Periksa Getaran Mesin Saat Idle Sebelum Membeli Mobil Bekas

Ruangojol.com - Jakarta, calon pembeli mobil bekas perlu memperhatikan gejala mesin ngelitik sebelum mengambil keputusan. Kondisi mesin menjadi salah satu parameter penting dalam pemeriksaan kendaraan bekas.
Munculnya gejala mesin ngelitik patut diwaspadai karena dapat menjadi pertanda adanya kerusakan pada mesin. Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya dilakukan saat mobil berhenti, tetapi juga ketika kendaraan dikendarai.
Hans Steven, pemilik bengkel spesialis Speed'Z Performance di Cipondoh, Tangerang, menjelaskan tanda-tanda yang dapat diperhatikan calon pembeli mobil bekas. Menurutnya, gejala tersebut bisa dirasakan ketika mesin berada dalam kondisi idle.
Gejala mesin ngelitik saat mobil idle
Hans mengatakan, gejala ngelitik dapat dirasakan saat mesin dalam kondisi idle. Pemilik kendaraan perlu memperhatikan putaran mesin setelah temperatur kerja normal tercapai.
“Gejala ngelitik bisa dirasakan dalam kondisi mesin idle,” ujar Hans. Ia menambahkan, putaran mesin yang tetap tidak stabil setelah mencapai temperatur normal dapat menjadi indikasi ngelitik.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak langsung menilai mesin hanya dari kondisi ketika pertama kali dinyalakan. Biarkan mesin mencapai temperatur normal, lalu amati apakah putarannya tetap stabil atau justru berubah-ubah.
Amati guncangan pada bagian mesin
Tanda lain dapat dilihat langsung dari bagian mesin. Mesin yang berguncang ketika mobil berada dalam posisi idle perlu menjadi perhatian, terutama jika guncangan terlihat terus berlangsung setelah mesin mencapai kondisi normal.
Dalam kondisi normal, mesin disebut hanya berguncang ketika starter dan saat pedal gas diinjak secara langsung. Perbedaan pola guncangan tersebut dapat membantu calon pembeli melakukan pemeriksaan awal sebelum melanjutkan proses pembelian.
Pemeriksaan visual ini tetap perlu dilakukan dengan cermat. Amati kondisi mesin dari posisi aman dan jangan terburu-buru menyimpulkan hanya dari satu tanda. Gejala yang muncul ketika idle menjadi bagian penting dari penilaian kondisi mesin mobil bekas.
Lakukan pemeriksaan saat mobil dikendarai
Setelah mengamati mesin dalam posisi idle, calon pembeli dapat melanjutkan pemeriksaan dengan mengendarai mobil. Hans menyarankan pengemudi mencoba melakukan kickdown pada pedal gas.
Langkah tersebut membantu calon pembeli merasakan respons kendaraan setelah pedal gas diinjak lebih dalam. Pemeriksaan saat berkendara perlu dilakukan setelah pengamatan awal ketika mobil berhenti.
Dengan demikian, calon pembeli dapat memperhatikan kondisi mesin dalam dua situasi, yaitu ketika putaran mesin idle dan saat kendaraan digunakan. Keduanya penting untuk mendapatkan gambaran awal yang lebih menyeluruh.
Jangan abaikan tanda yang muncul
Gejala mesin ngelitik tidak sebaiknya diabaikan saat proses membeli mobil bekas. Putaran mesin yang tidak stabil setelah temperatur normal serta guncangan mesin ketika idle menjadi tanda yang perlu dicermati.
Calon pembeli juga perlu menggabungkan pemeriksaan visual dengan uji berkendara. Jika tanda-tanda tersebut muncul, kondisi mesin perlu mendapat perhatian lebih sebelum keputusan pembelian dibuat.
Pemeriksaan sederhana ini bukan sekadar melihat apakah mobil bisa menyala. Lebih dari itu, calon pembeli perlu memastikan perilaku mesin tetap diperhatikan setelah kendaraan mencapai temperatur normal dan saat pedal gas diinjak.
Kesimpulan
Gejala mesin ngelitik dapat dikenali melalui putaran mesin yang tidak stabil dan guncangan ketika mobil berada dalam posisi idle. Pemeriksaan juga dapat dilanjutkan dengan mengendarai mobil serta melakukan kickdown pedal gas.
Dengan memperhatikan tanda-tanda tersebut, calon pembeli memiliki dasar pemeriksaan awal sebelum menentukan pilihan mobil bekas.