Lebih dari 1.000 Unit per Bulan
BYD M6 DM mulai mencatat penjualan di Indonesia pada Juni 2026. Pada bulan pertamanya, model tersebut langsung membukukan penjualan sebanyak 1.825 unit.
Kemudian, penjualan M6 DM mencapai 1.437 unit pada Juli. Angka tersebut kembali turun menjadi 1.161 unit pada Agustus. Dengan demikian, total penjualan M6 DM selama tiga bulan mencapai 4.423 unit.
Meski angka tersebut belum mampu menandingi Veloz HEV, pencapaian M6 DM tetap penting bagi pasar LMPV. Pasalnya, model ini hadir dengan teknologi PHEV ketika pilihan kendaraan ramah lingkungan di segmen tersebut masih terbatas.
Selain itu, M6 DM berhasil menjadi mobil PHEV dengan penjualan tertinggi di Indonesia hingga Agustus 2026. Pencapaian tersebut juga menempatkannya di atas sejumlah model PHEV lain yang bermain di pasar Indonesia.
Veloz HEV Masih Unggul dalam Penjualan
Toyota Veloz HEV memiliki posisi berbeda karena Toyota menghadirkannya sebagai pilihan hybrid untuk konsumen yang mencari MPV keluarga dengan harga lebih terjangkau.
Sebelumnya, Toyota sudah memiliki Kijang Innova Zenix HEV. Namun, harga model tersebut berada di atas Rp 500 juta. Karena itu, Veloz HEV hadir untuk menjangkau konsumen yang menginginkan teknologi hybrid pada kelas MPV yang lebih rendah.
Sejak awal 2026, Veloz HEV mencatat penjualan ribuan unit setiap bulan. Bahkan, penjualan selama Juni hingga Agustus mencapai 7.105 unit.
Pada Juni, Veloz HEV terjual 2.698 unit. Selanjutnya, angka tersebut mencapai 2.140 unit pada Juli dan kembali meningkat menjadi 2.267 unit pada Agustus.
Secara keseluruhan, penjualan Veloz HEV sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 15.554 unit. Angka tersebut membuat model ini menjadi salah satu mobil ramah lingkungan entry level dengan penjualan tinggi di Indonesia.
Perbandingan Penjualan M6 DM dan Veloz HEV
Jika melihat periode yang sama, Toyota Veloz HEV masih memiliki keunggulan cukup besar. Veloz HEV mencatat 7.105 unit pada Juni hingga Agustus, sedangkan BYD M6 DM mengumpulkan 4.423 unit.
Berikut rincian penjualan kedua model tersebut selama periode Juni hingga Agustus 2026:
- Toyota Veloz HEV: 2.698 unit pada Juni, 2.140 unit pada Juli, dan 2.267 unit pada Agustus.
- BYD M6 DM: 1.825 unit pada Juni, 1.437 unit pada Juli, dan 1.161 unit pada Agustus.
Selisih tersebut menunjukkan posisi Veloz HEV yang masih kuat di pasar LMPV ramah lingkungan. Namun, M6 DM memiliki catatan penting karena periode penjualannya baru dimulai pada Juni 2026.
Selain itu, karakter teknologi keduanya juga berbeda. Veloz HEV menggunakan sistem hybrid, sedangkan M6 DM menawarkan teknologi PHEV. Perbedaan tersebut membuat karakter pasar keduanya tidak sepenuhnya sama.
M6 DM Menjadi PHEV Terlaris di Indonesia
Di tengah persaingan tersebut, BYD M6 DM berhasil mencatat pencapaian lain. Model ini menjadi mobil PHEV terlaris di Indonesia hingga Agustus 2026.
Penjualan M6 DM bahkan melampaui Chery Tiggo 8 CSH pada periode tersebut. Selain itu, M6 DM juga mencatat angka lebih tinggi dibandingkan beberapa model lain dalam grup Chery, seperti Jaecoo J7 dan J8 SHS.
Pencapaian tersebut cukup menarik karena pasar SUV masih memiliki banyak pilihan kendaraan ramah lingkungan. M6 DM justru mampu mencatat penjualan tinggi sebagai MPV dengan kapasitas hingga tujuh penumpang.
Karena itu, keberhasilan M6 DM menunjukkan bahwa konsumen tetap memiliki minat terhadap MPV ramah lingkungan. Faktor kapasitas penumpang, ruang bagasi, serta fitur kendaraan menjadi bagian penting dalam kebutuhan mobil keluarga.
Pasar LMPV Ramah Lingkungan Masih Terbatas
Pasar LMPV Indonesia belum memiliki banyak pilihan kendaraan dengan teknologi elektrifikasi. Kondisinya berbeda dengan segmen SUV yang menawarkan lebih banyak model hybrid dan PHEV.
BYD M6 menjadi salah satu model yang membawa pilihan elektrifikasi lebih luas ke segmen MPV. Model tersebut menawarkan varian listrik murni dan PHEV, sementara sejumlah pesaing lainnya masih mengandalkan mesin bensin, hybrid, atau mild hybrid.
Suzuki Ertiga, misalnya, memiliki teknologi mild hybrid atau MHEV. Namun, performa penjualannya belakangan ini belum sekuat sejumlah model lain di segmen tersebut.
Sementara itu, Mitsubishi belum membawa Xpander HEV ke Indonesia. Perusahaan tersebut justru menghadirkan Xforce HEV sejak akhir Juli 2026.
Kondisi tersebut membuat Veloz HEV masih menjadi satu-satunya LMPV hybrid di segmennya. Posisi ini memberikan ruang bagi Toyota untuk mempertahankan Veloz HEV sebagai salah satu pilihan utama kendaraan keluarga dengan teknologi elektrifikasi.
Persaingan LMPV Berpotensi Semakin Beragam
Persaingan antara Veloz HEV dan M6 DM menunjukkan perubahan pada pasar MPV Indonesia. Konsumen kini memiliki pilihan teknologi elektrifikasi yang lebih beragam dibandingkan sebelumnya.
Namun, kedua model tersebut tetap menyasar kebutuhan utama yang sama. Keduanya menawarkan format MPV yang mampu membawa hingga tujuh penumpang sekaligus menyediakan ruang untuk barang bawaan.
Di sisi lain, perbedaan teknologi membuat konsumen memiliki pertimbangan tambahan. Veloz HEV bermain di segmen hybrid, sedangkan M6 DM membawa teknologi PHEV ke kelas LMPV.
Dengan demikian, kehadiran M6 DM memperluas pilihan kendaraan ramah lingkungan di pasar LMPV. Sementara itu, Veloz HEV masih menunjukkan penjualan yang lebih tinggi berdasarkan capaian Juni hingga Agustus 2026.
Pada akhirnya, persaingan kedua model tersebut memperlihatkan bahwa kendaraan keluarga dengan teknologi elektrifikasi mulai mendapat tempat di Indonesia. BYD mempertahankan M6 sebagai salah satu model MPV unggulannya, sedangkan Toyota terus mengandalkan Veloz HEV di segmen hybrid.
Kesimpulan
BYD M6 DM mencatat 4.423 unit penjualan selama Juni hingga Agustus 2026. Angka tersebut sekaligus membuatnya menjadi mobil PHEV terlaris di Indonesia hingga Agustus.
Namun, Toyota Veloz HEV masih mencatat penjualan lebih tinggi dengan 7.105 unit dalam periode yang sama. Bahkan, total penjualan Veloz HEV sejak Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 15.554 unit.
Meski begitu, M6 DM memiliki posisi penting karena membawa teknologi PHEV ke segmen LMPV. Kehadirannya juga menambah pilihan kendaraan ramah lingkungan bagi konsumen yang membutuhkan mobil keluarga berkapasitas besar.