
Ruangojol.com - Jakarta, Tim nasional Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 pada final di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (5/10/2026). Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu.
Gelar ini menjadi yang pertama bagi Indonesia dalam kejuaraan yang baru pertama kali digelar tersebut. Kemenangan itu juga mengakhiri catatan panjang Garuda sebagai runner-up di sejumlah turnamen kawasan.
Indonesia sempat unggul lebih dulu, lalu tertinggal sebelum menyamakan skor pada menit ke-116. Setelah tak ada gol tambahan, seluruh eksekutor Indonesia sukses menjalankan tugasnya dalam adu penalti, sementara dua penendang Thailand gagal.
FIFA ASEAN Cup: Indonesia menekan sejak awal
Pelatih John Herdman menurunkan formasi 3-4-2-1, seperti saat Indonesia menghadapi Bangladesh pada laga sebelumnya. Ia memasukkan Thom Haye untuk menggantikan Ivar Jenner. Lee Baker menjadi ujung tombak, dengan dukungan Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen.
Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan. Luke Vickery mendapat peluang pada menit ketiga, tetapi kiper Thailand Saranon Anoin memblok tendangannya. Pada menit kedelapan, Anoin kembali menggagalkan upaya Lee Baker.
Selama 15 menit pertama, Indonesia mengurung pertahanan Thailand dan menguasai lini tengah. Namun, serangan balik lawan beberapa kali mengancam gawang Emil Audero. Justin Hubner menerima kartu kuning pada menit ke-23 setelah melakukan pelanggaran taktis untuk menghentikan salah satu serangan tersebut.
Indonesia mencatat penguasaan bola 68 persen pada babak pertama dan melepaskan tujuh tembakan. Dua di antaranya tepat sasaran. Thailand membuat lima percobaan, dengan satu tembakan mengarah ke gawang. Meski demikian, kedua tim menutup babak pertama dengan skor 0-0.
Gol James dibalas Thailand, laga berlanjut
Herdman mengganti Haye dengan Dean James pada awal babak kedua untuk memperkuat penguasaan bola di tengah. Setelah melewati menit ke-60, ia memasukkan Rizky Ridho dan Jenner untuk menggantikan Vickery serta Oratmangoen.
Thailand tetap menyulitkan barisan pertahanan Indonesia yang digalang Elkan Baggott. Namun, Indonesia memecah kebuntuan pada menit ke-84. James mencetak gol melalui tendangan bebas dari luar kotak penalti setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua.
Thailand menyamakan kedudukan tiga menit kemudian. Iklas Sanron, pemain pengganti, memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia dan membobol gawang Audero pada menit ke-87. Skor 1-1 bertahan hingga waktu tambahan babak kedua berakhir, sehingga pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.
Indonesia terus menekan, tetapi Thailand bertahan rapat. Pada menit ke-111, Peeradol Chamratsamee membawa Thailand unggul 2-1 melalui serangan balik. Garuda kemudian kembali menyamakan skor pada menit ke-116. Egi Maulana Vikri mengirim bola dari sisi kanan, kiper Thailand menepisnya, lalu Baker menyambar bola untuk mencetak gol.
Adu penalti pastikan gelar bersejarah
Skor 2-2 bertahan sampai akhir perpanjangan waktu. Dalam adu penalti, seluruh penendang Indonesia berhasil mencetak gol. Sebaliknya, penendang ketiga dan keempat Thailand gagal, sehingga Indonesia menang 4-2 dan memastikan gelar.
Hasil ini memutus catatan enam kali Indonesia mencapai final tanpa menjadi juara, yaitu pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Gelar tersebut juga membalas kekalahan dari Thailand pada final Piala AFF edisi 2000, 2002, dan 2016.
FIFA ASEAN Cup masuk dalam kalender resmi FIFA dan melibatkan sejumlah peserta di luar ASEAN. Pada edisi ini, Bangladesh dan Pakistan bermain di Divisi 1, sedangkan Hong Kong tampil di Divisi 2.
Selanjutnya, Indonesia akan bertanding di Piala Asia 2027 di Arab Saudi pada Januari 2027. Garuda kembali bertemu Thailand pada fase grup, bersama Jepang dan Qatar di Grup F.