Isi Saldo MAXIM Murah! DAFTAR SEKARANG

Apa itu Freight Forwarding, Tugas dan Manfaatnya

Banyak yang tidak familiar dengan apa itu freight forwarding dan apa peranannya. Padahal cukup penting dalam eksportir dan importir.

Ruangojol.com - Kegiatan ekspor impor di Indonesia setiap tahunnya mengalami perkembangan. Kegiatan ekspor impor tidak lepas dari peranan freight forwarding. Bagi awam tentu tidak familiar apa itu freight forwarding dan apa peranannya. Memang freight forwarding digunakan oleh eksportir dan importir.

Bagi perusahaan yang melakukan kegiatan ekspor impor tentu sudah familiar dengan freight forwarding. Dengan adanya freight forwarding ini akan memudahkan pengurusan ekspor impor baik dari dokumen hingga kegiatan di pelabuhan. Tentunya ini akan membuat pengurusan menjadi lebih cepat dan mudah.

Banyak jasa yang ditawarkan oleh freight forwarder ke perusahaan. Jasa yang ditawarkan antara lain pengiriman dan penerimaan kargo baik darat, laut dan udara hingga pengurusan kepabeanan. Secara singkat semua yang berkaitan dengan pengiriman barang bisa diserahkan ke freight forwarder.

Apa itu Freight Forwarding, Tugas dan Manfaatnya

Mengenal Freight Forwarding

Apa itu freight forwarding seringkali terbesit, yaitu merupakan sebuah perusahaan yang membantu eksportir dan importir. Terutama dalam mengatur kegiatan transportasi angkutan barang dari pabrik atau gudang hingga ke pihak lain. Freight forwarding ini melayani lokal dan internasional.

Tugas freight forwarding bertindak sebagai wakil dari perusahaan sebagai importir, eksportir, consignee dan shipper untuk seluruh pengiriman barang. Freight forwarding juga mengurus proses pengangkutan dan pengiriman hingga transportasi yang digunakan.

Untuk pengiriman barang sendiri terdapat banyak pilihan yang disediakan dan dipilih oleh perusahaan. Tentunya pengiriman ini memiliki kualifikasi dan perhitungan yang berbeda juga. Berikut macam-macam pengiriman yang biasa ditawarkan:

1. Berdasarkan Alamat Pengiriman

Cara ini menggunakan sistem DD atau Door to Door dimana pengurusan dilakukan dimulai sejak barang diambil dari gudang shipper hingga gudang consignee. Ada juga DP atau Door to Port, dimana pengurusan dimulai dari gudang shipper hingga pelabuhan saja.

Selain itu ada juga PD atau Port to Door, shipper mengantar sendiri barang ke Pelabuhan dan pengurusan dimulai dari Pelabuhan hingga gudang consignee. Terakhir adalah PP atau Port to Port, pengurusan hanya dilakukan sebatas Pelabuhan muat hingga pelabuhan tujuan saja.

2. Berdasarkan Sistem Kirim

LCL (Less Container Loaded) adalah sistem pengiriman dengan menggabungkan berbagai jenis barang dari perusahaan lain dalam satu container. Perhitungan akan dihitung berdasarkan kubikasinya. Sedangkan FCL (Full Container Loaded) adalah barang dikirim dalam satu container tersendiri dan tidak dicampur dengan lainnya.

3. Berdasarkan Tempat Container

Container dibagi dalam macam-macam jenis, kegunaan dan bentuk barang itu sendiri. Di bawah macam-macam jenis container:

Dry container, bentuk standar untuk barang umum yang tidak berbahaya dan bukan bentuk gas.

Reefer container, container yang dilengkapi pengatur suhu yang biasa digunakan untuk mengirim barang segar.

Open top container, container dengan bagian terbuka dan biasa digunakan untuk barang dengan tinggi di atas standar.

Flat rack container, container terbuka secara keseluruhan dan biasanya digunakan untuk barang dengan lebar lebih dari standar.

Tugas Freight Forwarder

Setelah mengetahui apa itu freight forwarding, ada baiknya juga mengetahui tugasnya. Freight forwarder memiliki tanggung jawab besar dalam melakukan pengurusan barang terutama jika terjadi masalah dalam hal kepabeanan. Di bawah ini beberapa tugas dari freight forwarder:

1. Memilih Rute dan Transportasi

Dalam pengiriman barang baik darat, laut dan udara tentu ada banyak pilihan rute yang diberikan. Freight forwarder harus dapat memilih rute mana yang terbaik dan paling cepat. Tidak hanya itu, freight forwarder juga melakukan negosiasi untuk biaya freight yang timbul.

Setelah rute sudah ditentukan maka freight forwarder harus memilih transportasi mana yang cocok. Tidak hanya itu, freight forwarder juga harus memesan container yang dibutuhkan ke shipping line atau pihak lainnya sesuai dengan transportasi yang dipilih.

2. Menerima Barang

Jika perusahaan tidak sanggup untuk melakukan packing barang, freight forwarder dapat membantu untuk melakukan packing dan sortir barang yang akan dikirim. Jenis barang ini biasanya untuk LCL. Sedangkan untuk FCL container akan dikirim ke gudang shipper.

3. Melakukan Pengurusan Dokumen

Dokumen pendukung untuk ekspor impor sangatlah banyak dan beragam. Dengan adanya freight forwarder akan membantu pengurusan dokumen ini. Terutama untuk dokumen yang langsung berkaitan dan harus disampaikan langsung ke Bea Cukai.

4. Melakukan Tugas Lainnya

Tugas dari freight forwarder tidak hanya terbatas itu saja. Selama barang belum tiba ke pihak consignee maka pihak freight forwarder harus tetap memantaunya. Berikut tugas lainnya:

  • Mengurus klaim asuransi jika ada masalah.
  • Memastikan pengiriman barang berjalan dengan baik.
  • Monitoring perjalanan barang.
  • Menyerahkan barang ke consignee.
  • Menerima dan mengurus barang impor.

Manfaat Menggunakan Freight Forwarding

Jika dilihat dari arti dan tugas yang dijalankan oleh freight forwarding tentu banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh perusahaan. Manfaat ini berlaku untuk semua jenis pengiriman baik darat, laut dan udara. Berikut beberapa manfaat dari freight forwarder:

1. Memudahkan Pengiriman Barang

Tidak dipungkiri jika pengiriman barang akan jauh lebih mudah dengan bantuan dari pihak freight forwarder. Hampir seluruh kegiatan di lapangan akan dilakukan oleh pihak freight forwarder. Tentunya ini akan membuat semuanya jadi lebih efisien dan proses logistik menjadi lebih terjangkau.

2. Cepat dan Aman

Dalam melakukan pengiriman barang tentunya memakan banyak waktu dan membutuhkan sarana pengangkut yang memadai. Selain itu juga harus memperhatikan dari segi keamanan untuk barang itu sendiri. Dengan freight forwarder semua akan diurus dan tentunya keamanan tidak perlu diragukan.

Freight forwarder tidak akan sembarangan untuk mengurus setiap pengiriman. Baik barang kecil maupun besar. Biasanya freight forwarder juga bekerja dengan pihak lain yang terpercaya.

3. Mengirim Aneka Barang

Dalam mengirim barang tentunya tidak selalu dengan bentuk dan jumlah yang selalu sama. Selain itu jenis barang yang dikirim juga beragam. Jika melakukan pengiriman sendiri akan sedikit merepotkan.

Dengan adanya freight forwarder tidak perlu kuatir untuk melakukan pengiriman barang. Dari ukuran kecil hingga besar. Freight forwarders akan membantu dan menyediakan sarana pengangkutan yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

4. Cocok Untuk UMKM

Freight forwarder tidak hanya dapat digunakan untuk perusahaan saja. Bagi perorangan atau UMKM yang ingin mengirim barang ke luar negeri atau kota lain juga dapat menggunakan jasa dari freight forwarder ini.

Biaya yang ditawarkan cukup murah sehingga bagi UMKM yang sedang memulai dan merintis usaha jasa ini sangat cocok. Selain itu juga jasa lainnya dari freight forwarder juga beragam yang tentunya sangat efisien.

Selain manfaat, keuntungan lain menggunakan freight forwarder untuk pengiriman barang adalah dapat mengirim barang dalam jumlah sedikit atau banyak atau kargo tanpa batasan berat dan ukuran. Prosesnya yang lebih cepat juga membuat barang bisa tiba di tujuan dengan cepat.

Penjelasan di atas mengenai apa itu freight forwarding beserta tugasnya cukup menggambarkan bagaimana peranan freight forwarder. Tidak perlu bingung untuk mengirim barang keluar negeri atau kota lain. Di Indonesia sendiri banyak freight forwarder yang menawarkan jasanya dengan harga yang bersaing.

© Ruangojol.com. All rights reserved. Developed by Jago Desain