
Ilustrasi: Pertumbuhan Bisnis Grab
RuangOjol.com - Singapura, Grab menaikkan proyeksi pendapatan 2026 setelah mencatat pertumbuhan stabil pada bisnis transportasi daring dan layanan pesan-antar. Perusahaan teknologi asal Asia Tenggara tersebut kini memperkirakan pendapatannya mencapai US$4,15 miliar hingga US$4,2 miliar.
Peningkatan proyeksi ini menunjukkan bahwa aktivitas pengguna di platform Grab masih berkembang. Selain transportasi, permintaan pesan-antar makanan dan produk lainnya juga mengalami peningkatan. Program promosi serta perluasan kategori produk menjadi beberapa pendorong pertumbuhan tersebut.
Kinerja positif juga terlihat pada sektor jasa keuangan. Untuk pertama kalinya, unit bisnis keuangan Grab mencatat laba inti pada kuartal III-2026. Pencapaian tersebut memperlihatkan perkembangan bisnis perusahaan di luar layanan transportasi dan pengantaran.
Dikutip dari Reuters, peningkatan penggunaan layanan pinjaman, asuransi, dan produk keuangan lainnya ikut menopang hasil tersebut. Mitra pengemudi dan pedagang yang bergabung dalam platform Grab semakin banyak memanfaatkan berbagai layanan keuangan yang tersedia.
Grab Menaikkan Target Pendapatan 2026
Grab kini memperkirakan pendapatan sepanjang 2026 berada pada kisaran US$4,15 miliar hingga US$4,2 miliar. Sebelumnya, perusahaan memperkirakan pendapatan tahunannya mencapai US$4,1 miliar sampai US$4,15 miliar.
Perubahan proyeksi tersebut mencerminkan perkembangan kinerja sejumlah lini bisnis. Transportasi daring tetap menjadi salah satu penopang utama. Sementara itu, layanan pesan-antar turut memberikan kontribusi melalui peningkatan frekuensi pemesanan dan perluasan pilihan produk.
Grab juga menaikkan perkiraan EBITDA tahunan yang disesuaikan menjadi US$790 juta hingga US$800 juta. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya, yaitu US$720 juta sampai US$740 juta.
Kenaikan target EBITDA ini memperlihatkan optimisme perusahaan terhadap kemampuan menghasilkan keuntungan operasional. Namun, perusahaan tetap menghadapi sejumlah tekanan, terutama kenaikan biaya bahan bakar dan inflasi yang memengaruhi mitra pengemudi serta konsumen.
Transportasi dan Pesan-Antar Masih Tumbuh
Pertumbuhan bisnis Grab tidak hanya berasal dari layanan transportasi penumpang. Permintaan pesan-antar juga meningkat seiring strategi perusahaan memperluas pilihan produk yang tersedia bagi pengguna.
Program promosi menjadi salah satu faktor yang mendorong aktivitas pengguna. Selain itu, GrabMall dan ekspansi ke kategori farmasi serta kecantikan ikut memperluas peluang transaksi di dalam platform.
Strategi tersebut memungkinkan pengguna mengakses lebih banyak jenis produk melalui layanan Grab. Dengan demikian, aktivitas transaksi tidak hanya bergantung pada kebutuhan transportasi atau pemesanan makanan.
Perusahaan juga mencatat peningkatan penggunaan layanan dan nilai pesanan. Perkembangan ini menjadi bagian penting dalam mendukung kenaikan proyeksi pendapatan tahunan.
Meski demikian, pertumbuhan permintaan berlangsung di tengah tekanan ekonomi. Kenaikan biaya bahan bakar masih membebani mitra pengemudi. Sementara itu, inflasi dapat mengurangi kemampuan belanja konsumen.
Chief Financial Officer Grab, Peter Oey, menjelaskan bahwa konsumen tetap menggunakan platform perusahaan meskipun menghadapi tekanan inflasi. Bahkan, menurutnya, pengguna memesan lebih sering dan membelanjakan lebih banyak uang.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan masih melihat aktivitas pengguna yang kuat di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Namun, tekanan biaya tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga pertumbuhan bisnis.
Layanan Keuangan Grab Berhasil Mencatat Laba Inti
Salah satu perkembangan penting dalam laporan kinerja Grab adalah pencapaian unit jasa keuangan. Pada kuartal III-2026, bisnis tersebut mencatat EBITDA yang disesuaikan positif sebesar US$12 juta.
Hasil tersebut berbalik dari kerugian sebesar US$28 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perubahan kinerja ini berjalan seiring meningkatnya penggunaan produk pinjaman dan asuransi oleh mitra pengemudi serta pedagang.
Layanan keuangan menjadi bagian penting dari pengembangan ekosistem Grab. Perusahaan tidak hanya mengandalkan transaksi transportasi dan pesan-antar, tetapi juga memperluas pemanfaatan produk keuangan di kalangan pengguna platform.
Meningkatnya penggunaan layanan pinjaman dan asuransi memberikan kontribusi terhadap perbaikan kinerja unit tersebut. Selain itu, semakin banyaknya mitra pengemudi dan pedagang yang memanfaatkan produk keuangan memperluas aktivitas bisnis Grab.
Pencapaian EBITDA positif ini menjadi perkembangan penting bagi perusahaan. Sebab, unit jasa keuangan sebelumnya masih mencatat kerugian pada periode pembanding.
Grab Berikan Dukungan kepada Mitra Pengemudi
Di tengah kenaikan harga bahan bakar, Grab menyediakan sejumlah dukungan untuk membantu mitra pengemudi. Program tersebut mencakup subsidi bahan bakar, manfaat asuransi, serta fasilitas pinjaman.
Perusahaan juga menyediakan program pinjaman yang dapat membantu mitra pengemudi beralih menggunakan kendaraan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap kebutuhan operasional mitra sekaligus pengembangan pilihan kendaraan.
Menurut Peter Oey, berbagai insentif tersebut turut meningkatkan jumlah mitra pengemudi aktif menjelang musim liburan. Periode tersebut menjadi salah satu waktu penting bagi aktivitas bisnis Grab.
Ketersediaan mitra pengemudi memiliki peran dalam menjaga kelancaran layanan transportasi dan pengantaran. Karena itu, dukungan terhadap mitra menjadi salah satu perhatian perusahaan ketika menghadapi peningkatan aktivitas pengguna.
Namun, kenaikan biaya operasional masih menjadi tantangan. Subsidi bahan bakar dan berbagai manfaat lainnya menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membantu mitra menghadapi tekanan tersebut.
Pendapatan Kuartal III-2026 Lampaui Estimasi Analis
Kinerja keuangan Grab pada kuartal III-2026 juga menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang kuat. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar US$1,11 miliar atau meningkat 27 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Pencapaian tersebut melampaui estimasi analis sebesar US$1,07 miliar berdasarkan data yang dihimpun LSEG. Selisih antara realisasi dan perkiraan tersebut memperlihatkan bahwa pendapatan perusahaan berada di atas ekspektasi pasar.
Perkembangan ini turut mendukung keputusan Grab untuk meningkatkan proyeksi pendapatan dan EBITDA tahunan. Pertumbuhan transportasi, pesan-antar, serta jasa keuangan menjadi bagian dari gambaran kinerja perusahaan selama periode tersebut.
Respons pasar juga terlihat melalui pergerakan saham Grab. Saham perusahaan naik 5 persen dalam perdagangan setelah penutupan pasar pada Senin, 2 November 2026.
Meskipun demikian, pergerakan positif tersebut belum menghapus tekanan saham sepanjang tahun berjalan. Saham Grab masih terkoreksi 42 persen sejak awal tahun.
Apa Arti Kenaikan Proyeksi Grab bagi Bisnis Ojol?
Kenaikan proyeksi keuangan Grab memperlihatkan bahwa bisnis transportasi daring semakin terhubung dengan layanan lain dalam satu ekosistem. Aktivitas pengguna tidak hanya menghasilkan transaksi perjalanan, tetapi juga mendorong pemesanan produk dan penggunaan layanan keuangan.
Bagi mitra pengemudi, perkembangan tersebut memiliki kaitan dengan kebutuhan menjaga jumlah pengguna dan aktivitas pemesanan. Program subsidi bahan bakar, asuransi, serta pinjaman juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan kepada mitra.
Di sisi lain, pertumbuhan bisnis belum berarti seluruh tantangan operasional selesai. Kenaikan biaya bahan bakar dan tekanan inflasi masih memengaruhi pengemudi maupun konsumen.
Karena itu, perkembangan kinerja Grab perlu dilihat bersama dengan kondisi mitra pengemudi dan daya beli pengguna. Pertumbuhan pendapatan perusahaan menjadi kabar positif bagi bisnis, tetapi keberlanjutan layanan juga berkaitan dengan kemampuan perusahaan menjaga keseimbangan antara permintaan, biaya, dan dukungan operasional.
Kesimpulan
Grab menaikkan proyeksi pendapatan 2026 menjadi US$4,15 miliar hingga US$4,2 miliar. Perusahaan juga meningkatkan target EBITDA tahunan menjadi US$790 juta sampai US$800 juta.
Pertumbuhan transportasi daring, peningkatan permintaan pesan-antar, serta pencapaian laba inti unit jasa keuangan menjadi pendorong utama perkembangan tersebut. Pendapatan kuartal III-2026 yang mencapai US$1,11 miliar juga melampaui estimasi analis.
Meski demikian, Grab masih menghadapi tekanan kenaikan biaya bahan bakar dan inflasi. Ke depan, kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan sekaligus mendukung mitra pengemudi akan menjadi bagian penting dalam perkembangan bisnisnya.
FAQ
1. Berapa proyeksi pendapatan Grab pada 2026?
Grab memperkirakan pendapatan 2026 mencapai US$4,15 miliar hingga US$4,2 miliar, meningkat dari proyeksi sebelumnya sebesar US$4,1 miliar sampai US$4,15 miliar.
2. Berapa target EBITDA tahunan Grab?
Grab menaikkan proyeksi EBITDA tahunan yang disesuaikan menjadi US$790 juta hingga US$800 juta. Sebelumnya, perusahaan memperkirakan angka tersebut sebesar US$720 juta sampai US$740 juta.
3. Apakah unit jasa keuangan Grab sudah mencatat keuntungan?
Ya. Pada kuartal III-2026, unit jasa keuangan Grab mencatat EBITDA yang disesuaikan positif sebesar US$12 juta. Hasil ini berbalik dari kerugian US$28 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
4. Apa saja dukungan Grab untuk mitra pengemudi?
Grab menyediakan subsidi bahan bakar, manfaat asuransi, serta program pinjaman yang dapat membantu mitra pengemudi beralih ke kendaraan listrik.
5. Mengapa pendapatan Grab mengalami peningkatan?
Pertumbuhan tersebut didukung layanan transportasi daring, meningkatnya permintaan pesan-antar, program promosi, perluasan kategori produk, serta peningkatan penggunaan layanan keuangan.