Ratusan Pengemudi Ojol Demo Tolak Status UMKM, Ini Respons Grab, Gojek, Maxim

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Ratusan Pengemudi Ojol Demo Tolak Status UMKM, Ini Respons Grab, Gojek, Maxim

RuangOjol.com - Jakarta, ratusan pengemudi ojek online atau ojol menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta, pada Selasa (29/9). Aksi tersebut dilakukan untuk menolak rencana penetapan pengemudi ojol sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang akan diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres).

Para pengemudi yang mengikuti aksi meminta pemerintah mengatur status mereka sebagai pekerja platform. Perbedaan pandangan mengenai status tersebut kemudian mendapat respons dari sejumlah perusahaan aplikator, termasuk Maxim dan Grab.

Maxim dan Grab sama-sama menilai status pelaku usaha mikro dapat menjadi salah satu pilihan untuk memberikan perlindungan kepada pengemudi sekaligus mempertahankan fleksibilitas dalam menjalankan pekerjaan. Sementara itu, Gojek belum memberikan tanggapan mengenai demonstrasi tersebut.

Status UMKM Jadi Perdebatan dalam Perpres Ojol

Rencana pengaturan status pengemudi ojol sebagai pelaku UMKM menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam pembahasan Perpres Ojol. Dalam aksi di depan Gedung DPR, para pengemudi menyampaikan aspirasi agar status mereka diatur sebagai pekerja platform.

Namun, Maxim melihat klasifikasi sebagai UMKM dapat mendukung kesejahteraan mitra pengemudi. Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, mengatakan status tersebut dinilai tetap mempertahankan prinsip fleksibilitas dan kemandirian bagi mitra pengemudi.

Menurut Maxim, pengemudi juga dapat memperoleh sejumlah bentuk perlindungan meskipun dikategorikan sebagai pelaku UMKM. Perlindungan tersebut antara lain melalui program santunan kecelakaan dari Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia (YPSSI), BPJS Ketenagakerjaan, dan Jasa Raharja.

Selain itu, mitra pengemudi Maxim disebut menyambut baik program bantuan pemerintah apabila status mereka masuk kategori UMKM. Dengan demikian, perusahaan melihat terdapat peluang bagi pengemudi untuk memperoleh dukungan pemerintah tanpa mengubah karakter kemitraan yang selama ini berjalan.

Maxim Soroti Risiko Jika Ojol Menjadi Pekerja Formal

Maxim juga menyampaikan pandangan mengenai kemungkinan pengemudi ojol ditetapkan sebagai pekerja formal. Menurut perusahaan, perubahan tersebut berpotensi mengurangi fleksibilitas yang menjadi salah satu karakter utama pekerjaan pengemudi berbasis platform.

Pengemudi dikhawatirkan harus mengikuti jam kerja dan berbagai aturan seperti karyawan. Selain itu, keleluasaan untuk menggunakan lebih dari satu platform juga dinilai dapat berkurang.

Maxim menilai kondisi tersebut dapat memengaruhi model kerja yang memungkinkan pengemudi memperoleh penghasilan secara mandiri. Karena itu, perusahaan menyatakan status pekerja formal berpotensi memberikan dampak terhadap ekosistem transportasi online.

Terkait demonstrasi, Maxim mengimbau para mitra pengemudi menyampaikan aspirasi melalui ruang dialog yang inklusif. Perusahaan juga meminta agar penyampaian aspirasi tetap memperhatikan ketertiban umum.

Sementara itu, Maxim menyatakan layanan perusahaan tetap berjalan normal selama aksi berlangsung. Pengguna masih dapat melakukan pemesanan layanan melalui aplikasi seperti biasa.

Respons Grab soal Status Pengemudi Ojol sebagai UMKM

Pandangan yang serupa disampaikan Grab Indonesia. Perusahaan menilai status pengemudi ojol sebagai pelaku UMKM dapat menjadi pilihan untuk memperluas perlindungan sekaligus mempertahankan karakteristik kemitraan yang fleksibel.

Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy mengatakan terdapat beragam pandangan mengenai bentuk perlindungan dan status mitra dalam ekosistem transportasi daring. Grab juga memperoleh informasi mengenai puluhan komunitas dengan ribuan anggota aktif di berbagai daerah yang menolak status sebagai pekerja atau buruh.

Menurut Grab, pembahasan mengenai status mitra perlu mempertimbangkan bentuk perlindungan yang diberikan sekaligus karakteristik kemitraan. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu alasan pengemudi memilih bergabung dengan platform transportasi daring.

Dalam pandangan Grab, pengakuan sebagai pelaku usaha mikro dapat mempertahankan sejumlah keleluasaan pengemudi. Pengemudi tetap dapat mengatur waktu kerja, menerima atau menolak pesanan, serta menggunakan lebih dari satu platform.

Selain fleksibilitas, status sebagai pelaku usaha mikro juga dinilai berpotensi membuka akses terhadap berbagai dukungan pemerintah untuk UMKM. Beberapa dukungan yang disebut antara lain insentif pajak, pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), pelatihan, dan peningkatan kapasitas usaha.

Grab Soroti Dampak Perubahan Status terhadap Penghasilan

Grab juga menyoroti kemungkinan perubahan status pengemudi terhadap kesempatan memperoleh penghasilan. Perusahaan mengutip pengalaman sejumlah negara yang disebut mengalami perubahan jumlah pekerja platform setelah menerapkan regulasi yang mengubah status mereka menjadi pekerja.

Karena itu, Grab menilai pembahasan status mitra perlu melihat berbagai aspek secara menyeluruh. Perlindungan pengemudi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, namun karakteristik kemitraan juga tetap menjadi bagian dari pembahasan.

Dalam konteks tersebut, terdapat dua pandangan yang muncul setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR. Para pengemudi yang berunjuk rasa meminta pengakuan sebagai pekerja platform, sedangkan Grab dan Maxim melihat status pelaku usaha mikro dapat mempertahankan fleksibilitas kemitraan.

Gojek Belum Beri Tanggapan soal Demo Ojol

Berbeda dengan Maxim dan Grab, Gojek belum memberikan tanggapan mengenai aksi demonstrasi pengemudi ojol yang menolak status UMKM.

Meski demikian, sebelumnya pada Juli, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. menyatakan dukungan terhadap rencana pemerintah untuk menetapkan mitra pengemudi sebagai pelaku usaha mikro. Dukungan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama GoTo Hans Patuwo.

Saat itu, Hans mengatakan Gojek menyambut baik inisiatif pemerintah, khususnya Kementerian UMKM, mengenai rencana tersebut. GoTo juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar implementasi kebijakan dapat berjalan serta memberikan manfaat bagi mitra pengemudi.

Dengan demikian, sikap Gojek yang pernah disampaikan sebelumnya menunjukkan dukungan terhadap rencana penetapan mitra pengemudi sebagai pelaku usaha mikro. Namun, untuk aksi demonstrasi pada 29 September, Gojek belum memberikan tanggapan.

Dua Pandangan soal Status Mitra Pengemudi

Perbedaan pandangan mengenai status pengemudi ojol kini menjadi bagian dari pembahasan perlindungan pekerja di sektor transportasi daring. Aksi para pengemudi menunjukkan adanya tuntutan agar hubungan mereka dengan platform diatur dengan status sebagai pekerja platform.

Di sisi lain, Maxim dan Grab melihat klasifikasi sebagai pelaku usaha mikro dapat memberikan ruang bagi pengemudi untuk tetap bekerja secara fleksibel. Selain itu, status tersebut dinilai dapat membuka akses terhadap berbagai program dukungan pemerintah bagi pelaku UMKM.

Perbedaan tersebut dapat dirangkum dalam beberapa poin utama berikut:

  • Pengemudi yang melakukan aksi meminta status mereka diatur sebagai pekerja platform.
  • Maxim menilai status UMKM dapat mempertahankan fleksibilitas dan kemandirian pengemudi.
  • Grab melihat status pelaku usaha mikro dapat membuka akses terhadap dukungan pemerintah bagi UMKM.
  • Maxim menilai status pekerja formal berpotensi membatasi jam kerja dan penggunaan lebih dari satu platform.
  • Gojek belum memberikan tanggapan mengenai aksi demonstrasi tersebut, tetapi sebelumnya menyatakan dukungan terhadap rencana status mitra pengemudi sebagai pelaku usaha mikro.

Sementara itu, pembahasan mengenai status pengemudi ojol masih menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan transportasi daring. Perbedaan aspirasi antara sebagian pengemudi dan pandangan sejumlah perusahaan aplikator membuat isu status mitra menjadi salah satu bagian penting dalam pembahasan perlindungan sektor tersebut.

Kesimpulan

Aksi ratusan pengemudi ojol di depan Gedung DPR pada Selasa (29/9) memperlihatkan adanya penolakan terhadap rencana status pengemudi sebagai pelaku UMKM dalam Perpres Ojol. Para pengemudi meminta status mereka diatur sebagai pekerja platform.

Namun, Maxim dan Grab memiliki pandangan bahwa status pelaku usaha mikro dapat mempertahankan fleksibilitas kemitraan sekaligus membuka peluang memperoleh dukungan pemerintah. Sementara itu, Gojek belum memberikan tanggapan khusus mengenai demonstrasi tersebut, meskipun sebelumnya GoTo menyatakan dukungan terhadap rencana status mitra pengemudi sebagai pelaku usaha mikro.

Dengan demikian, perdebatan mengenai status pengemudi ojol masih mempertemukan dua kepentingan utama, yakni kebutuhan perlindungan pengemudi dan keberlanjutan model kemitraan yang fleksibel dalam ekosistem transportasi daring.

FAQ Status Pengemudi Ojol

Mengapa pengemudi ojol melakukan demonstrasi?

Para pengemudi ojol melakukan demonstrasi untuk menolak rencana status mereka sebagai pelaku UMKM dalam Perpres Ojol. Mereka meminta pemerintah mengatur status sebagai pekerja platform.

Apa alasan Maxim mendukung status UMKM?

Maxim menilai status UMKM dapat mempertahankan fleksibilitas dan kemandirian mitra pengemudi. Status tersebut juga dinilai dapat memberikan akses terhadap program bantuan pemerintah bagi UMKM.

Bagaimana pandangan Grab mengenai status UMKM?

Grab menilai status pelaku usaha mikro dapat memperluas perlindungan sekaligus mempertahankan fleksibilitas kemitraan. Pengemudi dinilai tetap dapat mengatur waktu kerja, menerima atau menolak pesanan, serta menggunakan lebih dari satu platform.

Apakah Gojek sudah menanggapi aksi demonstrasi?

Gojek belum memberikan tanggapan mengenai aksi demonstrasi tersebut. Namun, pada Juli sebelumnya, GoTo menyatakan dukungan terhadap rencana pemerintah menetapkan mitra pengemudi sebagai pelaku usaha mikro.

[/CONTENT]
Jaya Purnama
Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan