Cara Memilih Reksadana di Bibit yang Mudah DiLakukan Terbaru 2022

Cara Memilih Reksadana di Bibit. RuangOjol.com - Kini masyarakat Indonesia mulai mengenal pentingnya berinvestasi. Reksadana menjadi alternatif dalam memulai investasi dengan modal kecil dan tingkat risiko yang rendah. Aplikasi Bibit menjadi platform penyedia jasa investasi reksadana yang diawasi langsung OJK serta ditangani oleh Manajer Investasi profesional. Manajer Investasi akan memberikan cara memilih reksadana di Bibit dengan optimal. 


Saat registrasi akun, Bibit akan memberikan pilihan kepada investor dalam memilih reksadana terbaik sesuai jenis dan risiko yang diinginkan. Setelah itu, Bibit akan menyeleksi pilihan produk reksadana apa saja yang cocok untuk investor. Kemudian, investor akan dimasukkan ke dalam daftar 'Top Reksadana'. Berikut ini cara memilih reksadana di Bibit:

1. Amati Reputasi Manajer Investasi dalam Produk Reksadana

Cara memilih reksadana di Bibit adalah dengan mengamati kinerja Manajer Investasi yang memiliki rekam jejak pengelolaan dana yang baik. Biasanya mereka memiliki surat izin resmi yang dikeluarkan oleh OJK. Bagi investor pemula, tidak perlu khawatir jika tidak memahaminya karena Bibit sudah bekerja sama dengan MI terbaik dalam pengelolaan dana investor.

Selanjutnya, telusuri rekam jejak Manajer Investasi melalui portofolio hasil investasi yang pernah dan sedang dikelola saat ini. Lihat hasilnya apakah memiliki rekam jejak yang baik atau buruk. Selain itu, bisa juga dengan meminta langsung profil Manajer Investasi melalui perusahaan tersebut. Dengan begitu, investor dapat berinvestasi dengan aman dan tenang.

2. Perhatikan Tingkat Return

Dalam memulai investasi, para investor akan memilih berbagai macam produk investasi sesuai dengan tingkat risiko yang diinginkannya. Perhatikan selalu return yang dihasilkan MI dari beberapa tahun kebelakang.

Sortir return produk dari 3 hingga 5 tahun kebelakang untuk mengetahui hasil keuntungan dan konsistensi kinerja investasi setiap tahunnya. 

3. Pertimbangkan Tingkat Risiko

Dalam memilih instrumen investasi pasti selalu ada tingkat risikonya, baik itu risiko yang kecil hingga yang besar. Untuk mengukur tingkat risiko suatu produk di Bibit bisa gunakan filter Max Drawdown. Contohnya, jika produk reksadana memiliki angka drawdown sekitar 20% dalam setahun, itu berarti kinerja reksadana pernah mengalami perosotan hingga 20%.

Namun, tidak perlu khawatir bagi investor pemula karena drawdown yang tinggi hanya bisa terjadi pada jenis reksadana berbentuk Campuran dan Saham. Investasi seperti Pasar Uang dan Pendapatan Tetap bisa saja mengalami nilai drawdown, namun biasanya relatif rendah. Maka dari itu, reksadana Pasar Uang cocok digunakan bagi yang menginginkan risiko kecil.

4. Tentukan Tujuan dalam Berinvestasi

Dalam berinvestasi, tentukan tujuan yang ingin didapatkan dari hasil investasi. Pikirkan investasi tersebut, apakah dana yang diinvestasikan akan digunakan dalam jangka waktu pendek, menengah atau jangka panjang. 

Ketika investor menginginkan jangka pendek, produk investasi reksadana seperti Pasar Uang dan Pendapatan Tetap cocok digunakan karena memiliki tingkat risiko yang rendah.

Jika ingin menggunakan dana investasi untuk jangka waktu panjang bisa gunakan reksadana Campuran maupun Saham. Misalnya, untuk biaya pendidikan, dana pensiun, atau kegiatan yang dilakukan 5 tahun mendatang.

Karena reksadana ini memiliki tingkat risiko yang fluktuatif dan tinggi di 5 tahun pertama. Tetapi akan mengalami peningkatan setelah 5 tahun mendatang.

5. Ketahui adanya Dana Kelolaan

Dana kelolaan merupakan dana yang dikelola oleh suatu perusahaan penyedia reksadana. Dana kelolaan atau Asset Under Management digunakan sebagai acuan dalam mengukur seberapa besar produk reksadana tersebut dipercaya oleh investor. 

Jika suatu produk investasi memiliki besar pengelolaan dana maka investor akan semakin percaya akan dengan kualitas MI reksadana tersebut.

Kini investasi bisa dilakukan oleh siapapun asalkan memiliki kemauan dan tujuan akan dana yang diinvestasikannya. Berinvestasi reksadana di Bibit akan memudahkan investor dalam mengelola dana yang dimilikinya.

Selain Itu, cara memilih reksadana di Bibit bisa dilakukan dengan mudah karena Bibit akan menunjukkan daftar 'Top Reksadana' yang cocok untuk kebutuhan investor.