DOOH Siapkan Empat Aksi Korporasi untuk Akuisisi INET Rp2 Triliun

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

DOOH Siapkan Empat Aksi Korporasi untuk Akuisisi INET Rp2 Triliun

Ruangojol.com - Jakarta, PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) merencanakan akuisisi saham INET senilai Rp2,005 triliun. Langkah ini menjadi bagian dari rencana transformasi DOOH, dari perusahaan periklanan digital menjadi penyedia infrastruktur ekosistem AI terpadu di Indonesia.

Transformasi tersebut berlangsung di bawah kendali pemegang saham pengendali baru, PT Sinergi Internasional Investama (SII). DOOH akan menjalankan rencana pengambilalihan melalui anak usahanya, PT Cakrawala Nexus Investama (CNI), dengan membeli saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dari PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN).

Rencana transaksi mencakup 6,685 miliar saham INET atau 29,88% dari saham perusahaan tersebut. DOOH menyebut pembelian dilakukan pada harga Rp300 per saham, sehingga nilai keseluruhan transaksi mencapai Rp2,005 triliun. Perseroan juga menyiapkan empat aksi korporasi untuk mendukung rencana ekspansi tersebut.

Nilai akuisisi saham INET masuk transaksi material

DOOH mengategorikan rencana pengambilalihan itu sebagai Transaksi Material Sangat Signifikan sesuai POJK 17/2020. Nilai transaksi tercatat sebesar 647,90% dari total ekuitas konsolidasian DOOH per 30 Juni 2026.

Setelah akuisisi, DOOH berencana mengintegrasikan jaringan dan kapabilitas INET ke dalam ekosistem perseroan. Rencana pengembangan ini mencakup lima pilar, yaitu Data Centre AI, High Speed Connectivity, Inland Fiber Optic Backbone, Submarine Fiber Optic Backbone, dan Green Energy (PLTS).

Kelima pilar tersebut tercantum dalam rencana transformasi DOOH menuju penyediaan infrastruktur ekosistem AI terpadu. Namun, pengumuman ini juga memuat rangkaian langkah pendanaan dan perubahan korporasi yang menyertai rencana akuisisi.

Empat aksi korporasi untuk mendukung pendanaan

Aksi pertama berupa fasilitas pinjaman pemegang saham dari SII dengan plafon hingga Rp5 triliun. Fasilitas itu memiliki jangka waktu 10 tahun dan tingkat bunga 7,50% per tahun. DOOH mengalokasikan pencairan tahap awal sebesar Rp2 triliun untuk membiayai pengambilalihan saham INET.

Aksi kedua menyangkut penggunaan sisa dana hasil IPO. DOOH berencana mengalihkan Rp120 miliar dari dana tersebut menjadi setoran modal kepada CNI untuk mendukung porsi pendanaan akuisisi.

Selanjutnya, perseroan merencanakan penambahan modal melalui hak pemesan efek terlebih dahulu atau PMHMETD I. Rencana itu mencakup penerbitan sebanyak-banyaknya 154,77 miliar saham baru dan dilengkapi pemicu Waran Seri II.

Berbeda dari langkah pendanaan tersebut, aksi keempat berfokus pada tata kelola dan restrukturisasi perseroan. Rencana yang disebutkan meliputi perubahan nama perusahaan, pembaruan alamat kedudukan, penyesuaian KBLI 2025, perombakan susunan Direksi dan Komisaris, serta peningkatan modal dasar.

Perubahan perusahaan menyertai rencana ekspansi

Dengan demikian, rencana akuisisi INET menjadi satu bagian dari agenda yang lebih luas. DOOH menghubungkan transaksi tersebut dengan pengembangan lima pilar infrastruktur, sementara fasilitas pinjaman, pengalihan dana IPO, PMHMETD I, dan restrukturisasi menjadi bagian dari empat aksi korporasi pendukung.

Perseroan merencanakan pengambilalihan 29,88% saham INET melalui CNI. Adapun nilai transaksi, skema pendanaan, rencana penerbitan saham baru, dan pembenahan struktur perusahaan tercantum sebagai bagian dari rangkaian transformasi DOOH.

Jaya Purnama
Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan