Kisah Driver Transportasi Online yang Inspiratif

Mau Gabung? Klik INSTAL atau DAFTAR 👆
Ruangojol.com - Kadang kita harus belajar dari mana saja, seperti halnya dengan cerita yang akan admin sampaikan ini. Cerita ini admin ambil dari sosial media milik mbak Diah Asih Sukesi, beliau menceritakan 3 curhatan abang driver Transportasi online yang menginspirasi.

Mau tahu bagaimana ceritanya, yuk kita simak bersama-sama.
Kisah inspiratif ojol

Curhat Abang Gojek

Entah sudah kali berapa saya mengamati kisah para pengemudi ojek daring dalam menapaki kisah kesehariannya bergelut dengan pekerjaan yang cukup berat dari menghadapi jalanan macet, tarif yang turun naik, orderan yang sering digagalkan oleh pelanggannya atau perilaku pelanggan dan pengemudi yang tak sesuai harapan dan masih banyak lagi.

Tetapi ada beberapa pengalaman baik yang bisa penulis tuangkan disini.

Kisah Pertama

Kisah pertama adalah dari seorang pengemudi ojek online yang baru mengawali kariernya di dunia pergojekan.

Awalnya ini merupakan sesuatu yang berat karena awal terjunnya sang pengemudi karena selalu diiming-imingi besarnya bonus dari salah seorang temannya, dulu dia adalah salah satu pengemudi armada yang cukup punya nama dan sang pengemudi ini mampu memberikan setoran senilai Rp. 1,5 juta perhari tapi setoran yang bisa ia dapatkan hanya kisaran 150.000,- ketika anak atau istri sakit pun sang pengemudi akan dikenakan biaya jika meminjam mobil untuk digunakan berobat.

Karena seringnya menerima foto-foto bonus temannya yang pindah dari tempat sebelumnya dan menekuni ojek online akhirnya pengemudi inipun beralihlah menjadi pengemudi mandiri dan hanya bergantung kepada allah swt online. 

Seiring berjalan waktu pada awal perjalanannya kurang lebih enam bulan berjalan ternyata sang pengemudi diberikan kemudahan untuk membeli mobil walau dengan menyicil. 

Tetapi perjuangan untuk disetujui persyaratannya nya cukup sulit hingga pada dealer kelima baru bisa disetujui dan alhamdulillah mampu mengumpulkan uang kas sebesar Rp. 600.000,- per hari. 

Ketika penulis bertanya," Alhamdulillah kehidupan saya menjadi lebih baik. awalnya untuk kebutuhan sehari-hari dia harus sering berhutang saat ini dia sudah memiliki kendaraan walau harus menyicil dan kebutuhan anak dan istri berhasil dipenuhi dan tanpa kurang suatu apa. 

Dan diakhir wawancara dengan penulis diapun berkisah bahwa sekarang telah dikarunia oleh seorang puteri dan ini mungkin rejeki si kecil Bu.

Kisah Kedua

Kisah kedua , beliau adalah seseorang yang bersahaja tak dinyana dari pembicaraan dengan beliau ternyata ada kisah menarik yang bisa dipetik. 

Tersebutlah nama si Fulan, pada saat itu ia berkeinginan untuk menyekolahkan anaknya di pesantren sebesar Rp. 7.000.000,-. hingga menjelang waktunya tiba uang pun tak terkumpul jua.

Tetapi menjelang dua hari saat pendaftaran ada seorang sahabat kecilnya yang mencari si Bapak, sahabatnya itu datang bersama sang istri dan begitu berjumpa dengan sang bapak langsung menyerahkan bingkisan yang menurut beliau ini adalah salah satu janji yang harus ditunaikan beliau ada sedikit rezeki dan akan diberikan kepada sang Bapak fulan tersebut.

Dan diapun mengucapkan Terima kasih. Tak disangka didalam bungkusan itu berisi uang sejumlah Rp. 10.000.000,-. Akhirnya sang Bapak itu bisa menyekolahkan anaknya dipesantren.

Ketika mendengar cerita ini, langsung aku bertanya keseharian Bapak dan ibadah yang sering Bapak tersebut lakukan, menurut beliau adalah ketika ada orang yang datang ke rumahnya walau di dompetnya hanya ada selembar pasti akan dia berikan tentunya dia sudah melihat bahwa anak dan istrinya memiliki beras, telur dan minyak. 

Ternyata konsep sedekah yang sering Bapak tersebut lakukan mendapat balasan tunai dari allah swt. Akupun masih penasaran, berarti Bapak masih suka ketemu dengan sahabat kecil Bapak dan keluarganya tersebut, wah Bu sampai sekarang No nya tidak pernah tersambung sepertinya Alloh swt yang mengirimkan malaikat tersebut ke rumah saya yang wujudnya adalah sahabat kecilnya. semoga jadi ibroh.

Kisah Ketiga

Kisah ketiga pekerjaan gojek ini ternyata diminati berbagai kalangan salah satunya adalah seorang Kepala litbang, dahulu beliau mendapat gaji sebanyak Rp. 25.000.000,- per bulan.

Dan ketika penulis menanyakan kenapa beralih profesi karena disuruh memalsukan kuitansi, akhirnya dia hijrah dan sekarang sudah memiliki 8 armada, menurut beliau tak usah takut jika kita ingin menjalankan kebenaran karena rezeki alloh swt terbuka lebar bagaimana cara kita menjemput rezeki itu.

Dan masih banyak lagi ceritanya yang mungkin akan coba saya kumpulkan jadi sebuah buku. Ternyata apapun profesi kita asalkan kita berlaku jujur, bekerja yang berkualitas, Alloh swt akan berikan lentingan dan percikan rezeki tak terduga yang kalau dihitung itu diluar kalkulasi manusia jadi jangan pernah takut menjalankan sebuah kebenaran.

Diah Asih S.