Pengaruh Go-Jek untuk Kehidupan Kita Sehari-hari

Mau Gabung? Klik INSTAL atau DAFTAR 👆

Ruangojol.com - Pengaruh Go-Jek untuk Kehidupan Kita Sehari-hari mari simak dalam artikel kali ini. Konsumen Indonesia banyak menggunakan layanan transportasi berbasis aplikasi yang sangat populer. Transportasi tersebut yang biasa disebut dengan Gojek.

Pengaruh Go-Jek untuk Kehidupan Kita Sehari-hari

Layanan transportasi berbasis aplikasi ini bukannya handal tetapi juga lebih murah daripada layanan ojek konvensionalnya. Tapi apa dampak dari layanan berbasis aplikasi pada pengemudi ojek? Apakah mereka telah meningkatkan kehidupan kerja mereka, atau sekadar meningkatkan tingkat eksploitasi? 

Pengaruh Go-jek saat ini sangat menguntungkan bagi masyarakat selain mengurangi kemacetan moda transportasi ini juga sangat hemat biaya dan lebih murah.

Nama Go-Jek adalah plesetan dari kata dalam bahasa Indonesia, yaitu ojek. Perusahaan ini didirikan oleh seseorang yang pernah menempuh pendidikan di Harvard dan kemudian bekerja untuk McKinsey di Jakarta.

Pengguna Go-Jek meningkat dengan pesat melalui aplikasi

Go-Jek telah dikenal oleh masyarakat sebagai layanan transportasi berbasis online pada beberapa tahun lalu. Namun, baru populer setelah perusahaan meluncurkan aplikasinya empat tahun kemudian. Sejak saat itu Go-Jek berkembang dengan pesat. 

Awal mula perusahaan ini berpusat tetap di Jabodetabek, tetapi helm dan jaket hijau yang khasnya sekarang dapat dilihat di jalan-jalan Bali, Balikpapan, Bandung, Makassar, Malang, Manado, Medan, Palembang, Semarang, Samarinda, Solo, Surabaya dan Yogyakarta.

Go-Jek telah menjadi lebih dari sekedar alat transportasi. Siswa sekolah, pekerja kantoran, birokrat - semua orang banyak menggunakan Go-Jek.

Presiden Joko 'Jokowi' Widodo tentu saja seorang penggemarnya, setelah rutin melantunkan pujian untuk Go-Jek, bahkan mengajak penciptanya ke Amerika Serikat untuk membantu menjual potensi digital Indonesia.

Bagaimana Pengaruh Go-jek untuk Masyarakat Luas?

Go-Jek mempekerjakan tukang ojek hingga usia 50 tahun. Mereka harus memiliki sepeda motor sendiri, lalu diberikan dua helm dan jaket, serta diberikan pelatihan dasar dan ponsel android untuk digunakan untuk beroprasi. Mereka juga dilindungi oleh asuransi kesehatan dan kecelakaan perusahaan.

Karena model perusahaan didasarkan pada daya saing harga, penghasilan pengemudi Go-Jek per perjalanan jauh lebih rendah daripada pengemudi ojek biasa. Tetapi mereka memiliki potensi untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan secara keseluruhan, karena mereka cenderung menerima lebih banyak tarif per hari daripada pengemudi biasa.