Saham GOTO Ramai Dilepas Asing, Net Buy BEI Capai Rp216,9 Miliar
RuangOjol.com, Jakarta - Saham GOTO ramai dilepas investor asing pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/8/2026). Di tengah aksi beli bersih asing di pasar saham, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) justru menjadi salah satu yang paling banyak dijual.
Investor asing tercatat membukukan transaksi beli bersih atau net buy sebesar Rp216,9 miliar hingga akhir sesi pertama perdagangan. Data perdagangan menunjukkan nilai pembelian asing mencapai sekitar Rp2,7 triliun, sedangkan transaksi jual berada di kisaran Rp2,5 triliun.
Namun, arus dana asing tidak merata ke seluruh saham. GOTO justru menghadapi tekanan jual dengan nilai net sell sekitar Rp125,4 miliar. Aktivitas tersebut menunjukkan adanya perbedaan strategi investor asing dalam memilih saham pada perdagangan sesi I.
Saham GOTO Ramai Dilepas Investor Asing
Saham GOTO menjadi saham dengan nilai penjualan bersih asing terbesar pada sesi pertama perdagangan Rabu. Berdasarkan data perdagangan, nilai net sell asing di GOTO mencapai sekitar Rp125,4 miliar.
Tekanan tersebut terjadi ketika harga saham GOTO berada di level Rp50. Data perdagangan juga mencatat volume transaksi GOTO sekitar 2,5 miliar saham pada sesi pertama.
Posisi GOTO sebagai saham yang paling banyak dilepas asing menjadi perhatian pasar. Pasalnya, secara keseluruhan investor asing justru masih mencatatkan net buy di BEI.
Dengan demikian, aksi jual pada GOTO tidak dapat langsung diartikan sebagai gambaran keseluruhan sentimen investor asing terhadap pasar Indonesia. Arus modal asing menunjukkan pola yang lebih selektif.
Selain GOTO, beberapa saham lain juga masuk dalam daftar net sell asing. TPIA dan ISAT menjadi dua saham yang turut mencatat tekanan jual cukup besar pada sesi pertama.
Asing Tetap Borong Sejumlah Saham
Di sisi lain, investor asing tetap aktif melakukan pembelian pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi salah satu tujuan utama aliran dana asing.
BMRI mencatat net buy asing sekitar Rp205,3 miliar pada sesi pertama. Berikutnya, BBCA mencatat pembelian bersih sekitar Rp63,65 miliar. MDKA juga mendapat net buy sekitar Rp49,5 miliar.
Selain ketiga saham tersebut, DSSA dan ANTM juga masuk dalam daftar saham yang banyak dibeli investor asing. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor masih melihat peluang pada sektor tertentu.
Pergerakan tersebut menjadi menarik karena terjadi ketika IHSG justru melemah tipis. Pada sesi pertama, IHSG turun 0,07 persen atau 4,78 poin ke level 6.496,89.
Tekanan indeks sebenarnya sempat lebih besar pada awal perdagangan. Namun, pasar mampu mengurangi sebagian pelemahan hingga penutupan sesi pertama.
Daftar Saham yang Banyak Dibeli dan Dijual Asing
Data sesi pertama perdagangan menunjukkan adanya perbedaan cukup jelas antara saham yang menjadi tujuan dana asing dan saham yang dilepas.
Beberapa saham dengan net foreign buy terbesar antara lain:
- BMRI: sekitar Rp205,30 miliar.
- BBCA: sekitar Rp63,65 miliar.
- MDKA: sekitar Rp49,50 miliar.
- DSSA: sekitar Rp35,00 miliar.
- ANTM: sekitar Rp27,82 miliar.
Sementara itu, saham yang mencatat net foreign sell terbesar adalah:
- GOTO: sekitar Rp125,44 miliar.
- TPIA: sekitar Rp60,83 miliar.
- ISAT: sekitar Rp52,15 miliar.
- BBRI: sekitar Rp36,22 miliar.
- MBMA: sekitar Rp18,12 miliar.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa investor asing tidak sepenuhnya keluar dari pasar saham Indonesia. Sebaliknya, terjadi perpindahan dana dari sejumlah saham menuju emiten lain.
Pergerakan GOTO Tetap Jadi Perhatian
Aksi jual terhadap GOTO menjadi sorotan karena saham tersebut memiliki likuiditas perdagangan yang tinggi. Volume transaksi yang besar membuat perubahan arus dana asing mudah terlihat dalam aktivitas pasar.
Data perdagangan juga menunjukkan saham GOTO berada di level Rp50. Sementara itu, berdasarkan laporan perdagangan yang tersedia, saham tersebut tercatat mengalami penurunan sekitar 21,8 persen secara year to date.
Kondisi tersebut membuat investor perlu melihat pergerakan GOTO secara lebih menyeluruh. Perubahan harga harian tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental perusahaan dalam jangka panjang.
Selain itu, keputusan investor asing juga dapat dipengaruhi berbagai faktor. Sentimen pasar, valuasi saham, perubahan indeks, likuiditas, hingga strategi portofolio dapat memengaruhi transaksi jual dan beli.
Karena itu, aksi jual asing pada satu sesi perdagangan sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.
Investor Perlu Mencermati Arus Dana Asing
Pergerakan dana asing merupakan salah satu indikator yang sering diperhatikan pelaku pasar. Namun, indikator tersebut tetap perlu dipadukan dengan data lain.
Investor dapat mencermati beberapa hal berikut:
- Perubahan harga dan volume perdagangan.
- Tren net buy atau net sell beberapa hari.
- Kinerja keuangan emiten.
- Kondisi sektor terkait.
- Sentimen pasar domestik dan global.
- Perubahan komposisi indeks saham.
Meskipun begitu, data net buy dan net sell hanya menggambarkan aktivitas transaksi pada periode tertentu. Investor perlu menghindari kesimpulan terburu-buru berdasarkan satu sesi perdagangan.
Di sisi lain, arus dana asing dapat memberikan gambaran mengenai saham yang sedang menjadi perhatian pasar. Perubahan tersebut bisa menjadi bahan tambahan untuk menyusun strategi investasi.
Kesimpulan
Saham GOTO ramai dilepas investor asing pada perdagangan sesi I BEI, Rabu (26/8/2026). Nilai net sell asing di GOTO mencapai sekitar Rp125,4 miliar.
Pada saat yang sama, investor asing secara keseluruhan masih mencatat net buy sekitar Rp216,9 miliar. BMRI, BBCA, dan MDKA menjadi beberapa saham yang mendapat aliran dana asing terbesar.
Perbedaan arus dana tersebut menunjukkan strategi investor asing yang selektif. Oleh karena itu, pergerakan saham GOTO dan aliran dana asing masih perlu dicermati bersama perkembangan pasar pada sesi berikutnya.
