Samsung Intelligent Eyewear Rilis Desember 2026

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Kacamata pintar Samsung dengan desain modern, kamera kecil, dan teknologi wearable berbasis kecerdasan buatan.

Ilustrasi: Kacamata Pintar Samsung

RuangOjol.com - Seoul, Korea Selatan, Samsung Intelligent Eyewear dikabarkan akan mulai dijual pada pertengahan Desember 2026. Jadwal tersebut mundur dari rumor sebelumnya yang menyebut peluncuran berlangsung pada November.

Kacamata pintar terbaru Samsung ini menarik perhatian karena menggabungkan teknologi kecerdasan buatan Google Gemini dengan desain hasil kolaborasi bersama Gentle Monster dan Warby Parker. Perangkat tersebut mengusung konsep kacamata pintar tanpa layar yang tetap menawarkan sejumlah fitur digital.

Pada tahap awal, Samsung kabarnya hanya memasarkan perangkat ini di Korea Selatan dan Amerika Serikat. Sementara itu, konsumen di Eropa, China, dan Jepang kemungkinan harus menunggu hingga perusahaan memperluas distribusinya.

Kehadiran perangkat ini menjadi langkah penting Samsung dalam mengembangkan kategori wearable berbasis kecerdasan buatan. Selain menawarkan fungsi komunikasi, kacamata tersebut juga dirancang untuk membantu aktivitas sehari-hari melalui kamera, mikrofon, speaker, dan asisten digital.

Samsung Intelligent Eyewear Dijadwalkan Rilis Desember

Perubahan jadwal peluncuran menjadi salah satu perkembangan terbaru dari proyek kacamata pintar Samsung. Sebelumnya, laporan dari Korea Selatan yang mengutip seorang pejabat Samsung menyebut perangkat tersebut akan meluncur pada November 2026.

Namun, laporan terbaru menyebut penjualan komersialnya baru dimulai pada pertengahan Desember. Perbedaan waktu tersebut menunjukkan bahwa jadwal pemasaran perangkat masih mengalami penyesuaian.

Menurut laporan GSMArena, Samsung akan memprioritaskan dua negara pada tahap awal. Kedua pasar tersebut adalah Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Strategi peluncuran terbatas ini diduga membantu Samsung mengukur respons konsumen sebelum memperluas pemasaran. Dengan demikian, perusahaan dapat mengevaluasi penerimaan pasar terhadap kategori perangkat wearable baru tersebut.

Samsung sebelumnya menerapkan pendekatan serupa pada headset Galaxy XR. Perangkat tersebut pertama kali debut di Korea Selatan dan Amerika Serikat pada Oktober tahun sebelumnya.

Setelah itu, Galaxy XR baru menjangkau Inggris pada Juli tahun berikutnya. Pola distribusi tersebut memberikan gambaran bahwa Samsung kemungkinan akan memperluas pemasaran Intelligent Eyewear secara bertahap.

Meski begitu, belum ada kepastian mengenai jadwal kehadirannya di negara lain. Konsumen di Eropa, China, dan Jepang masih perlu menunggu pengumuman resmi perusahaan.

Fitur Google Gemini Menjadi Andalan Kacamata Pintar Samsung

Dari sisi perangkat lunak, Samsung Intelligent Eyewear mengandalkan sistem operasi Android XR dengan dukungan Google Gemini. Integrasi ini memungkinkan pengguna mengakses kemampuan kecerdasan buatan melalui perangkat yang dikenakan langsung di wajah.

Berbeda dari sejumlah perangkat augmented reality, kacamata ini tidak menggunakan layar. Samsung justru mengandalkan kombinasi kamera, mikrofon, dan speaker untuk menghadirkan pengalaman penggunaan berbasis suara serta interaksi dengan lingkungan sekitar.

Salah satu fitur yang menarik adalah kemampuan menerjemahkan percakapan secara langsung. Fitur terjemahan real-time tersebut berpotensi membantu pengguna ketika berkomunikasi dengan orang yang menggunakan bahasa berbeda.

Selain itu, perangkat ini menawarkan panduan arah melalui suara. Pengguna dapat memperoleh petunjuk perjalanan tanpa harus terus-menerus melihat layar ponsel.

Kamera juga memiliki fungsi penting dalam mendukung aktivitas produktivitas. Pengguna dapat memotret dokumen atau suasana rapat menggunakan kacamata tersebut.

Selanjutnya, hasil tangkapan kamera dapat terintegrasi dengan aplikasi Samsung Notes pada ponsel Galaxy. Sistem ini dikabarkan mampu membantu merapikan hasil tangkapan secara otomatis sehingga lebih mudah digunakan kembali.

Beberapa kemampuan yang menjadi perhatian dari perangkat ini meliputi:

  • Terjemahan real-time: membantu pengguna memahami percakapan dalam bahasa berbeda.
  • Panduan arah suara: memberikan petunjuk perjalanan tanpa harus selalu melihat layar ponsel.
  • Kamera terintegrasi: memungkinkan pengguna mengambil gambar dokumen maupun suasana rapat.
  • Integrasi Samsung Notes: membantu mengelola hasil tangkapan kamera melalui ponsel Galaxy.
  • Google Gemini: menghadirkan dukungan kecerdasan buatan melalui platform Android XR.

Kombinasi fitur tersebut memperlihatkan bahwa Samsung tidak sekadar menghadirkan aksesori teknologi. Perusahaan juga berupaya menciptakan perangkat yang dapat mendukung komunikasi, navigasi, dan produktivitas tanpa membutuhkan layar tambahan.

Snapdragon AR1 Gen 1 dan Daya Tahan Baterai

Untuk mendukung berbagai fungsi tersebut, Samsung Intelligent Eyewear dikabarkan menggunakan chipset Snapdragon AR1 Gen 1. Chipset ini menjadi bagian penting dalam pemrosesan berbagai fitur pada perangkat wearable tersebut.

Pemilihan chipset khusus perangkat augmented reality juga sejalan dengan konsep kacamata pintar yang mengandalkan kamera dan interaksi berbasis kecerdasan buatan. Namun, Samsung belum mengungkap seluruh rincian teknis mengenai kemampuan pemrosesan perangkat ini.

Dari sisi daya, Samsung menjanjikan ketahanan baterai hingga sembilan jam dalam sekali pengisian. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai durasi penggunaan yang ditargetkan perusahaan.

Meski demikian, daya tahan aktual dapat bergantung pada pola pemakaian dan aktivitas yang dijalankan. Penggunaan kamera, mikrofon, speaker, serta fitur kecerdasan buatan berpotensi memengaruhi konsumsi daya.

Karena perangkat ini tidak menggunakan layar, Samsung memiliki pendekatan berbeda dibandingkan headset XR. Fokus utamanya adalah menghadirkan fungsi pintar dalam bentuk kacamata yang lebih dekat dengan aksesori sehari-hari.

Desain Kolaborasi Gentle Monster dan Warby Parker

Selain teknologi, desain menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan Samsung Intelligent Eyewear. Samsung menggandeng Gentle Monster dan Warby Parker untuk menggarap desain rangka kacamata pintar tersebut.

Kolaborasi ini mempertemukan kemampuan teknologi Samsung dengan pengalaman dua merek yang bergerak dalam industri kacamata dan gaya hidup. Pendekatan tersebut memungkinkan perangkat tampil sebagai aksesori yang tetap memperhatikan aspek penampilan.

Sejauh ini, Samsung telah memperlihatkan empat model kacamata pintar. Dua model pertama tampil dalam ajang Google I/O pada Mei 2026.

Sementara itu, dua model lainnya diperkenalkan melalui acara Samsung Galaxy Unpacked. Kehadiran beberapa pilihan desain tersebut menunjukkan bahwa Samsung memberikan perhatian pada variasi tampilan perangkat.

Namun, perusahaan belum mengungkap seluruh detail mengenai perbedaan setiap model. Informasi mengenai pilihan warna, ukuran, material, dan konfigurasi akhir juga masih perlu menunggu pengumuman resmi.

Kolaborasi dengan merek kacamata menjadi strategi menarik karena perangkat wearable tidak hanya mengandalkan spesifikasi. Kenyamanan dan desain juga berperan dalam menentukan apakah konsumen bersedia menggunakannya sepanjang aktivitas harian.

Harga dan Ketersediaan Masih Menjadi Tanda Tanya

Meskipun jadwal penjualan mulai mengerucut ke pertengahan Desember 2026, Samsung belum menetapkan harga resmi Intelligent Eyewear. Informasi mengenai banderol perangkat tersebut masih belum tersedia.

Kondisi ini membuat calon konsumen belum dapat memperkirakan posisi produk tersebut di pasar kacamata pintar. Terlebih lagi, kombinasi teknologi Gemini, chipset Snapdragon, dan desain hasil kolaborasi menghadirkan sejumlah aspek yang dapat memengaruhi harga jual.

Ketersediaan di luar Korea Selatan dan Amerika Serikat juga belum memiliki jadwal pasti. Oleh karena itu, konsumen di Indonesia masih harus menunggu informasi lanjutan mengenai kemungkinan pemasaran di Asia Tenggara.

Ada beberapa informasi penting yang masih perlu Samsung umumkan, antara lain:

  • Harga resmi untuk setiap model.
  • Tanggal penjualan pasti pada Desember 2026.
  • Spesifikasi lengkap dan perbedaan setiap model.
  • Negara tujuan ekspansi setelah peluncuran awal.
  • Informasi ketersediaan untuk pasar Indonesia.

Kejelasan mengenai sejumlah aspek tersebut akan membantu konsumen menilai kemampuan dan nilai produk sebelum memutuskan untuk membelinya.

Samsung Mulai Memperluas Ekosistem Wearable AI

Samsung Intelligent Eyewear memperlihatkan arah pengembangan perangkat wearable yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan. Melalui Android XR dan Google Gemini, Samsung berupaya menghadirkan asisten digital yang dapat diakses tanpa harus mengeluarkan ponsel.

Konsep tanpa layar juga menjadi pembeda utama perangkat ini. Pengguna dapat memanfaatkan fungsi kamera, terjemahan, dan navigasi melalui kombinasi komponen audio serta kecerdasan buatan.

Di sisi lain, keberhasilan produk tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi. Harga, kenyamanan, daya tahan baterai, dan ketersediaan aplikasi juga akan menentukan penerimaan konsumen.

Strategi pemasaran terbatas di Korea Selatan dan Amerika Serikat dapat menjadi tahap awal untuk menguji respons pasar. Setelah itu, Samsung berpeluang mempertimbangkan ekspansi berdasarkan hasil peluncuran tersebut.

Dengan jadwal penjualan yang dikabarkan berlangsung pada pertengahan Desember 2026, perhatian berikutnya tertuju pada pengumuman resmi Samsung. Harga dan kepastian distribusi internasional menjadi dua informasi yang paling dinantikan calon pengguna.

Kesimpulan

Samsung Intelligent Eyewear dikabarkan mulai dijual pada pertengahan Desember 2026 dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat sebagai pasar awal. Perangkat ini mengandalkan Android XR, Google Gemini, chipset Snapdragon AR1 Gen 1, serta kamera, mikrofon, dan speaker tanpa layar.

Kolaborasi desain dengan Gentle Monster dan Warby Parker turut memberikan identitas tersendiri pada produk tersebut. Namun, harga resmi dan jadwal ekspansi ke negara lain masih belum diumumkan.

Jika seluruh fitur bekerja sesuai harapan, kacamata pintar ini berpotensi menjadi bagian menarik dari perkembangan teknologi wearable berbasis AI. Meski begitu, konsumen tetap perlu menunggu spesifikasi final dan pengumuman resmi Samsung sebelum mengambil keputusan pembelian.

Jaya Purnama
Chief Idea Officer • Powered by AI — Turning Ideas into Digital Products, Content & Businesses.