Dony Oskaria Uraikan Dasar Keamanan Kredit Himbara untuk Agrinas

Ruangojol.com - Jakarta, COO BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria membantah anggapan bahwa penyaluran kredit Himbara untuk program pemerintah berisiko memicu kredit macet. Ia menegaskan, kredit yang dijamin negara justru memiliki tingkat keamanan lebih tinggi.
Dony menyampaikan pernyataan itu di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/9). Menurut dia, pinjaman yang memperoleh jaminan negara tidak semestinya mengalami gagal bayar karena terdapat komitmen pembayaran dari negara.
“Enggak, kredit yang paling secure itu kredit dijamin oleh negara kan? Jadi nggak mungkin macet kan? Dijamin oleh negara,” kata Dony.
Kredit Himbara Disebut Mengikuti Skema Normal
Dony mengatakan perbankan juga memandang skema tersebut aman. Ia menilai risiko kredit macet tidak menjadi persoalan ketika pinjaman langsung mendapatkan jaminan negara.
Namun, Dony menegaskan Himpunan Bank Negara atau Himbara tidak mendanai program pemerintah secara langsung. Ia menjelaskan, pola pendanaan yang digunakan merupakan hubungan business to business atau B2B.
“Ya, kita hanya memberikan kalau itu kredit ya sesuai dengan kredit yang normal aja,” ujar Dony.
Pinjaman Agrinas Mendapat Jaminan Negara
Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara mengajukan pinjaman kepada Himbara. Dony menyebut pinjaman tersebut memperoleh jaminan dari negara.
Agrinas Pangan sebelumnya mendapatkan kucuran dana Rp240 triliun dari Himbara. Dana itu digunakan untuk pendanaan Koperasi Desa Kemitraan Mandiri Pangan (KDKMP) atau Kopdes.
Pinjaman tersebut memiliki nilai angsuran Rp40 triliun per tahun selama enam tahun, seperti dilansir dari Antara. Dengan skema itu, pembayaran angsuran pertama kepada Himbara dijadwalkan pada September 2026.
Pembayaran Menunggu Verifikasi BPKP
Pembayaran cicilan pinjaman akan dilakukan setelah memperoleh verifikasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Verifikasi ini menjadi bagian dari tahapan sebelum pembayaran angsuran dimulai.
Sementara itu, KDKMP dikabarkan mendapatkan fasilitas kredit dari bank-bank Himbara. Model pembiayaannya berupa pinjaman hingga Rp3 miliar untuk setiap gerai.
Penjelasan Dony menempatkan jaminan negara sebagai dasar keamanan kredit. Di sisi lain, penyaluran tetap disebut berjalan melalui skema kredit normal dan hubungan bisnis antarpihak.
Skema Pembiayaan untuk KDKMP
Fasilitas kredit bagi KDKMP diarahkan melalui bank Himbara dengan batas pinjaman sampai Rp3 miliar per gerai. Adapun pembayaran pinjaman Agrinas dijadwalkan berlangsung secara bertahap sesuai nilai angsuran yang telah disebutkan.
Dengan demikian, penyaluran kredit kepada Agrinas tidak disebut sebagai pembiayaan tanpa mekanisme. Dony menegaskan adanya jaminan negara, sedangkan pembayaran angsuran menunggu proses verifikasi BPKP.