Akhirnya Tarif Minimum Ojek Online mulai Berlaku

Tarif Minimum Ojek Online Berlaku, sekarang platform telah mengalami penurunan pelanggan. Pengemudi ojek online telah meminta untuk menerapkan tarif m

Ruangojol.com - Tarif Minimum Ojek Online Berlaku, sekarang platform telah mengalami penurunan pelanggan. Pengemudi ojek online telah meminta untuk menerapkan tarif minimum kepada perusahaan.

Tarif Minimum Ojek Online Berlaku

Sejak pemerintah Indonesia memberlakukan tarif minimum untuk ojek online pada bulan lalu, pelanggan mengeluh tentang mahalnya tarif baru dari penyedia ojek online di media sosial.

Lembaga Penelitian Pengembangan Sosial Ekonomi (RISED) setempat menindak lanjuti dengan makalah penelitian berjudul “Persepsi Konsumen terhadap Kenaikan Tarif Ojek Online di Indonesia” 

Hasil survei yang diluncurkan kemarin di Jakarta menyoroti kesediaan pelanggan untuk membayar layanan ojek online. Ini telah menjadi fenomena di Indonesia, sebagian karena tarifnya sangat murah. 

Seperti dilansir media lokal, survei RISED menunjukkan bahwa 75% pelanggan tidak puas dengan tarif baru tersebut. Peningkatan tarif tersebut membuat masyarakat enggan menggunakan ojek online. Survei dilakukan terhadap 3.000 pengguna yang tersebar di sembilan wilayah di Indonesia.

Adanya tarif baru, semua pengguna menghadapi kenaikan hingga 15.000, tergantung di wilayah mana mereka tinggal. Studi menunjukkan bahwa rata-rata pelanggan di luar Jakarta hanya bersedia mengeluarkan tambahan 4.900 per hari, sementara Pelanggan di Jakarta bersedia mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp 5.200 per hari.

Bagaimana Ojek Online Mengantisipasi Kenaikan Tarif?

RISED mencatat, mayoritas pengguna ojek online berasal dari kelompok berpenghasilan menengah ke bawah. Karena biaya transportasi harian berkontribusi sekitar 20% terhadap pengeluaran konsumen per bulan, kenaikan tarif berdampak langsung pada pengeluaran mereka.

Jika orang memesan lebih sedikit tumpangan karena kekhawatiran akan harga, ini pada akhirnya juga akan mengurangi pendapatan pengemudi.

Kementerian Perhubungan meminta operator pemesanan kendaraan Go-Jek dan Grab untuk menguji tarif baru selama seminggu. Tetapi Go-Jek telah menurunkan tarifnya kembali setelah tiga hari setelah melihat penurunan yang signifikan pada pesanan Go-Ride. Pengurangan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengemudi yang telah melobi keras untuk menerapkan tarif dasar.

Mereka berencana untuk mogok lagi kemarin tetapi memutuskan untuk tidak melakukannya karena Go-Jek menyesuaikan tarifnya lagi sesuai dengan peraturan baru. Dan ojek online menggunakan strategi diskon tarif untuk menarik penggunanya lagi.