Mitsubishi Ubah Strategi, ASEAN Dapat Satu Model Baru

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan
Kendaraan tanpa logo berada di jalur perakitan pabrik otomotif dengan pekerja yang sedang memeriksa produksi.
Ilustrasi: Produksi mobil di Thailand

Ruangojol.com - Mitsubishi ubah strategi di tengah persaingan otomotif yang kian ketat di Asia Tenggara. Perusahaan itu akan menyiapkan lebih sedikit model baru untuk kawasan ASEAN, sementara sebagian besar rencana produk hingga tahun fiskal 2031 menyasar pasar maju.

Perubahan arah tersebut datang ketika penjualan Mitsubishi di Thailand melemah dan pertumbuhan di Filipina melambat. Pada saat yang sama, produsen mobil China terus merebut ruang di pasar Asia Tenggara sejak 2020, terutama melalui kehadiran kendaraan listrik.

Penjualan di Thailand melemah

Thailand menjadi salah satu pasar penting bagi Mitsubishi. Perusahaan mulai memproduksi kendaraan di negara itu pada 1966, lalu memperluas kehadirannya ke Indonesia, Vietnam, dan sejumlah negara lain lebih awal dibanding beberapa pesaing.

Namun, posisi panjang di kawasan itu belum cukup untuk menjaga penjualan tetap kuat. Penjualan Mitsubishi di Thailand turun sekitar separuh dalam lima tahun terakhir. Perusahaan juga belum meluncurkan mobil listrik di negara tersebut.

Di Filipina, kinerja Mitsubishi relatif lebih kuat. Meski begitu, pertumbuhan penjualannya melambat sejak awal tahun fiskal 2026, yang dimulai pada April. Kondisi di dua pasar ini menunjukkan bahwa hasil di ASEAN tidak lagi tumbuh merata.

Tekanan juga datang dari perubahan persaingan. Menurut laporan Nikkei Asia, produsen mobil listrik asal China telah merebut pangsa pasar di kawasan sejak 2020. Kehadiran mereka menambah tantangan bagi merek lama yang selama ini mengandalkan posisi mapan di Asia Tenggara.

Mitsubishi di ASEAN hanya siapkan satu model

Dalam rencana produk yang mencakup enam tahun hingga tahun fiskal 2031, Mitsubishi akan meluncurkan 13 model. Dari jumlah tersebut, hanya satu model yang secara khusus berfokus pada Asia Tenggara, yakni generasi baru Xpander.

Xpander pertama kali meluncur pada 2017. Rencana generasi berikutnya menandai kelanjutan model yang sudah dikenal di kawasan, tetapi jumlah produk baru untuk ASEAN jauh lebih sedikit dibanding periode sebelumnya.

Dalam rencana jangka menengah terdahulu, Mitsubishi menargetkan empat model baru untuk kawasan pada tahun fiskal 2023 hingga 2025. Kini, perusahaan mengarahkan sekitar 10 model ke pasar maju, termasuk minicar dan mobil listrik.

Perbedaan prioritas itu menggambarkan perubahan alokasi produk, bukan berarti Mitsubishi langsung meninggalkan ASEAN. Perusahaan masih menyiapkan Xpander generasi baru untuk kawasan. Namun, porsi model yang dirancang secara khusus bagi pasar Asia Tenggara menyusut dalam rencana terbaru.

Untuk memperluas pilihan di luar pengembangan sendiri, Mitsubishi juga memanfaatkan kerja sama OEM dengan mitra. Salah satu contohnya adalah mobil listrik kompak yang dirakit Foxconn asal Taiwan untuk pasar Australia dan Selandia Baru tahun ini.

CEO akui perusahaan terlalu condong ke ASEAN

CEO Mitsubishi Motors Takao Kato mengakui bahwa perusahaan terlalu memusatkan perhatian pada Asia Tenggara dalam rencana sebelumnya. Dalam pemaparan visi jangka menengah dan panjang pada akhir Mei, ia menyebut arah produk terdahulu terlalu condong pada kebutuhan pasar ASEAN.

Menurut Kato, perusahaan perlu meninjau kembali keseimbangan strategi tersebut. Pernyataannya disampaikan sebagaimana dikutip Nikkei Asia pada Minggu, 25 Oktober. Pengakuan itu memberi konteks bagi rencana baru yang membagi fokus produk ke lebih banyak pasar.

Dalam satu dekade terakhir, kontribusi Asia Tenggara terhadap penjualan global Mitsubishi meningkat dari 20 persen menjadi 31 persen. Kenaikan itu memperlihatkan betapa pentingnya kawasan bagi perusahaan. Akan tetapi, ketergantungan yang besar juga menjadi perhatian ketika kondisi pasar dan persaingan berubah.

Mitsubishi menargetkan penjualan global 900.000 unit pada tahun yang berakhir Maret 2030. Sasaran itu 13 persen lebih tinggi dibanding capaian tahun fiskal 2025. Meski demikian, target tersebut masih jauh dari puncak penjualan 1,24 juta unit pada tahun fiskal 2018.

Angka baru itu juga lebih rendah daripada sasaran 1,1 juta unit dalam rencana sebelumnya. Karena itu, perusahaan tidak hanya mengubah persebaran model, tetapi juga menetapkan target global yang lebih rendah dibanding rencana terdahulu.

Pergeseran pasar membawa tantangan baru

Memperluas fokus ke pasar maju memiliki risiko tersendiri. Laporan Nikkei Asia menilai langkah tersebut dapat membuat skala bisnis Mitsubishi lebih kecil. Pangsa perusahaan di Amerika Serikat dan Jepang hanya beberapa persen, sedangkan jaringan dealernya lebih sedikit dibanding pesaing.

Jaringan tersebut menyusut setelah perusahaan memangkas dealer selama bertahun-tahun dalam periode kinerja lemah sejak 2000. Dengan demikian, memasuki atau memperkuat pasar maju bukan sekadar persoalan menyiapkan produk baru. Mitsubishi juga menghadapi keterbatasan jangkauan penjualan yang telah terbentuk selama periode sebelumnya.

Di sisi lain, struktur kepemilikan perusahaan turut memasuki fase baru. Kesepakatan penguncian saham dengan pemegang saham utama, termasuk Nissan dan Mitsubishi Corp., berakhir pada 20 Oktober. Ketentuan itu membatasi penjualan saham Mitsubishi Motors selama 10 tahun setelah investasi Nissan pada 2016.

Setelah masa tersebut berakhir, pemegang saham dapat menjual kepemilikan jika memenuhi persyaratan, termasuk memperoleh persetujuan Mitsubishi Motors. Belum ada pemegang saham utama yang menunjukkan niat segera mengurangi kepemilikan. Namun, harga saham perusahaan telah turun lebih dari 30 persen dibanding penutupan 20 Oktober 2016.

Seorang pemegang saham besar dari grup Mitsubishi mengatakan perusahaan semestinya benar-benar berdiri sendiri, seiring meningkatnya kritik terhadap kepemilikan silang. Bagi Mitsubishi, tantangannya kini mencakup lebih dari sekadar persaingan produk: perusahaan perlu menyeimbangkan pasar, menjaga skala bisnis, dan menata hubungan kepemilikan.

Jaya Purnama
Chief Idea Officer • Powered by AI — Turning Ideas into Digital Products, Content & Businesses.