Wamen UMKM Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Penjualan

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Wamen UMKM Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Penjualan

RuangOjol.com - Jakarta, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) Helvi Yuni Moraza mendorong pelaku UMKM memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan penjualan dan efisiensi bisnis. Ia mengingatkan bahwa penggunaan teknologi digital tidak boleh hanya berorientasi pada popularitas dan konten viral di media sosial.

Menurut Helvi, pelaku usaha perlu mengubah cara mengukur keberhasilan aktivitas digital. Jumlah pengikut, jangkauan konten, dan tingkat interaksi memang dapat membantu memperkenalkan produk. Namun, pelaku UMKM juga harus memastikan aktivitas tersebut menghasilkan penjualan, memperkuat komunikasi dengan pelanggan, serta memperbaiki sistem operasional usaha.

Pesan tersebut ia sampaikan dalam acara Indonesia Digital Meetup 2026 di SMESCO Indonesia, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Helvi menilai perkembangan digitalisasi dan AI membuka peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing. Karena itu, pelaku usaha perlu menggunakan teknologi secara produktif agar manfaatnya terasa dalam kegiatan bisnis sehari-hari.

Helvi menyoroti masih terbatasnya pemanfaatan AI untuk mendukung proses bisnis. Meskipun lebih dari 90 persen generasi muda dan pelaku usaha telah mengenal teknologi tersebut, baru sekitar 15 persen yang menggunakannya secara produktif untuk kegiatan usaha, berdasarkan data yang disampaikan dalam acara tersebut.

Wamen UMKM Ingatkan AI Bukan Sekadar untuk Konten Viral

Helvi menegaskan bahwa penggunaan AI seharusnya membantu pelaku usaha menyelesaikan persoalan bisnis. Teknologi ini tidak cukup hanya digunakan untuk membuat materi promosi yang menarik perhatian pengguna media sosial.

Pelaku UMKM perlu mengarahkan pemanfaatan AI pada kebutuhan yang lebih konkret. Misalnya, mereka dapat menggunakannya untuk membantu menjawab pertanyaan pelanggan, menyusun informasi produk, mempercepat pekerjaan administratif, serta mendukung evaluasi strategi penjualan.

Dengan penerapan yang tepat, pelaku usaha dapat menghemat waktu dan mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien. Selain itu, teknologi digital dapat membantu usaha memberikan layanan yang lebih konsisten kepada konsumen.

Helvi mengingatkan bahwa aktivitas digital yang tinggi belum tentu menghasilkan pendapatan yang sebanding. Karena itu, pelaku usaha harus melihat hubungan antara promosi, komunikasi pelanggan, dan transaksi yang benar-benar terjadi.

Ia juga menekankan bahwa AI tidak akan menggantikan pengusaha UMKM. Sebaliknya, pelaku usaha yang mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi tersebut berpotensi melampaui pesaing yang tidak menggunakannya.

Pesan ini menunjukkan pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah perubahan teknologi. Pelaku UMKM tidak harus langsung menerapkan sistem yang rumit. Mereka dapat memulai dari kebutuhan sederhana, kemudian mengembangkan penggunaannya sesuai dengan kemampuan dan skala bisnis.

UMKM Berperan Penting dalam Perekonomian Nasional

Transformasi digital UMKM menjadi perhatian penting karena sektor ini memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam acara tersebut, Indonesia memiliki sekitar 57 juta UMKM.

Sektor tersebut menyerap hingga 97 persen tenaga kerja dan menyumbang sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Besarnya kontribusi ini menjadikan peningkatan produktivitas UMKM sebagai salah satu aspek penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045. Dalam konteks tersebut, kemampuan UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi semakin penting.

Digitalisasi dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar sekaligus memperbaiki pengelolaan bisnis. Namun, manfaat tersebut membutuhkan penerapan yang sesuai dengan kebutuhan usaha, bukan sekadar mengikuti tren teknologi.

Sebagai contoh, pemilik usaha dapat mulai menggunakan pencatatan transaksi digital untuk memantau pendapatan dan pengeluaran. Setelah itu, mereka dapat mengevaluasi produk yang paling diminati, memperbaiki pelayanan pelanggan, serta menentukan strategi promosi berdasarkan kebutuhan pasar.

Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan kehadiran di platform daring. Pelaku usaha juga perlu membangun proses bisnis yang lebih tertata agar pertumbuhan penjualan dapat mendukung keberlanjutan usaha.

SAPA UMKM Permudah Akses Layanan bagi Pelaku Usaha

Untuk mendukung perkembangan UMKM, Kementerian UMKM menghadirkan program SAPA UMKM sebagai layanan satu pintu atau single sign-on. Melalui layanan ini, pelaku usaha dapat mengakses berbagai layanan dengan satu akun tanpa harus berulang kali melakukan pendaftaran.

Helvi menjelaskan bahwa basis data SAPA UMKM telah mencakup 12,7 juta pelaku usaha. Selain itu, lebih dari 37.000 UMKM tercatat aktif memanfaatkan layanan tersebut.

Kehadiran layanan terpadu ini diharapkan mempermudah pelaku usaha dalam mengakses dukungan yang tersedia. Sistem dengan satu akun juga dapat membantu mengurangi kerumitan administrasi ketika pelaku UMKM membutuhkan layanan yang berbeda.

Meski demikian, pelaku usaha tetap perlu memahami layanan yang tersedia dan menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis. Pemanfaatan platform digital akan lebih bermanfaat apabila pelaku UMKM menggunakannya secara aktif untuk mendukung pengembangan usaha.

Di sisi lain, penguatan ekosistem digital membutuhkan partisipasi berbagai pihak. Pemerintah menyediakan dukungan dan layanan, sedangkan pelaku usaha perlu meningkatkan keterampilan digital serta menerapkan teknologi secara konsisten.

Plafon KUR 2026 Capai Rp295 Triliun

Selain mendorong penggunaan teknologi, pemerintah juga menyediakan dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM. Pada 2026, plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) ditetapkan sebesar Rp295 triliun dengan suku bunga tetap 6 persen.

Helvi mengimbau pelaku usaha memanfaatkan pembiayaan tersebut untuk kegiatan produktif. Salah satu penggunaannya dapat berupa investasi pada sistem kasir digital dan teknologi operasional yang mendukung kelancaran bisnis.

Investasi teknologi dapat membantu usaha mencatat transaksi secara lebih teratur. Selain itu, sistem digital memungkinkan pemilik usaha memantau aktivitas penjualan dan mengelola persediaan dengan lebih baik, sesuai dengan fitur yang tersedia.

Namun, pelaku UMKM perlu menghitung kebutuhan modal sebelum mengajukan pembiayaan. Mereka sebaiknya menentukan tujuan penggunaan dana, memperkirakan biaya operasional, serta menilai kemampuan membayar angsuran berdasarkan arus kas usaha.

Dengan perencanaan yang matang, pembiayaan dapat mendukung peningkatan kapasitas usaha. Sebaliknya, penggunaan dana tanpa perhitungan berisiko menambah beban keuangan dan mengganggu kelangsungan bisnis.

Karena itu, penggabungan pembiayaan dan teknologi perlu berangkat dari kebutuhan nyata. Pelaku usaha dapat memprioritaskan perangkat atau sistem yang mampu menyelesaikan masalah operasional sebelum mengeluarkan dana untuk teknologi yang belum mendesak.

Keamanan Data Konsumen Tetap Menjadi Prioritas

Di tengah dorongan untuk mempercepat adopsi AI, Helvi mengingatkan pelaku UMKM agar tidak mengabaikan etika, keamanan siber, dan perlindungan data pribadi konsumen.

Penggunaan teknologi dalam kegiatan bisnis dapat melibatkan informasi pelanggan, mulai dari data kontak hingga riwayat transaksi. Karena itu, pemilik usaha perlu memahami bagaimana data tersebut disimpan, digunakan, dan dilindungi.

Pelaku UMKM juga perlu berhati-hati ketika menggunakan layanan AI. Mereka sebaiknya tidak memasukkan informasi pribadi pelanggan atau data bisnis yang bersifat rahasia ke layanan yang belum jelas kebijakan privasinya.

Selain itu, pengusaha perlu membatasi akses akun usaha kepada pihak yang berwenang, menggunakan kata sandi yang kuat, serta mengaktifkan fitur keamanan tambahan jika tersedia. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko penyalahgunaan akun dan kebocoran data.

Kepercayaan konsumen juga perlu menjadi bagian dari strategi digital. Pelaku usaha harus menjelaskan penggunaan data secara wajar dan memastikan penerapan teknologi tidak mengorbankan kualitas pelayanan.

Helvi menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus berjalan seiring dengan perlindungan data pribadi, keamanan siber, dan kepercayaan konsumen. Ia mengajak pelaku usaha menggunakan teknologi secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.

Langkah UMKM Memanfaatkan AI untuk Mengembangkan Usaha

Pelaku UMKM dapat mulai menerapkan AI secara bertahap tanpa harus langsung mengubah seluruh sistem bisnis. Langkah awal yang tepat adalah mengenali masalah yang paling sering muncul dalam kegiatan operasional.

Berikut beberapa penerapan yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan usaha:

  • Meningkatkan layanan pelanggan: gunakan AI untuk membantu menyusun jawaban atas pertanyaan umum tentang produk, harga, dan cara pemesanan.
  • Mendukung promosi: manfaatkan AI untuk menyusun ide konten dan deskripsi produk yang informatif, kemudian periksa kembali ketepatan informasinya.
  • Mengelola transaksi: pertimbangkan sistem kasir digital untuk mencatat penjualan dan membantu memantau persediaan.
  • Mengevaluasi penjualan: gunakan catatan transaksi untuk mengenali produk yang diminati pelanggan dan menilai hasil promosi.
  • Menjaga keamanan data: pilih layanan yang sesuai, periksa kebijakan privasinya, dan hindari membagikan informasi sensitif tanpa alasan yang jelas.

Setelah menerapkan langkah tersebut, pelaku usaha perlu mengukur hasilnya. Mereka dapat membandingkan perubahan waktu pelayanan, jumlah transaksi, biaya operasional, dan tingkat pembelian pelanggan.

Evaluasi ini membantu pemilik usaha menentukan apakah teknologi yang digunakan benar-benar memberikan manfaat. Jika hasilnya belum sesuai harapan, mereka dapat memperbaiki proses atau memilih solusi yang lebih tepat.

Kesimpulan

Dorongan Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza menegaskan bahwa pemanfaatan AI perlu bergerak melampaui pembuatan konten viral. Pelaku UMKM harus mengarahkan teknologi untuk meningkatkan konversi penjualan, memperbaiki layanan pelanggan, dan meningkatkan efisiensi operasional.

Pemerintah turut mendukung transformasi tersebut melalui SAPA UMKM dan penyediaan plafon KUR 2026 sebesar Rp295 triliun dengan suku bunga tetap 6 persen. Namun, keberhasilan digitalisasi tetap bergantung pada kemampuan pelaku usaha menerapkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, UMKM perlu menjadikan teknologi sebagai alat untuk menyelesaikan masalah bisnis. Dengan strategi yang tepat, pengelolaan keuangan yang cermat, serta perlindungan data konsumen, pelaku usaha dapat memperkuat daya saing dan membangun bisnis yang lebih berkelanjutan.

FAQ

Apa yang ditekankan Wamen UMKM tentang penggunaan AI?

Helvi Yuni Moraza mengingatkan pelaku UMKM agar tidak hanya menggunakan AI untuk membuat konten viral. Teknologi tersebut perlu membantu meningkatkan penjualan, mempercepat pelayanan, dan memperbaiki sistem bisnis.

Berapa banyak pelaku usaha yang tercatat dalam SAPA UMKM?

Basis data SAPA UMKM mencakup 12,7 juta pelaku usaha. Sementara itu, lebih dari 37.000 UMKM tercatat aktif memanfaatkan layanan tersebut.

Berapa plafon KUR pada 2026?

Plafon Kredit Usaha Rakyat pada 2026 ditetapkan sebesar Rp295 triliun dengan suku bunga tetap 6 persen. Pelaku usaha perlu menggunakan pembiayaan secara produktif dan memperhitungkan kemampuan membayar angsuran.

Bagaimana UMKM dapat mulai menggunakan AI?

Pelaku usaha dapat memulai dari kebutuhan sederhana, seperti membantu menjawab pertanyaan pelanggan, menyusun deskripsi produk, atau mengevaluasi penjualan. Mereka juga perlu memeriksa hasil AI dan menjaga kerahasiaan data konsumen.

Mengapa keamanan data penting dalam penggunaan AI?

Keamanan data membantu melindungi informasi pelanggan dan menjaga kepercayaan konsumen. Karena itu, pelaku UMKM perlu memilih layanan yang sesuai, membatasi akses akun, dan menghindari pembagian data sensitif secara sembarangan.

Jaya Purnama
Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan