Inilah Skema Baru Insentif GoSend Sameday dan Untung Ruginya

Masih bingung dengan skema insentif baru GoSend Sameday? Berikut penjelasan lengkap beserta keuntungan dan kerugiannya
Ruangojol.com - Beberapa waktu yang lalu driver Gojek melakukan mogok masal di wilayah Jabodetabek dan Bandung. Aksi ini berkaitan dengan skema insentif GoSend Sameday yang baru karena dirasa sangat merugikan driver.

Inilah Skema Baru Insentif GoSend Sameday dan Untung Ruginya

Berdasarkan keterangan koordinator lapangan, ada lebih dari 90% driver yang mengikuti aksi tersebut. Sehingga menyebabkan layanan pengiriman barang GoKilat dan GoSend sempat kolaps untuk beberapa saat.

Selain aturan yang merugikan, Gojek juga tidak melakukan penyuluhan terkait hal ini. Sehingga driver merasa skema baru insentif GoSend Sameday kurang elok jika diputuskan secara sepihak tanpa melibatkan mereka.

Skema Baru Insentif GoSend Sameday

Lantas, seperti apa sih skema baru yang diberlakukan Gojek untuk instentif GoSend Sameday? Pertama jelas penghasilan akan sangat menurun. Misal, jika sebelumnya Rp60.000 untuk 13 paket, sekarang hanya sekitar Rp20 ribuan.

Tentunya ini sangat merugikan, apalagi harga kebutuhan pokok sedang mengalami kenaikan. Sehingga mau tak mau driver GoSend turun ke jalan meminta Gojek untuk membatalkan skema baru tersebut.

Selama ini driver Gojek yang melayani pegantaran barang mendapatkan 2 sumber penghasilan, pertama upah atau ongkos kirim, lalu insentif setiap 9 paket, 14 paket, 15 paket, dan seterusnya.

Berikut ini skema baru insentif GoSend Sameday yang mulai berlaku di area Jabodetabek 8 Juni 2021 lalu.
  1. Pengantaran 1-9 paket, mitra pengemudi mendapatkan bonus Rp1.000 /paket.
  2. Pengantaran 10-14 paket, mitra pengemudi mendapatkan bonus Rp2.000 /paket
  3. Sedangkan untuk lebih dari 15 paket, bonusnya Rp2.500 /paket
Kalau dibandingan dengan skema insentif lama, perbedaannya sangat jomplang. Sebab, pengiriman 5 paket bonusnya Rp10 ribu. 8 paket yang terkirim driver dapat Rp30 ribu. Untuk 10 paket, driver dapat insentif Rp45 ribu.

Sementara untuk pengantaran 13 paket pengemudi dapat Rp60 ribu, dan insentif Rp100 ribu akan diberikan jika pengemudi GoSend berhasil melakukan pengiriman 15 paket.

Dari keterangan driver, mereka biasanya mendapatkan Rp240 ribu per hari. Setelah diberlakukan skema insentif baru, penghasilan mereka jauh berkurang hingga 100%, belum termasuk pengeluaran bensin dan biaya lainnya.

Keuntungan dan Kerugian Skema Insentif yang Baru

Meskipun driver menilai skema baru ini sangat merugikan, namun Gojek punya pendapat berbeda. Berikut ini kami rangkum untung rugi penerapan skema baru insentif GoSend Sameday.

1. Keuntungan

  • Selama memenuhi kriteria, driver tetap akan mendapatkan insentif
  • Minimum order dihapuskan, jadi driver tidak harus menunggu hingga 5 paket
  • Insentif akan langsung diberikan berdasarkan paket yang dikirim
  • Jika performa stabil, penghasilan kamu akan bertambah setiap harinya

2. Kerugian

  • Nominal yang jauh berkurang dari skema insentif lama
  • Jika sebelumnya 5 paket dapat Rp10.000, di skema baru hanya Rp5.000
  • Harus bersaing dengan driver lain untuk mendapatkan orderan lebih banyak
  • Penyesuaian skema instentif GoSend akan berdampak pada kinerja driver
Jadi, dari penjelasan Gojek, kebijakan ini semata-mata demi pemerataan, mengingat jumlah mitra yang semakin banyak. Insentif memang mengalami perubahan signifikan, tapi kamu juga harus tahu kalau upah pokok tidak mengalami perubahan.

Kesimpulan

Walaupun perubahannya tidak masuk akal, tapi ini sudah berlaku dan sejauh ini tidak ada tanda-tanda akan direvisi atau dibatalkan. Oleh sebab itu, sebagai mitra yang baik kita harus menghormati kebijakan tersebut.

Ingat, jangan sampai aksi mogok terulang kembali karena bisa jadi akan berdampak pada performa akun kamu. Demikian penjelasan tentang skema baru insentif GoSend Sameday beserta untung ruginya. Semoga bermanfaat!