Changan Perkenalkan SDA Pilot untuk Teknologi Mengemudi Pintar

Ruangojol.com - Jakarta, Changan Group memperkenalkan SDA Pilot Changan, sistem bantuan berkendara canggih atau Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dikembangkan secara mandiri.
Sistem ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan teknologi mengemudi pintar. Changan menyiapkan SDA Pilot dalam tiga tingkatan, yaitu Pro, Max, dan Ultra.
Varian tertinggi, SDA Pilot Ultra, menawarkan sejumlah fitur bantuan berkendara untuk jalan tol, wilayah perkotaan, hingga proses parkir. Changan Nevo Q06 menjadi model produksi pertama yang dibekali sistem tersebut dan telah memasuki masa pra-pemesanan.
SDA Pilot Changan Hadir dalam Tiga Tingkatan
SDA Pilot tersedia dalam varian Pro, Max, dan Ultra. Changan menyebut tingkatan yang lebih tinggi akan diperkenalkan selanjutnya.
SDA Pilot Ultra memiliki 31 fitur keselamatan aktif. Fitur tersebut dirancang untuk membantu mencegah atau mengurangi risiko kecelakaan selama perjalanan.
Selain itu, varian Ultra mendukung Highway NCA dan Urban NCA. Keduanya merupakan Navigation Cruise Assist yang membantu kendaraan berkendara secara cerdas di jalan tol dan area perkotaan.
Sistem ini juga dilengkapi intelligent parking assist dengan dukungan lebih dari 400 skenario. Fitur tersebut membantu kendaraan dalam berbagai kondisi parkir yang telah disiapkan dalam sistem.
Didukung Chip 560 TOPS dan LiDAR 256-Line
SDA Pilot Ultra menggunakan chip komputasi berkapasitas 560 TOPS. Sistem tersebut dipadukan dengan LiDAR 256-line untuk memproses informasi dengan respons dalam hitungan milidetik.
Changan juga menggunakan teknologi deteksi LiDAR aktif dengan kemampuan pemrosesan hingga 10Hz. Teknologi ini membantu sistem mengenali potensi bahaya lebih cepat, termasuk ketika kendaraan menghadapi minim cahaya, silau, hujan, dan kabut.
Untuk menghasilkan perilaku berkendara yang lebih natural, sistem end-to-end large model pada SDA Pilot dilatih menggunakan lebih dari 20 juta segmen data berkendara dari kondisi nyata.
Pengembangan Intelligent Driving Dimulai Sejak 2009
Changan menyatakan pengembangan teknologi intelligent driving telah dimulai sejak 2009. Dua tahun kemudian, perusahaan mengembangkan prototipe fungsi peringatan tabrakan depan dan peringatan keluar jalur.
Pada 2018, Changan mulai memproduksi secara massal sistem IACC atau Integrated Adaptive Cruise Control Level 2. Selanjutnya, pada 20 Desember 2025, perusahaan menerima pelat nomor resmi pertama di Tiongkok untuk pengemudian otonom bersyarat Level 3.
Chairman Changan Group Zhu Huarong mengatakan, tim intelligent driving perusahaan kini telah berkembang menjadi lebih dari 7.500 insinyur. Pengembangan tersebut didukung total investasi riset dan pengembangan yang mencapai lebih dari 7,7 miliar Euro atau sekitar Rp157 triliun.
President Changan Group Zhao Fei menyebut SDA Pilot merupakan hasil dari pengalaman dan pembelajaran perusahaan selama mengembangkan teknologi tersebut.
Changan SDA Lab Mendukung Pengujian Teknologi
Untuk memperkuat pengembangan teknologi, Changan membangun Changan SDA Lab sebagai pusat pengembangan dan pengujian intelligent driving. Fasilitas ini mendukung pengujian sepanjang waktu, yakni 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan.
Changan SDA Lab juga mendukung lebih dari 400.000 skenario simulasi virtual. Selain itu, fasilitas tersebut mampu menjalankan simulasi perjalanan hingga 3,3 juta kilometer per hari.
Simulasi itu mencakup berbagai kondisi iklim di 224 wilayah di seluruh dunia. Melalui pengujian tersebut, Changan berupaya mengidentifikasi potensi risiko sejak tahap awal pengembangan.
Interaksi Menggunakan Perintah Bahasa Sehari-hari
Dalam hal interaksi pengguna, SDA Pilot memakai sistem navigasi interaktif berbasis multimodal large model. Sistem ini menggabungkan kemampuan visual dan suara.
Pengguna dapat memberikan perintah menggunakan bahasa sehari-hari. Sistem tersebut juga dapat mengingat pola dan preferensi berkendara pengguna.
Changan menyatakan pengembangan SDA Pilot dilakukan melalui pengujian di laboratorium hingga kondisi jalan sebenarnya. Perusahaan menargetkan teknologi ini mampu menghadirkan pengalaman berkendara yang aman dan meyakinkan bagi pengguna.