Pembiayaan Mobil Hybrid Memimpin Pasar Kendaraan Baru Kuartal II 2026

Ruangojol.com - Jakarta, pembiayaan mobil hybrid mengambil porsi semakin besar dalam pasar kendaraan baru pada kuartal II 2026. Data Experian Automotive menunjukkan, kendaraan hybrid juga memiliki cicilan bulanan rata-rata lebih rendah dibandingkan mobil listrik dan mobil bermesin bensin.
Dalam laporan State of the Automotive Finance Market, Experian mencatat hybrid menyumbang 16,8% pembiayaan kendaraan baru pada kuartal II 2026. Angka itu meningkat dari 13% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, porsi pembiayaan mobil listrik atau EV turun menjadi sekitar 8,2% dari 9,2% setahun sebelumnya. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa konsumen semakin mempertimbangkan keterjangkauan ketika memilih teknologi kendaraan.
Pembiayaan mobil hybrid menawarkan cicilan lebih rendah
Rata-rata cicilan pinjaman kendaraan hybrid baru mencapai 646 dolar AS per bulan pada kuartal II 2026. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan cicilan EV yang mencapai 692 dolar AS dan kendaraan berbahan bakar bensin sebesar 721 dolar AS.
Perbedaan serupa juga terlihat pada skema sewa kendaraan. Rata-rata pembayaran bulanan hybrid berada di angka 566 dolar AS. Sebagai pembanding, kendaraan bermesin pembakaran internal mencapai 602 dolar AS, sedangkan EV berada di 641 dolar AS.
Melinda Zabritski, kepala automotive financial insights di Experian Automotive, menilai tren tersebut tampak berkaitan dengan dukungan pembiayaan dari produsen. Laporan Experian sendiri tidak mencantumkan rincian insentif, tetapi tingkat bunga sejumlah hybrid dengan penjualan tinggi berada di bawah rata-rata industri.
Tingkat bunga sejumlah hybrid berada di bawah rata-rata
Beberapa model hybrid mencatat tingkat bunga rata-rata yang relatif rendah pada kuartal tersebut. Subaru Crosstrek berada di sekitar 3,2%, Mazda CX-50 Hybrid 4,3%, dan Hyundai Tucson Hybrid 4,2%.
Angka itu berada di bawah rata-rata bunga pinjaman kendaraan baru yang mencapai 6,4% pada kuartal II 2026. Rata-rata tersebut turun dari 6,8% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Experian juga menyebut perusahaan pembiayaan milik produsen mendominasi pembiayaan kendaraan hybrid. Kondisi itu sejalan dengan kemungkinan dukungan dari produsen, karena perusahaan pembiayaan tersebut biasanya memiliki akses eksklusif terhadap program insentif masing-masing merek.
Model Toyota dan Honda mendominasi pembiayaan hybrid
Merek Toyota menempatkan tiga model dalam lima besar hybrid yang paling banyak dibiayai pada kuartal II 2026. Toyota Camry berada di posisi pertama, disusul Toyota RAV4 dan Toyota Grand Highlander.
Honda mengisi dua posisi lainnya melalui Honda CR-V dan Honda Accord. Toyota selama bertahun-tahun dikenal lebih konsisten mendorong kendaraan hybrid dibandingkan kendaraan listrik.
Meski demikian, tingkat bunga Toyota Camry dan RAV4 berada di sekitar rata-rata industri, yakni 6,35%. Toyota Grand Highlander mencatat angka sekitar 6%. Data ini menunjukkan bahwa tidak semua model hybrid mengandalkan bunga khusus yang jauh lebih rendah.
Penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota ikut meningkat
Toyota Motor North America melaporkan penjualan kendaraan elektrifikasi, termasuk hybrid, plug-in hybrid, dan EV, meningkat 35% pada Juni dibandingkan Juni 2025. Sepanjang kuartal II, Toyota menjual 383.091 kendaraan elektrifikasi, naik 19,5% secara tahunan.
Sebagian besar penjualan tersebut berasal dari kendaraan hybrid. Di sisi lain, Toyota dikenal menjaga persediaan dan insentif pada tingkat rendah. Karena itu, pertumbuhan pembiayaan hybrid tidak sepenuhnya menunjukkan ketergantungan pada program insentif besar.
Secara keseluruhan, tren kuartal II memperlihatkan bahwa hybrid berada di posisi menarik bagi konsumen yang menginginkan teknologi elektrifikasi dengan cicilan lebih terjangkau. Pergeseran ini berlangsung ketika insentif pajak EV berkurang dan harga bahan bakar tetap menjadi pertimbangan pembeli.