BYD M9 PHEV Berpotensi Masuk Indonesia, Siap Ramaikan Segmen MPV Premium

BYD M9 PHEV berpotensi masuk Indonesia setelah dikonfirmasi hadir di Australia dengan teknologi hybrid dan kabin tujuh penumpang.

Ruangojol.com - Indonesia, BYD M9 PHEV mulai menjadi perhatian setelah dikonfirmasi akan dipasarkan di Australia dengan konfigurasi setir kanan. Kehadiran model ini membuka peluang bagi BYD untuk memperluas pasar MPV elektrifikasi ke negara lain dengan format berkendara serupa, termasuk Indonesia.

BYD M9 PHEV Berpotensi Masuk Indonesia, Siap Ramaikan Segmen MPV Premium

BYD M9 merupakan MPV yang dikenal dengan nama Xia di pasar China. Berbeda dari Denza D9 yang hadir sebagai MPV premium bertenaga listrik, model ini mengandalkan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang memadukan mesin bensin dan motor listrik.

Sementara itu, pasar Australia akan menjadi salah satu tujuan ekspansi BYD M9. Model tersebut dijadwalkan masuk ruang pamer pada kuartal IV 2026 dalam varian Premium dengan konfigurasi tujuh penumpang. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari BYD Indonesia mengenai rencana penjualan model tersebut di Tanah Air.

BYD M9 PHEV Mengandalkan Teknologi DM-i

BYD M9 PHEV menggunakan teknologi Dual Mode Intelligent (DM-i) generasi kelima. Sistem ini menggabungkan mesin bensin turbo 1,5 liter empat silinder dengan motor listrik yang ditempatkan di bagian depan.

Di pasar China, motor listriknya mampu menghasilkan tenaga 268 dk dengan torsi maksimum 315 Nm. Sementara itu, mesin bensin menghasilkan tenaga 153 dk dan torsi puncak 225 Nm.

Meski angka tersebut menjadi gambaran kemampuan teknis M9, spesifikasi lengkap untuk pasar Australia belum diumumkan. Karena itu, terdapat kemungkinan detail sistem penggerak yang ditawarkan di Australia berbeda dari versi yang dipasarkan di China.

Jarak Tempuh Listrik BYD M9 Capai 145 Km

Untuk mendukung sistem PHEV, BYD menyediakan dua pilihan Blade Battery berjenis LFP. Varian Dynamic menggunakan baterai berkapasitas 20,39 kWh, sedangkan varian Premium mendapatkan baterai yang lebih besar dengan kapasitas 36,6 kWh.

Dengan kapasitas baterai tersebut, BYD M9 diklaim mampu menempuh perjalanan hingga 145 km dalam mode listrik berdasarkan standar WLTP. Sementara itu, kombinasi penggunaan mesin bensin dan motor listrik memberikan jarak tempuh sekitar 850 km.

Teknologi tersebut membuat M9 menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan MPV listrik murni. Pengguna dapat memanfaatkan tenaga listrik untuk perjalanan tertentu, sementara mesin bensin tetap menjadi sumber tenaga tambahan ketika membutuhkan jarak tempuh lebih jauh.

Dimensi Besar dengan Kabin Tujuh Penumpang

Dari sisi ukuran, BYD M9 tetap tergolong besar meskipun dimensinya lebih kecil dibandingkan Denza D9. MPV ini memiliki panjang 5.145 mm, lebar 1.970 mm, dan tinggi 1.805 mm. Sementara itu, jarak sumbu rodanya mencapai 3.045 mm.

Desain eksteriornya juga memperlihatkan sejumlah kemiripan dengan Denza D9. Bagian depan menggunakan grille berukuran besar dengan logo BYD, dipadukan lampu utama berdesain ramping serta aksen krom. Di bagian belakang, lampu LED dibuat membentang lebar sehingga memberikan tampilan modern.

Masuk ke dalam kabin, nuansa teknologi terlihat melalui panel instrumen digital berukuran 12,3 inci dan layar infotainment 15,6 inci. Selain itu, tersedia head-up display, kamera 360 derajat, serta sistem bantuan pengemudi.

Untuk pasar Australia, BYD M9 akan hadir lebih dulu dalam varian Premium dengan konfigurasi tujuh penumpang. Kehadiran konfigurasi tersebut menegaskan bahwa M9 diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas keluarga sekaligus konsumen yang menginginkan MPV berukuran besar dengan teknologi elektrifikasi.

Peluang BYD M9 Masuk Pasar Indonesia

Masuknya BYD M9 ke Australia menjadi sinyal menarik bagi pasar Asia Tenggara, terutama karena model tersebut menggunakan konfigurasi setir kanan. Indonesia juga merupakan salah satu negara yang menggunakan sistem berkendara di sisi kiri dengan kendaraan setir kanan.

Namun, kesamaan konfigurasi tersebut belum berarti BYD M9 akan segera dijual di Indonesia. Sampai saat ini, belum terdapat konfirmasi resmi dari BYD Indonesia mengenai rencana pemasaran M9 di Tanah Air.

Jika nantinya dipasarkan di Indonesia, M9 berpotensi memperkaya pilihan MPV elektrifikasi di segmen premium. Teknologi PHEV juga dapat menjadi pembeda karena menawarkan kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik sekaligus dukungan mesin bensin.

Di sisi lain, posisi M9 akan menarik untuk diamati karena BYD telah memiliki Denza D9 di segmen MPV premium. Kehadiran M9 dapat memberikan alternatif dengan karakter penggerak yang berbeda, meskipun belum dapat dipastikan bagaimana strategi produk BYD untuk pasar Indonesia.

Dengan demikian, Australia akan menjadi pasar penting untuk melihat bagaimana BYD M9 diterima di luar China. Sementara itu, konsumen Indonesia masih harus menunggu keputusan resmi BYD terkait kemungkinan membawa MPV PHEV tersebut ke Tanah Air.

Spesifikasi Utama BYD M9

  • Jenis kendaraan: MPV plug-in hybrid (PHEV)
  • Mesin: bensin turbo 1,5 liter empat silinder
  • Tenaga motor listrik: 268 dk
  • Torsi motor listrik: 315 Nm
  • Tenaga mesin bensin: 153 dk
  • Torsi mesin bensin: 225 Nm
  • Pilihan baterai: 20,39 kWh dan 36,6 kWh
  • Jarak tempuh listrik: hingga 145 km berdasarkan WLTP
  • Jarak tempuh kombinasi: sekitar 850 km
  • Panjang: 5.145 mm
  • Lebar: 1.970 mm
  • Tinggi: 1.805 mm
  • Wheelbase: 3.045 mm
  • Konfigurasi Australia: tujuh penumpang

BYD M9 saat ini belum dipastikan hadir di Indonesia. Namun, statusnya sebagai MPV PHEV dengan konfigurasi setir kanan membuat model ini layak diperhatikan, terutama setelah rencana pemasarannya di Australia pada kuartal IV 2026.

Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan