Kurir Paket Terancam Tergeser, Amazon Perluas Pengiriman Drone
Ruangojol.com - Jakarta, profesi kurir paket menghadapi perubahan besar seiring Amazon memperluas penggunaan drone untuk mengantarkan barang langsung ke pelanggan. Teknologi pengiriman tanpa awak tersebut ditargetkan menjangkau ratusan wilayah di Amerika Serikat hingga akhir 2026.
Perkembangan pengiriman drone Amazon menjadi tanda semakin kuatnya otomatisasi dalam industri logistik. Jika ekspansi berjalan sesuai rencana, teknologi tersebut dapat mengambil sebagian pekerjaan yang selama ini dilakukan kurir secara konvensional.
Amazon menargetkan layanan Prime Air mampu menjangkau sekitar 500 wilayah di AS. Saat ini, layanan tersebut masih beroperasi secara terbatas di 11 lokasi beserta beberapa komunitas di sekitarnya.
Perusahaan juga berencana memperluas operasional ke sejumlah wilayah baru, termasuk Syracuse di New York dan kawasan sekitar Cleveland. Satu fasilitas pusat pengiriman drone Amazon disebut dapat melayani beberapa kota sekaligus dalam radius hingga 7,5 mil atau sekitar 12 kilometer.
Pengiriman Drone Amazon Makin Diperluas
Amazon bukan perusahaan yang baru mencoba teknologi pengiriman menggunakan drone. Pengembangan teknologi tersebut telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.
Pendiri Amazon, Jeff Bezos, pertama kali mengemukakan konsep pengiriman berbasis drone pada 2013. Saat itu, ia memperkirakan layanan tersebut dapat beroperasi penuh dalam waktu sekitar empat hingga lima tahun.
Namun, proses menuju komersialisasi ternyata berlangsung jauh lebih lama. Amazon harus melakukan berbagai pengembangan dan beberapa kali mengubah desain drone untuk meningkatkan keamanan serta efisiensi pengiriman.
Kini, Amazon menggunakan drone generasi terbaru bernama MK30. Drone tersebut memiliki mekanisme berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.
MK30 akan melayang beberapa meter di atas permukaan tanah ketika mendekati lokasi tujuan. Setelah berada di posisi yang ditentukan, drone akan melepaskan paket secara presisi sebelum kembali terbang.
Teknologi tersebut membuat proses pengiriman tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kendaraan darat dan tenaga manusia untuk tahap terakhir perjalanan paket.
Dampaknya terhadap Profesi Kurir Paket
Perluasan pengiriman drone berpotensi mengubah pola kerja industri logistik. Selama ini, kurir paket menjadi bagian penting dalam proses pengantaran barang dari pusat distribusi menuju rumah pelanggan.
Dengan drone otonom, sebagian pengiriman dengan karakteristik tertentu dapat dilakukan tanpa kurir yang datang langsung ke lokasi penerima.
Satu pusat pengiriman drone juga dapat mencakup beberapa kota dalam radius tertentu. Kondisi tersebut memungkinkan perusahaan meningkatkan kapasitas pengiriman tanpa harus menambah jumlah kendaraan dan tenaga pengantar dalam skala yang sama.
Meski demikian, perkembangan teknologi tidak serta-merta berarti profesi kurir paket langsung hilang. Pengiriman drone masih memiliki batasan dari sisi wilayah operasional, jenis barang, regulasi, kondisi lingkungan, serta keamanan penerbangan.
Amazon sendiri masih harus menghadapi berbagai proses sebelum dapat menjalankan layanan tersebut secara lebih luas.
Selain itu, kebutuhan terhadap tenaga manusia dalam industri logistik tetap dapat muncul pada bagian lain, terutama untuk proses pergudangan, penyortiran, pengelolaan barang, serta pengiriman yang tidak cocok menggunakan drone.
Biaya Pengiriman dan Sasaran Pengguna
Amazon menetapkan biaya pengiriman drone sebesar US$4,99 atau sekitar Rp81.000. Namun, pelanggan Amazon Prime mendapatkan ketentuan yang lebih ringan.
Pelanggan Prime bisa memperoleh potongan sebesar US$2. Bahkan, biaya pengiriman dapat digratiskan untuk pesanan dengan nilai transaksi minimal US$50.
Amazon juga menilai teknologi tersebut dapat membantu kelompok tertentu yang membutuhkan pengiriman cepat dan praktis.
Beberapa kelompok yang menjadi perhatian antara lain:
- Lansia yang membutuhkan barang tanpa harus keluar rumah.
- Orang tua yang harus merawat anak sakit secara mendadak.
- Konsumen yang membutuhkan bahan makanan dalam kondisi darurat.
- Pelanggan yang membutuhkan pengiriman cepat dalam wilayah jangkauan drone.
Dengan konsep tersebut, drone tidak hanya diposisikan sebagai teknologi untuk mempercepat logistik. Amazon juga melihatnya sebagai alternatif layanan bagi pelanggan dengan kebutuhan tertentu.
Regulasi dan Kebisingan Jadi Tantangan
Meskipun teknologinya terus berkembang, ekspansi pengiriman drone tidak berjalan tanpa hambatan. Amazon harus memperoleh izin dari regulator di setiap daerah yang menjadi sasaran operasional.
Proses tersebut dapat melibatkan rapat dewan kota hingga dengar pendapat dengan masyarakat. Amazon menyatakan telah memperoleh izin prinsip dari Federal Aviation Administration atau FAA untuk menerbangkan drone di mayoritas wilayah Amerika Serikat.
Namun, izin penerbangan bukan satu-satunya persoalan. Masyarakat di sejumlah wilayah juga mempertanyakan kebisingan, keselamatan, serta zonasi penerbangan.
Di Nampa, Idaho, misalnya, Amazon mendapat pertanyaan warga mengenai tingkat kebisingan dan keselamatan drone dalam rapat perencanaan kota pada Mei lalu.
Eksekutif Amazon, Sam Bailey, mengatakan suara drone hanya terdengar sekitar 20 detik ketika kendaraan udara tersebut turun untuk melepaskan paket. Ia juga menyebut tingkat kebisingannya masih jauh lebih rendah dibandingkan suara mesin pemotong rumput.
Namun, klaim tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran masyarakat. Dalam rapat publik di Richardson, Texas, seorang warga mengeluhkan suara dengungan drone yang dianggap mengganggu ketenangan kawasan permukiman.
Keselamatan Penerbangan Masih Jadi Sorotan
Selain kebisingan, faktor keselamatan menjadi persoalan penting dalam pengembangan teknologi pengiriman drone.
Pada Oktober lalu, dua drone Amazon dilaporkan menabrak sebuah mesin kerek atau crane di wilayah pinggiran Arizona. Insiden tersebut kemudian menjadi perhatian dan masih dalam investigasi National Transportation Safety Board atau NTSB.
Peristiwa itu menunjukkan bahwa pengoperasian drone secara massal membutuhkan sistem keselamatan yang sangat ketat. Drone harus mampu menghindari berbagai objek yang dapat muncul di jalur penerbangan.
Amazon kemudian melakukan sejumlah penyesuaian teknis setelah insiden tersebut. Perusahaan mengubah standar ketinggian penerbangan rata-rata dan melakukan revisi terhadap rute operasional.
Jalur penerbangan juga lebih banyak diarahkan melewati kawasan komersial dibandingkan area dengan kepadatan penduduk tinggi.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pengiriman drone tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menerbangkan kendaraan tanpa awak. Sistem navigasi, pengaturan rute, regulasi, keselamatan, dan penerimaan masyarakat menjadi faktor yang sama pentingnya.
Masa Depan Kurir di Tengah Otomatisasi
Target Amazon untuk memperluas Prime Air hingga sekitar 500 wilayah menjadi salah satu perkembangan penting dalam industri logistik. Jika berhasil, cakupan tersebut akan jauh lebih besar dibandingkan operasional yang saat ini masih terbatas.
Bagi profesi kurir paket, perkembangan tersebut menjadi sinyal bahwa otomatisasi semakin masuk ke tahap akhir proses pengiriman. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan kendaraan dan tenaga manusia mulai dapat dilakukan menggunakan teknologi otonom.
Namun, perubahan tersebut kemungkinan berlangsung secara bertahap. Drone masih membutuhkan ruang operasional yang sesuai, izin regulator, sistem keselamatan, serta dukungan masyarakat.
Di sisi lain, kebutuhan pengiriman barang terus berkembang seiring pertumbuhan industri e-commerce. Karena itu, teknologi drone berpotensi menjadi salah satu bagian dari ekosistem logistik, bukan satu-satunya metode pengiriman.
Dengan demikian, tantangan terbesar bagi profesi kurir bukan sekadar keberadaan drone, melainkan kemampuan industri dan tenaga kerja beradaptasi ketika teknologi otomatis semakin banyak digunakan.
Kesimpulan
Ekspansi Prime Air menunjukkan bahwa pengiriman drone mulai bergerak dari tahap pengujian menuju penggunaan yang lebih luas. Amazon menargetkan layanan tersebut menjangkau sekitar 500 wilayah di Amerika Serikat hingga akhir 2026.
Teknologi ini memang berpotensi mengurangi kebutuhan terhadap sebagian pengiriman konvensional. Namun, regulasi, kebisingan, keselamatan, dan penerimaan masyarakat masih menjadi tantangan besar.
Bagi industri logistik, perkembangan tersebut menjadi tanda bahwa otomatisasi akan semakin menentukan cara barang dikirim kepada konsumen. Sementara itu, profesi kurir paket menghadapi kebutuhan untuk terus beradaptasi dengan perubahan teknologi.
FAQ
Apakah profesi kurir paket akan hilang karena drone?
Belum tentu. Drone berpotensi mengambil sebagian pekerjaan pengiriman, tetapi masih terdapat berbagai jenis pengiriman dan tugas logistik yang membutuhkan tenaga manusia.
Berapa biaya pengiriman drone Amazon?
Amazon menetapkan biaya pengiriman drone sebesar US$4,99. Pelanggan Amazon Prime mendapatkan potongan US$2, sementara pesanan minimal US$50 dapat memperoleh pengiriman gratis.
Seberapa luas Amazon akan mengembangkan pengiriman drone?
Amazon menargetkan layanan Prime Air dapat menjangkau sekitar 500 wilayah di Amerika Serikat hingga akhir 2026.
Apa tantangan terbesar pengiriman drone?
Tantangannya mencakup perizinan, keselamatan penerbangan, kebisingan, zonasi operasional, serta penerimaan masyarakat di kawasan yang menjadi lokasi layanan.
