Respons BRI Soal Pengambilalihan PNM oleh Pemerintah
RuangOjol.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberikan respons resmi terkait rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) oleh pemerintah dari Holding Ultra Mikro (UMi).
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI akhirnya buka suara mengenai rencana pemerintah untuk mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Isu ini mencuat seiring strategi besar pemerintah dalam memperkuat pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah pengambilalihan ini dinilai menjadi bagian dari transformasi sistem keuangan nasional, khususnya dalam mendorong akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil. Meski demikian, BRI memastikan operasional dan dukungan terhadap UMKM tetap berjalan seperti biasa.
Di tengah dinamika kebijakan tersebut, BRI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor UMKM. Bank pelat merah ini melihat kebijakan pemerintah sebagai peluang untuk meningkatkan efektivitas ekosistem pembiayaan.
BRI Tegaskan Komitmen untuk UMKM
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Oleh sebab itu, BRI tetap optimistis bahwa setiap langkah pemerintah akan mengarah pada penguatan sektor tersebut.
Menurutnya, dukungan terhadap UMKM tidak hanya soal penyaluran kredit, tetapi juga mencakup pembinaan dan peningkatan literasi keuangan. BRI selama ini aktif menjalankan peran tersebut melalui berbagai program pemberdayaan.
Dhanny juga menegaskan bahwa BRI mendukung penuh kebijakan pemegang saham pengendali dalam memperkuat pembiayaan UMKM. Ia menilai, sinergi antara BRI dan PNM selama ini telah memberikan dampak positif yang signifikan.
Kolaborasi dalam Holding Ultra Mikro (UMi) terbukti mampu memperluas akses pembiayaan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Hal ini sekaligus meningkatkan inklusi keuangan secara nasional.
Dampak Positif Holding Ultra Mikro
Sepanjang tahun 2025, sinergi antara BRI dan PNM mencatatkan hasil yang menggembirakan. Sebanyak 1,4 juta nasabah ultra mikro berhasil naik kelas menjadi segmen usaha yang lebih berkembang.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 11,82 persen secara tahunan. Pencapaian ini menjadi indikator bahwa program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi integrasi layanan keuangan yang dilakukan secara berkelanjutan. BRI dan PNM berperan dalam menciptakan ekosistem yang saling mendukung bagi pelaku usaha kecil.
Dengan adanya perubahan struktur kepemilikan yang sedang dikaji, BRI memastikan tetap mengikuti arahan regulator dan menjaga stabilitas operasional perusahaan.
Pemerintah Siapkan Transformasi PNM
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah mengkaji opsi pengambilalihan PNM ke bawah Kementerian Keuangan.
Langkah ini merupakan bagian dari rencana besar untuk mentransformasi PNM menjadi bank khusus UMKM. Tujuannya adalah agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat lebih tepat sasaran.
Pemerintah juga mempertimbangkan berbagai skema, termasuk opsi pertukaran aset dengan PT Geo Dipa Energi. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan awal.
Menurut Purbaya, fokus utama pemerintah adalah memastikan pembiayaan bagi UMKM menjadi lebih terarah dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor akar rumput.
Fokus Pembiayaan Bukan Profit Semata
Pemerintah menegaskan bahwa bank khusus UMKM yang direncanakan tidak akan berorientasi pada keuntungan maksimal. Sebaliknya, fokus utamanya adalah memberikan pembiayaan yang terjangkau.
Skema ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha kecil mendapatkan akses modal tanpa beban bunga yang tinggi. Dengan demikian, UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.
Meski tidak mengejar profit besar, prinsip kehati-hatian tetap akan diterapkan. Pemerintah ingin memastikan lembaga tersebut mampu bertahan dalam jangka panjang.
Selain itu, pembentukan bank khusus UMKM juga bertujuan membangun ekosistem pembiayaan yang lebih komprehensif. Tidak hanya kredit, tetapi juga pendampingan usaha dan literasi keuangan.
BRI Pastikan Operasional Tetap Stabil
Menanggapi perubahan yang sedang berlangsung, BRI memastikan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan normal. Prinsip kehati-hatian (prudent) dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) tetap menjadi prioritas utama.
BRI juga menegaskan akan terus mengikuti arahan regulator dan pemegang saham dalam setiap langkah strategis. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan nasabah dan stabilitas sektor perbankan.
Ke depan, BRI optimistis sinergi antara berbagai lembaga keuangan akan semakin memperkuat sektor UMKM. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, pelaku usaha kecil diharapkan mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Rencana pengambilalihan PNM oleh pemerintah pun diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki struktur pembiayaan UMKM. Dengan ekosistem yang lebih solid, inklusi keuangan di Indonesia diyakini akan semakin meningkat.
