BMKG Ungkap Proses Terjadinya Hujan Es di Lampung Barat

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Ilustrasi awan Cumulonimbus membawa hujan es di kawasan perbukitan Lampung Barat.

Ilustrasi: Fenomena Hujan Es

RuangOjol.com - Lampung Barat, fenomena hujan es yang menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, pada Minggu (1/11/2026) sore menarik perhatian masyarakat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang cukup intens.

Hujan es terjadi bersamaan dengan hujan deras, angin kencang, dan petir. Butiran es yang dilaporkan berukuran sebesar kelereng mengguyur sejumlah pekon dan kelurahan sekitar pukul 15.21 WIB.

Menurut BMKG Lampung, kondisi atmosfer yang tidak stabil, ketersediaan uap air, serta faktor topografi setempat mendukung pertumbuhan awan konvektif yang kuat. Awan tersebut memiliki arus udara naik atau updraft yang mampu membawa butiran air menuju lapisan atmosfer bersuhu di bawah titik beku.

Fenomena ini berlangsung sekitar 10–15 menit. Meski durasinya relatif singkat, dampaknya cukup terasa. Sejumlah rumah mengalami kerusakan akibat angin kencang, sementara sebuah bangunan pendidikan anak usia dini (PAUD) tertimpa pohon tumbang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

BMKG Jelaskan Proses Terbentuknya Hujan Es

Forecaster on Duty BMKG Lampung, Iqbal Arief Pangestu, menjelaskan bahwa pertumbuhan awan Cumulonimbus menjadi faktor penting dalam terbentuknya hujan es di Lampung Barat.

Awan Cumulonimbus dikenal sebagai awan konvektif yang memiliki arus udara naik cukup kuat. Arus tersebut membawa butiran air menuju lapisan atmosfer yang memiliki suhu di bawah titik beku.

Ketika mencapai lapisan tersebut, butiran air mengalami pembekuan dan membentuk es. Selanjutnya, butiran es mengalami proses di dalam awan sebelum akhirnya jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan es.

Iqbal menjelaskan bahwa proses tersebut menjadi bagian dari dinamika pertumbuhan awan dengan intensitas kuat. Karena itu, hujan es dapat muncul bersamaan dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat, seperti hujan deras, petir, dan angin kencang.

Selain arus udara naik, terdapat beberapa kondisi yang mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Lampung Barat, yaitu:

  • Atmosfer tidak stabil: Kondisi ini mendukung perkembangan awan konvektif dengan intensitas kuat.
  • Ketersediaan uap air: Kandungan uap air di atmosfer menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan awan.
  • Faktor topografi: Kondisi wilayah Lampung Barat turut mendukung terbentuknya awan konvektif.
  • Arus udara naik: Updraft yang kuat membawa butiran air menuju lapisan atmosfer bersuhu di bawah titik beku.

Dengan demikian, hujan es tidak muncul begitu saja. Fenomena ini berkaitan dengan proses atmosfer yang melibatkan pertumbuhan awan, pergerakan udara, serta perubahan butiran air menjadi es.

Enam Wilayah di Balik Bukit Terdampak Hujan Es

Hujan es menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Balik Bukit pada Minggu sore. Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 15.21 WIB dan disertai hujan deras, angin kencang, serta petir.

Dandim 0422/Lampung Barat Letkol Inf Rizky Kurniawan menyampaikan bahwa terdapat enam wilayah yang terdampak fenomena tersebut.

Wilayah terdampak meliputi empat pekon dan dua kelurahan, yaitu:

  • Pekon Watas.
  • Pekon Gunungsugih.
  • Pekon Padang Dalom.
  • Pekon Padang Hanakau.
  • Kelurahan Waymengaku.
  • Kelurahan Pasar Liwa.

Butiran es yang jatuh ke permukaan membuat warga terkejut. Bahkan, sejumlah warga keluar rumah untuk melihat langsung fenomena tersebut.

Butiran es terlihat berjatuhan di halaman rumah dan jalanan. Ukurannya dilaporkan sebesar kelereng sehingga peristiwa tersebut cukup menarik perhatian masyarakat setempat.

Namun, fenomena ini tidak berlangsung lama. Hujan es tercatat berlangsung sekitar 10–15 menit sebelum akhirnya berakhir.

Durasi yang singkat tersebut sejalan dengan penjelasan BMKG bahwa hujan es umumnya terjadi dalam waktu relatif pendek dan hanya mencakup wilayah yang terbatas.

Angin Kencang Sebabkan Rumah Rusak dan PAUD Tertimpa Pohon

Selain menimbulkan keterkejutan warga, cuaca ekstrem di Kecamatan Balik Bukit juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan.

Beberapa rumah warga di Pekon Hanakau mengalami kerusakan akibat angin kencang. Atap dan tiang rumah milik sejumlah warga dilaporkan roboh atau terlepas.

Dampak lainnya terjadi pada sebuah bangunan pendidikan anak usia dini atau PAUD. Bangunan tersebut tertimpa pohon tumbang ketika cuaca buruk melanda wilayah setempat.

Kombinasi hujan deras, angin kencang, dan petir menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak hanya melibatkan jatuhnya butiran es. Kondisi cuaca yang menyertainya juga berpotensi menimbulkan kerusakan di lingkungan permukiman.

Meski terdapat kerusakan rumah dan bangunan pendidikan, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Informasi ini menjadi salah satu hal penting dalam laporan dampak fenomena hujan es di Lampung Barat.

Peristiwa tersebut juga memperlihatkan bahwa cuaca ekstrem dapat memberikan dampak berbeda di setiap lokasi. Sebagian warga mungkin hanya mengalami hujan es di sekitar rumah, sedangkan wilayah lain menghadapi kerusakan akibat angin kencang dan pohon tumbang.

BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem

Menyikapi kejadian hujan es di Lampung Barat, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Imbauan tersebut penting karena pertumbuhan awan Cumulonimbus dapat berkaitan dengan hujan deras, petir, dan angin kencang. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memperhatikan perubahan kondisi cuaca di lingkungan masing-masing.

Fenomena hujan es juga menunjukkan bahwa cuaca ekstrem tidak selalu berlangsung dalam waktu lama. Dalam kejadian di Kecamatan Balik Bukit, hujan es hanya berlangsung sekitar 10–15 menit. Namun, kerusakan tetap terjadi akibat kondisi cuaca yang menyertainya.

Masyarakat sebaiknya tidak mendekati area yang berpotensi terdampak pohon tumbang ketika angin kencang berlangsung. Selain itu, warga perlu memperhatikan kondisi bangunan dan lingkungan sekitar setelah cuaca buruk berlalu.

Jika terjadi hujan deras disertai petir dan angin kencang, masyarakat juga perlu mengutamakan keselamatan serta menghindari aktivitas di area terbuka. Langkah kewaspadaan tersebut membantu mengurangi risiko ketika kondisi cuaca berubah secara cepat.

BMKG turut mengingatkan pentingnya ketenangan dalam menghadapi fenomena alam seperti hujan es. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus memperhatikan perkembangan cuaca dan imbauan dari pihak berwenang.

Mengapa Hujan Es Bisa Terjadi dalam Waktu Singkat?

Hujan es memiliki karakteristik berbeda dari hujan biasa. Menurut penjelasan BMKG Lampung, fenomena ini umumnya berlangsung dalam waktu singkat dan terjadi pada wilayah yang relatif terbatas.

Proses pembentukannya berkaitan dengan aktivitas awan Cumulonimbus. Awan tersebut memiliki arus udara naik yang kuat sehingga mampu membawa butiran air menuju lapisan atmosfer bersuhu di bawah titik beku.

Ketika proses pembentukan es berlangsung di dalam awan, butiran tersebut kemudian dapat jatuh ke permukaan bumi. Inilah yang menyebabkan masyarakat bisa mengalami hujan es meskipun fenomenanya tidak berlangsung lama.

Kasus di Lampung Barat menjadi contoh bagaimana kondisi atmosfer dan faktor lokal dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif yang kuat. Karena itu, kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem tetap diperlukan meskipun hujan es hanya terjadi pada wilayah tertentu.

Kesimpulan

BMKG menjelaskan bahwa hujan es yang menerjang enam wilayah di Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, berkaitan dengan pertumbuhan awan Cumulonimbus yang intens. Kondisi atmosfer tidak stabil, ketersediaan uap air, dan faktor topografi turut mendukung proses tersebut.

Fenomena pada Minggu (1/11/2026) sore itu berlangsung sekitar 10–15 menit. Dampaknya meliputi kerusakan sejumlah rumah akibat angin kencang dan sebuah bangunan PAUD yang tertimpa pohon tumbang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Perubahan cuaca yang disertai hujan deras, petir, dan angin kencang perlu mendapat perhatian serius.

FAQ Hujan Es di Lampung Barat

1. Apa penyebab hujan es di Lampung Barat?

Menurut BMKG Lampung, hujan es berkaitan dengan pertumbuhan awan Cumulonimbus yang intens. Arus udara naik di dalam awan membawa butiran air menuju lapisan atmosfer bersuhu di bawah titik beku hingga membentuk es.

2. Kapan hujan es menerjang Lampung Barat?

Fenomena tersebut terjadi pada Minggu, 1 November 2026, sekitar pukul 15.21 WIB di sejumlah wilayah Kecamatan Balik Bukit.

3. Wilayah mana saja yang terdampak hujan es?

Enam wilayah terdampak meliputi Pekon Watas, Gunungsugih, Padang Dalom, Padang Hanakau, Kelurahan Waymengaku, dan Kelurahan Pasar Liwa.

4. Berapa lama hujan es berlangsung?

Hujan es berlangsung sekitar 10–15 menit. BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini umumnya terjadi dalam waktu singkat dan mencakup wilayah yang relatif terbatas.

5. Apakah ada korban jiwa akibat kejadian tersebut?

Tidak ada korban jiwa. Namun, beberapa rumah warga di Pekon Hanakau mengalami kerusakan dan sebuah bangunan PAUD tertimpa pohon tumbang.

6. Apa imbauan BMKG kepada masyarakat?

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan deras, petir, dan angin kencang.

Jaya Purnama
Chief Idea Officer • Powered by AI — Turning Ideas into Digital Products, Content & Businesses.