Kode Referral Kredivo Terbaru, Bonus Hingga 250rb Points untuk Pengguna Baru!. Klik Disini

10 Taman Cantik di Surabaya Terbaik Untuk di Kunjungi

10 taman cantik di Surabaya terbaik untuk dikunjungi. Ruang hijau ikonik, edukatif, dan rekreatif yang nyaman bagi semua usia.

Surabaya dikenal sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia yang identik dengan aktivitas perdagangan, industri, serta kepadatan kendaraan. Namun di balik wajah urban yang dinamis, kota ini menyimpan banyak ruang hijau yang dirancang dengan serius. Pemerintah kota sejak lama menempatkan taman sebagai bagian penting dari kualitas hidup warga. Hasilnya terlihat jelas. Banyak sudut kota berubah menjadi ruang publik yang nyaman, teduh, dan estetis.

Menariknya, taman di Surabaya tidak hanya sekadar penghijauan. Setiap taman memiliki karakter berbeda, mulai dari taman sejarah, taman edukasi, taman keluarga, hingga taman tematik. Perbedaan konsep ini membuat warga tidak merasa bosan mengunjungi ruang terbuka. Ada taman yang cocok untuk olahraga ringan, ada yang ideal untuk fotografi, ada pula yang menjadi ruang refleksi.

Keberadaan taman-taman ini juga mengubah kebiasaan masyarakat. Aktivitas rekreasi tidak selalu harus pergi ke pusat perbelanjaan. Banyak warga memilih berjalan santai, duduk berbincang, membaca buku, hingga membawa anak bermain di taman kota. Ruang hijau akhirnya menjadi tempat interaksi sosial sekaligus pelepas penat dari rutinitas perkotaan.

Berikut ini adalah sepuluh taman cantik di Surabaya yang kami susun bersama Garden Center yang juga merupakan tukang taman surabaya yang memiliki kebun di dukuh kupang dan telah berpengalaman puluhan tahun di kota surabaya.

1. Taman Bungkul — Ikon Ruang Publik Modern Kota

Tidak lengkap membahas taman di Surabaya tanpa menyebut Taman Bungkul. Taman ini bisa disebut sebagai wajah baru ruang publik perkotaan Indonesia. Lokasinya yang berada di tengah kawasan ramai membuatnya selalu hidup hampir sepanjang hari.

Keunikan taman ini terletak pada integrasi fungsi. Ada jalur jogging, area bermain anak, skate park, hingga sentra kuliner. Pada malam hari suasana semakin menarik dengan pencahayaan artistik dan aktivitas komunitas. Banyak warga datang sekadar duduk santai menikmati suasana kota.

Taman ini juga menjadi contoh bahwa ruang terbuka dapat menghidupkan ekonomi kecil. Pedagang kaki lima tertata rapi sehingga tidak mengganggu estetika. Interaksi antara ruang hijau dan aktivitas ekonomi berjalan seimbang.

Karakter desainnya modern namun tetap teduh karena pepohonan besar dipertahankan. Hasilnya adalah ruang publik yang nyaman sekaligus aktif secara sosial.

2. Taman Harmoni Keputih — Taman Bunga Paling Fotogenik

Taman Harmoni Keputih sering disebut taman bunga Surabaya. Dahulu kawasan ini merupakan tempat pembuangan, kemudian direvitalisasi menjadi taman yang indah.

Hamparan bunga berwarna-warni menjadi daya tarik utama. Banyak pengunjung datang untuk berfoto karena tampilannya menyerupai taman wisata luar kota. Jalur pejalan kaki dibuat berkelok mengikuti lanskap sehingga menciptakan perspektif menarik.

Selain estetika, taman ini juga berfungsi ekologis. Tanaman dipilih untuk membantu penyerapan air dan memperbaiki kualitas tanah bekas lahan pembuangan. Transformasi ini menjadikan taman sebagai simbol perubahan lingkungan kota.

Suasana terbaik biasanya pagi hari ketika udara masih segar dan warna bunga terlihat cerah.

3. Taman Prestasi — Ruang Santai di Tepi Sungai

Taman Prestasi Surabaya menawarkan suasana berbeda karena berada di bantaran Kalimas. Kombinasi air dan vegetasi menciptakan atmosfer lebih sejuk dibanding taman kota biasa.

Pengunjung sering datang untuk menikmati angin sungai atau menaiki perahu wisata. Taman ini tidak terlalu ramai sehingga cocok bagi yang mencari ketenangan.

Patung-patung penghargaan menghiasi area taman sebagai simbol perjalanan kota. Ruang duduk ditempatkan menghadap air sehingga memberikan pengalaman relaksasi alami.

4. Taman Flora Bratang — Surga Edukasi Anak

Taman Flora Bratang lebih dikenal sebagai Kebun Bibit. Taman ini sangat populer untuk keluarga karena menghadirkan hewan seperti rusa dan burung.

Anak-anak dapat belajar mengenal alam secara langsung. Jalur pedestrian luas memungkinkan aktivitas berjalan santai tanpa khawatir kendaraan.

Danau kecil di tengah taman menjadi pusat visual yang menenangkan. Pepohonan besar membuat suasana terasa seperti hutan mini di tengah kota.

5. Taman Apsari — Sentuhan Sejarah di Tengah Aktivitas Kota

Taman Apsari Surabaya merupakan salah satu taman tertua yang masih dipertahankan bentuk dasarnya. Berada di kawasan pusat pemerintahan lama, taman ini tidak dirancang sebagai taman rekreasi aktif, melainkan sebagai ruang hening yang memberi jeda di tengah lalu lintas kota.

Ciri khas utama taman ini adalah komposisi vegetasi matang. Pepohonan besar berusia puluhan tahun menciptakan kanopi alami yang sangat teduh bahkan pada siang hari. Perbedaan suhu terasa jelas begitu memasuki area taman. Inilah kekuatan taman lama, yaitu keteduhan alami yang tidak bisa didapat dari taman baru dalam waktu singkat.

Patung Gubernur Suryo menjadi fokus visual sekaligus penanda sejarah. Banyak pengunjung tidak hanya datang untuk duduk santai, tetapi juga sekadar menikmati suasana klasik kota Surabaya. Kehadiran bangunan kolonial di sekitarnya memperkuat atmosfer masa lalu.

Taman ini juga sering dimanfaatkan pekerja kantoran untuk istirahat singkat. Mereka datang pada jam makan siang untuk menghindari suasana kafe yang ramai. Suara kendaraan masih terdengar, tetapi tertutup oleh gemerisik daun sehingga menciptakan keseimbangan unik antara kota dan alam.

Di sore hari, taman berubah menjadi ruang sosial ringan. Orang duduk membaca, berbincang, atau hanya mengamati aktivitas jalan raya. Tidak ada fasilitas permainan maupun olahraga berat, namun justru kesederhanaan itu membuatnya bertahan sebagai ruang kontemplatif.

6. Taman Pelangi — Estetika Cahaya dalam Lanskap Malam

Taman Pelangi Surabaya dirancang dengan konsep yang berbeda dibanding taman lain di kota. Jika sebagian besar taman mengandalkan vegetasi, taman ini mengandalkan permainan pencahayaan sebagai daya tarik utama.

Pada siang hari, taman terlihat sederhana dengan komposisi tanaman rendah dan jalur melingkar. Namun ketika malam tiba, seluruh area berubah menjadi ruang visual penuh warna. Lampu LED ditempatkan strategis mengikuti kontur lanskap sehingga menghasilkan efek perspektif.

Air mancur di tengah taman menjadi pusat perhatian. Refleksi cahaya pada air menciptakan efek dinamis yang membuat pengunjung betah berlama-lama. Banyak fotografer pemula datang untuk berlatih fotografi malam karena kontras warna cukup dramatis namun tetap nyaman dilihat.

Taman ini juga berfungsi sebagai ruang rekreasi keluarga setelah makan malam. Anak-anak berlari mengikuti pola cahaya sementara orang tua berjalan santai di jalur pedestrian. Aktivitasnya ringan namun kontinu, sehingga taman tetap hidup hingga larut malam.

Menariknya, vegetasi dipilih bukan untuk keteduhan maksimal melainkan untuk membentuk siluet saat terkena cahaya. Hal ini menunjukkan bahwa lanskap tidak selalu harus siang-oriented; desain malam pun bisa menjadi identitas ruang publik.

7. Taman Mundu — Pusat Aktivitas Olahraga Harian

Taman Mundu Surabaya dikenal sebagai taman lingkungan yang paling aktif digunakan warga sekitar. Tidak menonjol secara estetika dekoratif, tetapi sangat kuat secara fungsi.

Lapangan olahraga menjadi inti aktivitas. Pada pagi hari, warga menggunakan area terbuka untuk senam bersama. Sore hari berganti menjadi tempat bermain sepak bola dan basket. Pola penggunaan berganti mengikuti jam biologis masyarakat sekitar.

Jogging track mengelilingi taman dengan jarak yang cukup untuk olahraga ringan. Lebarnya memadai sehingga pejalan kaki dan pelari dapat berbagi ruang tanpa konflik. Vegetasi peneduh ditanam merata sehingga jalur tetap nyaman sepanjang hari.

Yang menarik adalah hubungan sosial antar pengguna. Banyak warga saling mengenal karena rutin berolahraga di tempat yang sama. Taman berubah menjadi ruang komunitas, bukan sekadar fasilitas fisik.

Area bermain anak ditempatkan dekat zona duduk orang tua sehingga pengawasan mudah dilakukan. Pendekatan ini membuat taman terasa aman dan ramah keluarga. Tidak heran taman selalu ramai namun tetap tertib.

8. Taman Skate & BMX — Energi Kreatif Ruang Anak Muda

Taman Skate & BMX Surabaya menunjukkan bahwa taman kota tidak harus selalu tenang. Di sini ruang publik justru menjadi arena ekspresi energi.

Desain arena dibuat dengan kontur beton bergelombang, ramp, dan rail. Permukaan keras diperlukan untuk aktivitas ekstrem namun tetap diintegrasikan dengan ruang duduk dan vegetasi di tepiannya.

Setiap sore hingga malam kawasan ini dipenuhi remaja yang berlatih trik skateboard dan BMX. Pengunjung lain sering datang hanya untuk menonton. Aktivitas spontan ini menciptakan hiburan gratis sekaligus interaksi sosial antar generasi.

Grafiti artistik di beberapa sudut tidak dihapus, melainkan dikelola sebagai bagian estetika. Pendekatan ini membuat pengguna merasa ruang tersebut milik mereka, bukan ruang formal yang membatasi kreativitas.

Kehadiran taman ini penting karena menyediakan wadah aktivitas remaja secara positif. Energi yang mungkin tersalurkan di jalan raya berpindah ke ruang aman.

9. Taman Jayengrono — Ruang Hening di Kawasan Perdagangan

Taman Jayengrono Surabaya merupakan taman kecil namun memiliki nilai simbolik. Terletak di area perdagangan padat, taman ini berfungsi sebagai ruang jeda mikro bagi pejalan kaki.

Ukuran yang tidak besar justru membuatnya efektif. Orang dapat berhenti sebentar tanpa harus masuk jauh dari rute perjalanan. Banyak pengunjung hanya duduk beberapa menit sebelum melanjutkan aktivitas.

Patung di tengah taman menjadi orientasi visual sekaligus identitas tempat. Lampu berwarna hangat menciptakan suasana nyaman pada malam hari, berbeda dengan lampu jalan yang cenderung terang.

Vegetasi dipilih berukuran sedang agar tidak menutup pandangan, menjaga rasa aman di area pusat kota. Fungsi taman lebih ke psikologis dibanding rekreatif. Ia memberi kesempatan bernapas dalam ritme kota yang cepat.

10. Taman Ekspresi — Galeri Seni Terbuka Kota

Taman Ekspresi Surabaya dirancang sebagai ruang seni publik. Patung dan instalasi ditempatkan di berbagai sudut sehingga pengunjung berjalan dari satu karya ke karya lain.

Taman ini sering digunakan komunitas kreatif untuk diskusi, pertunjukan kecil, hingga pameran informal. Karakter ruangnya fleksibel, tidak kaku seperti galeri indoor.

Vegetasi dibuat lebih sederhana agar karya seni menjadi fokus. Namun tetap ada peneduh sehingga pengunjung nyaman berlama-lama. Jalur pedestrian sengaja dibuat mengalir seperti rute pameran.

Peran taman ini penting dalam membangun identitas kota yang kreatif. Warga tidak harus pergi ke museum untuk menikmati seni. Mereka bisa menemukannya dalam aktivitas sehari-hari.

Penutup

Kesepuluh taman tersebut menunjukkan bahwa Surabaya tidak hanya berkembang secara fisik tetapi juga memperhatikan kualitas ruang hidup warganya. Setiap taman menawarkan pengalaman berbeda sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan rekreasi tanpa meninggalkan kota. Keberadaan ruang hijau yang tersebar merata membantu menurunkan suhu lingkungan, meningkatkan interaksi sosial, serta membentuk identitas kota yang ramah manusia.

Taman bukan lagi pelengkap pembangunan, melainkan bagian utama dari perencanaan kota modern. Ketika ruang publik nyaman dan mudah diakses, warga akan menggunakannya secara aktif. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai, membaca buku, atau bermain anak menjadi rutinitas sehat yang memperkaya kehidupan urban. Surabaya berhasil menunjukkan bahwa kota besar tetap dapat terasa hangat dan manusiawi selama ruang terbuka dirawat dengan serius.

Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan