Perselisihan Driver Ojol dan Pengemudi Mobil di Jaksel Berakhir Damai

Perselisihan Driver Ojol dan Pengemudi Mobil di Jaksel Berakhir Damai

Ruangojol.com - Jakarta - Perselisihan driver ojol dan pengemudi mobil terjadi di wilayah Jakarta Selatan setelah ponsel milik pengemudi ojek online tersebut diduga terlindas kendaraan. Perselisihan itu akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi pihak manajemen mal.

Peristiwa tersebut berlangsung di area salah satu mal di Jakarta Selatan. Kesalahpahaman antara pengemudi ojek online dan pengemudi mobil berlanjut hingga keduanya masuk ke area lobi mal.

Pihak keamanan mal kemudian melerai kedua pihak. Mereka juga melakukan mediasi sampai pengemudi ojek online menyampaikan permohonan maaf dan membuat pernyataan tertulis.

Kronologi Perselisihan Driver Ojol

Kapolsek Tebet AKP Ichsak mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (1/9) pukul 21.20 WIB. Perselisihan bermula ketika driver ojek online bernama Dendy mengaku ponselnya terjatuh.

Ponsel tersebut kemudian diduga terlindas mobil yang dikemudikan pria bernama Danu. Setelah kejadian itu, Dendy berupaya menghentikan kendaraan yang dikemudikan Danu.

Upaya tersebut dilakukan untuk meminta klarifikasi mengenai ponsel yang diduga terlindas. Namun, kesalahpahaman antara keduanya berlanjut sampai ke area lobi salah satu mal di Jakarta Selatan.

Dalam keterangannya, pihak kepolisian menyebut ponsel milik pengemudi ojek online diduga terlindas kendaraan. Pengemudi ojek online kemudian berusaha menghentikan kendaraan tersebut untuk meminta penjelasan.

“Menurut keterangan yang bersangkutan, handphone tersebut diduga terlindas oleh kendaraan yang dikemudikan oleh pengendara mobil. Pengemudi ojek online kemudian berupaya menghentikan kendaraan tersebut untuk meminta klarifikasi,” kata Ischak saat dihubungi, Kamis (3/9/2026).

Dimediasi Pihak Keamanan Mal

Situasi tersebut kemudian ditangani oleh pihak keamanan mal. Mereka melerai kedua pihak yang terlibat perselisihan sebelum melakukan mediasi.

Mediasi dilakukan setelah persoalan antara Dendy dan Danu masuk ke area lobi mal. Dalam proses tersebut, pengemudi ojek online menyampaikan permohonan maaf.

Selain meminta maaf, pengemudi ojek online juga membuat pernyataan tertulis. Sementara itu, pengemudi mobil menyatakan tidak melanjutkan permasalahan tersebut ke ranah hukum.

Penyelesaian melalui mediasi itu membuat perselisihan driver ojol dan pengemudi mobil tidak berlanjut menjadi perkara hukum. Kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Kesepakatan tersebut menjadi dasar penyelesaian perkara di lingkungan mal. Pihak manajemen Mal Kota Kasablanka turut membantu proses perdamaian antara kedua pihak.

Polsek Tebet Tidak Menerima Laporan

Kapolsek Tebet menjelaskan bahwa kejadian tersebut tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian. Alasannya, kedua pihak sepakat berdamai dan tidak melanjutkan permasalahan.

Karena itu, Polsek Tebet tidak menerima laporan terkait perselisihan tersebut. Penyelesaian dilakukan melalui pihak manajemen Mal Kota Kasablanka.

“Polsek Tebet tidak menerima laporan terkait kejadian tersebut karena pihak yang bersangkutan tidak melanjutkan permasalahan ke pihak kepolisian. Permasalahan telah diselesaikan secara damai melalui pihak manajemen Mal Kota Kasablanka,” tuturnya.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, perkara dinyatakan selesai secara kekeluargaan. Pengemudi mobil juga tidak membawa persoalan itu ke ranah hukum.

Perselisihan Berakhir Secara Kekeluargaan

Rangkaian kejadian ini berawal dari ponsel yang terjatuh dan diduga terlindas mobil. Persoalan kemudian berkembang menjadi perselisihan antara pengemudi ojek online dan pengemudi mobil.

Keduanya akhirnya bertemu dalam proses mediasi yang dilakukan pihak keamanan mal. Dalam mediasi itu, pengemudi ojek online menyampaikan permohonan maaf dan memberikan pernyataan tertulis.

Pengemudi mobil kemudian menyatakan tidak ingin melanjutkan persoalan ke jalur hukum. Kesepakatan tersebut membuat kasus tidak masuk ke tahap pelaporan di Polsek Tebet.

Polisi memastikan tidak menerima laporan terkait kejadian itu. Penyelesaian melalui manajemen mal menjadi akhir dari perselisihan driver ojol tersebut.

Dengan demikian, perselisihan yang terjadi di wilayah Jakarta Selatan itu berakhir damai. Kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan tanpa melanjutkannya kepada pihak kepolisian.

Kesimpulan

Perselisihan driver ojol dan pengemudi mobil di Jakarta Selatan dipicu ponsel yang diduga terlindas kendaraan. Persoalan tersebut berlanjut hingga lobi mal dan kemudian dilerai oleh pihak keamanan.

Setelah melalui mediasi, pengemudi ojek online menyampaikan permohonan maaf serta membuat pernyataan tertulis. Pengemudi mobil tidak melanjutkan masalah ke ranah hukum sehingga perkara selesai secara damai.

Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan