IMD World Competitiveness Ranking 2026: Indonesia Turun ke Peringkat 48

IMD World Competitiveness Ranking 2026: Indonesia Turun ke Peringkat 48

Ruangojol.com - Jakarta, IMD World Competitiveness Ranking 2026 menempatkan Singapura sebagai negara paling kompetitif di dunia. Indonesia berada di peringkat ke-48 dari 70 negara dan ekonomi, turun delapan posisi dari tahun sebelumnya.

Pemeringkatan ini menilai seberapa efektif suatu negara menciptakan kondisi yang mendukung dunia usaha untuk bersaing dan menghasilkan nilai dalam jangka panjang. Vietnam juga untuk pertama kalinya masuk dalam pemeringkatan pada 2026.

IMD mengukur daya saing melalui 341 kriteria yang terbagi dalam 20 subfaktor dan empat pilar utama. Pilar tersebut mencakup kinerja ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, dan infrastruktur.

Singapura Memimpin Peringkat Daya Saing Dunia

Singapura meraih skor normalisasi 100 dan menempati posisi pertama. Hong Kong berada di peringkat kedua dengan skor 95,6, disusul Swiss dengan skor 95,3.

Taiwan menempati posisi keempat. Denmark, Irlandia, dan Uni Emirat Arab masing-masing mencatat skor 94,1 dan berada di peringkat kelima hingga ketujuh.

Singapura menjadi satu-satunya ekonomi yang masuk lima besar pada seluruh empat faktor daya saing. Efisiensi bisnisnya naik ke posisi pertama, sehingga negara tersebut merebut kembali peringkat teratas secara keseluruhan dari Swiss.

Bagaimana IMD Mengukur Daya Saing Negara

Data kuantitatif menyumbang sekitar dua pertiga penilaian akhir, sedangkan sepertiganya berasal dari survei opini para eksekutif. Karena itu, ukuran ekonomi bukan satu-satunya penentu daya saing.

Amerika Serikat menjadi contoh bahwa ekonomi terbesar tidak otomatis menempati posisi teratas. Negara tersebut berada di peringkat ke-10 dalam IMD World Competitiveness Ranking 2026.

Eropa dan Asia mengisi sembilan dari 10 posisi teratas. Negara-negara dengan peringkat tinggi umumnya memiliki bisnis produktif, infrastruktur maju, tenaga kerja terampil, serta institusi yang mendukung investasi dan perdagangan.

Indonesia Menghadapi Lima Tantangan Utama

Dalam profil Indonesia, IMD menyoroti ancaman konflik ekonomi global terhadap keamanan energi, pertumbuhan ekonomi yang relatif stagnan, realokasi anggaran pemerintah, infrastruktur dan kompetensi SDM yang belum memadai, serta keterbatasan pembiayaan.

Indonesia berada di peringkat ke-50 untuk kerangka kelembagaan, ke-53 untuk produktivitas dan efisiensi, serta ke-55 untuk praktik manajemen. Pada pendidikan, Indonesia berada di peringkat ke-63, sementara kesehatan dan lingkungan berada di peringkat ke-65.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan daya saing Indonesia membutuhkan penguatan institusi, produktivitas, kualitas pendidikan, infrastruktur, dan akses pembiayaan. Kredibilitas aturan serta kepastian hukum juga penting untuk mendukung keputusan investasi jangka panjang.

Daya Saing Tidak Ditentukan Satu Model

Peringkat Uni Emirat Arab di posisi ketujuh dan Amerika Serikat di posisi ke-10 menunjukkan bahwa lingkungan bisnis kompetitif dapat terbentuk melalui model ekonomi yang berbeda. Inovasi, kemampuan menarik talenta, dan peningkatan produktivitas tetap menjadi faktor penting dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik.

Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan